Saturday, May 27, 2017

Salman Al-Farisi (Pencari Kebenaran) (Bagian 1)

- Salman berasal dari Isfahan, yang tinggal di suatu desa yang bernama "Ji". Salman sangat dikasihi orang tuanya. Bapaknya seorang bupati di daerah itu. Salman selalu membaktikan dirinya pada agama Majusi, hingga diserahi tugas untuk menjaga api yang harus dijaga agar selalu menyala dan tidak boleh padam.

- Salman pernah tertarik pada peribatan kaum Nashrani. Salman memperhatikan mereka sedang sembahyang, lalu dia pun masuk ke dalam. Salman kagum dengan apa yang mereka lakukan. "ini lebih baik dari agama yang aku anut selama ini." Dia pun terus berada di dalam gereja, sehingga dijemput ayahnya untuk pulang.

- Karena Salman tertarik dengan agama Nashrani, dia pun bertanya pada mereka tentang asal muasal mereka dan mereka menjawab,"Dari Syria."

- Saat bertemu bapaknya, Salman bertanya pada bapaknya tentang agama. Hasil dari tanya jawab dengan bapaknya berakhir dengan dikurungnya dia oleh bapaknya. Kakinya dirantai dan dipenjara.

- Kepada orang Nashrani Salman berkirim pesan bahwa dia telah menganut agama Nashrani. Dia pun minta pada mereka, agar bila datang rombongan dari Syria, dia diberitahu karena dia akan ikut dengan mereka. Mereka pun mengabulkan permintaan Salman. Salman pun memutuskan rantai, lalu meloloskan diri kepada rombongan yang menuju Syria.

- Sesampainya disana aku bertanya tentang orang yang ahli agama. Dijawabnya bahwa dia adalah seorang uskup pemilik gereja. Maka datanglah Salman padanya dan menceritakan keadaannya. Akhirnya tinggallah Salman bersamanya sebagainseorang pelayan, melaksanakan agama Nashrani dan belajar. Tak berapa lama uskup tersebut meninggal.

- Lalu oleh orang-orang diangkatlah seorang uskup yang baru. Salman melihat uskup baru ini lebih baik agamanya dibanding uskup yang lama. Uskup yang lama suka menyimpan shodaqah yang katanya akan dibagikan ke orang yang membutuhkan untuk dirinya sendiri.

- Uskup baru ini sangat dicintai. Salman mencintainya dengan sangat karena kebaikan beragamanya. Belum pernah ada orang yang dicintainya sedalam itu sebelumnya.

- Pada saat ajal uskup telah dekat, bertanyalah Salman tentang siapa yang perlu dia ikuti sepeninggal beliau nanti. Dia pun menjawab bahwa Salman harus menemui seorang pemimpin yang tinggal di Amuria, suatu kota yang termasuk wilayah Romawi. Salman pun berangkat ke sana dan tinggal bersamanya. Sebagai bekal hidup, dia beternak kambing dan sapi.

- Kemudian saat ajal sang pemimpin sudah dekat, Salman pun bertanya lagi tentang siapa yang perlu diikuti olehnya sepeninggal sang pemimpin," Anakku! Tak ada seorang pun yang kukenal yang serupa dengan kita keadaannya dan dapat kupercayakan engkau kepadanya. Tetapi sekarang telah dekat masanya, kebangkitan seorang nabi yang mengikuti agama Ibrahim secara murni. Ia nanti akan hijrah ke suatu tempat yang ditumbuhi qurma dan terletak di antara dua bidang tanah berbatu hitam. Seandainya kamu dapat pergi ke sana, temuilah dia! Ia mempunyai tanda-tanda yang jelas dan gamblang. Ia tidak mau makan shadaqah, sebaliknya bersedia menerima hadiah dan di pundaknya ada cap kenabian yang bila kamu melihatnya, segeralah kau mengenalnya.

