Friday, May 26, 2017

Mush'ab bin Umair (Duta Islam yang pertama). (Bagian 3)


- Demikianlah prestasi duta Rasulullah SAW yang pertama, telah mencapai hasil yang gemilang. Akhirnya pada waktunya, Rasulullah bersama para shahabat hijrah ke Madinah.

- Kaum Quraisy semakin geram dengan kemajuan umat Islam. Dalam perang Badar, kaum Quraisy kalah. Hal ini membuat mereka semakin tidak berfikir sehat. Mereka pun melancarkan perang kembali beberapa waktu kemudian, yang dikenal dengan perang Uhud.

- Kaum muslimin pun bersiap menghadapi perang tersebut. Rasulullah ikut berperang. Beliau berada di bagian tengah pasukan. Beliau pun menatap kaum muslimin sambil menyelidik siapa gerangan yang tepat memegang bendera. Mush'ab pun terpanggil, majulah Mush'ab  dan tampil membawa bendera.

- Pada saat posisi kaum muslimin sudah menang atas kaum Quraisy, sebagian pasukan panah lupa pada peraturan dan posisinya, mereka meninggalkan posisinya saat melihat kaum Quraisy sudah kalah tunggang langgang. Namun apa daya, kesempatan ini dimanfaatkan pasukan berkuda kaum Quraisy untuk membalas maju. Posisi kaum muslimin jadi berbalik menghadapi kekalahan parah.

- Menyadari situasi yang berbahaya ini, Mush'ab bergerak maju. Mengacungkan benderanya tinggi-tinggi, menebas lawan, dan berputar-putar bagai Singa. Tujuannya hanya satu, yaitu menarik perhatian musuh agar tidak menyerang Muhammad SAW. Satu orang Mush'ab ibarat sepasukan tentara, meyerang musuh.

- Meski seorang diri, Mush'ab ibarat pasukan besar. Sebelah tangannya memegang bendera bagai tameng kesaktian, sedang tangannya yang satu lagi menebaskan pedangnya yang tajam ke arah lawan. Musuh bertambah banyak dan berusaha menghabisinya demi bisa mengarahkan serangan ke arah Rasulullah SAW.

- Berikut kesaksian orang yang melihat kejadian saat itu :
Berkata Ibnu Sa'ad:" Diceritakan kepada kami oleh Ibrahim bin Muhammad bin Syurahbil al-'Ahdari dari bapaknya, ia berkata :

Mush'ab bin Umair adalah pembawa bendera di Perang Itu. Tatkala barisan Muslimin pecah. Mush'ab bertahan pada kedudukannya. Datanglah seorang musuh berkuda, Ibnu Qumaiah namanya, lalu menebas tangannya hingga putus, sementara Mush'ab mengucapkan ,"Muhammad itu tiada lain hanyalah seorang Rasul yang sebelumnya telah didahului oleh beberapa Rasul". Maka dipegangnya bendera dengan tangan kirinya sambil membungkuk melindunginya. Musuh pun menebas tangan kirinya itu pula hingga putus pula. Mush'ab membungkuk ke arah bendera, lalu dengan kedua pangkal lengannya meraihnya ke dada sambil mengucapkan ,"Muhammad tiada lain hanyalah seorang Rasul, dan sebelumnya telah didahului oleh beberapa Rasul," Lalu orang berkuda itu menyerangnya untuk yang ketiga kali dengan tombak, dan menusukkan hingga tombak itu pun patah. Mush'ab pun gugur, bendera pun jatuh.

Mush'ab gugur sebagai syuhada. Pada saat tangannya putus dan terbang, karena kecintaan yang sangat pada Rasulullah, dan dia berfikir bila dia tewas maka terbuka jalan untuk menyerang Rasulullah, maka dia menghibur diri dengan mengatakan ,"Muhammad itu tiada lain hanyalah seorang Rasul yang sebelumnya telah didahului oleh Rasul terdahulu."

- Rasulullah sangat pilu melihat jasad para syuhada. Paman Rasulullah Hamzah, terkoyak tubuhnya dirusak oleh musuh. Shahabat-shahabat yang dekat dengan beliau. Mereka semua simbol ketulusan dan kesucian. Nabi SAW pun tak bisa membendung air matanya. Dibacakannya ayat :

"Di antara orang-orang Mu'min terdapat pahlawan-pahlawan yang telah menepati janjinya dengan Allah" ( QS al-Ahzab : 23).