- Kebetulan pada suatu hari lewatlah rombongan berkendaraan, lalu Salman bertanya darimana mereka datang. Ternyata mereka datang dari jazirah Arab, maka Salman berkata pada mereka agar membawa dirinya, dan sebagai gantinya diberikannya sapi-sapi dan kambing-kambingnya pada mereka. Mereka setuju.

-Salman pun pergi bersama mereka. Di kala sampai di daerah yang bernama Wadil Qura yang banyak pohon qurma, dikiranya dia telah sampai, namun ternyata dia salah. Di daerah itu Salman dianiaya, lalu dijual kepada seorang Yahudi.

- Sejak saat itu Salman tinggal bersama orang yang membelinya, hingga datang suatu hari Bani Quraidhah yang membeliku darinya. Salman dibawa ke Madinah. Salman baru melihat negeri itu dan dia yakin itulan negeri yang dikatakan padanya saat itu.

- Salman tinggal bersama Yahudi itu hingga datangnya Rasulullah ke Madinah dan singgah di Bani 'Amar bin 'Auf di Quba.

- Pada suatu hari saat Salman berada di atas pohon qurma sedang majikannya berada di bawah, tiba-tiba datang seorang yahudi yang merupakan sepupu majikan Salman. Yahudi itu mengatakan padanya ,"Bani Qilah, celaka! Mereka berkerumun mengelilingi seorang laki-laki di Quba yang datang dari Mekah dan mengaku sebagai Nabi......

- Demi Allah, mendengar kata-kata itu tubuh Salman bergetar dan pohon qurma bagai terguncang, hampir saja Salman menjatuhi tuannya. Salman pun turun dan bertanya tentang berita itu.

- Majikan Salman sangat marah dan meninju Salman sambil berkata agar dia tetap bekerja dan jangan pikirkan macam-macam. Salman pun bekerja kembali.

- Setelah malam hari, Salman mengumpulkan apa yang ada padanya lalu pergi menemui Rasulullah di Quba.

- Salman masuk ke dalam kumpulan dan bermaksud memberikan persediaan makanan yang telah dia niatkan untuk sedekah.

- Lalu Salman mensedekahkan makanan itu kepada kumpulan orang-orang itu sambil mengatakan bahwa anggota rombongan lebih layak menerimanya.

- Rasulullah pun bersabda ," Makanlah dengan nama Allah", namun beliau tidak menyentuh makanan itu.

- Salman kembali pulang, namun pagi-pagi sekali dia kembali menemui rombongan itu dan menemui Rasulullah. Salman berkata pada Rasulullah, ,"Kulihat tuan tidak menyentuh sedekah semalam, tapi aku punya ini yang akan aku hadiahkan kepada tuan."

- Lalu Rasulullah bersabda,"Makanlah dengan nama Allah.". Beliau pun turut serta makan bersama dengan shahabat-shahabatnya.

Salman sudah melihat dua tanda-tanda yang disebutkan pendeta terdahulu. Dia pun pulang dan tinggal beberapa lama di daerahnya. Hingga suatu hari saat Rasulullah di Baqi, sedang mengiring jenazah bersama para shahabatnya, Salman mengucapkan salam dan Salman memperhatikan Rasulullah. Rasulullah menangkap maksud Salman, lalu disingkapnya burdahnya dari leher hingga Salman bisa melihat tanda kenabian yang ada di pundak Rasulullah sebagaimana disebut pendeta terdahulu. Melihat itu Salman menangis dan memeluk Rasulullah.

- Salman pun dipanggil Rasululllah, dan menceritakan kisahnya sebelum itu. Diceritakan kisahnya dari awal. Kemudian Salman masuk Islam.

- Salman pun diminta bicara pada tuannya agar memerdekakannya dengan tebusan, dan ini diiyakan oleh tuannya. Rasulullah pun meminta para shahabat untuk membantu Salman dalam urusan keuangan. Merdekalah Salman.

Bersambung....