Thursday, April 6, 2017

Jangan Lupakan Teori 80/20




Masih ingat teori 80/20?

Teori 80/20 dalam dunia lamar-melamar kerja ialah : 80 persen lowongan kerja TIDAK diiklankan, tapi diperebutkan oleh hanya 20 persen pelamar kerja di pasar kerja. Sementara itu hanya 20 persen lowongan diiklankan via media massa, tapi diperebutkan oleh 80 persen pencari kerja.

Mengapa begitu? Yuk kita lihat dampak dari pemasangan iklan di media massa. Pemasang iklan bisa jadi akan mendapat berkarung-karung amplop lamaran kerja? Seneng? Tunggu dulu. Ini pengalaman nyata penulis. Saat itu kantor penulis memasang lowongan kerja karena perlu 2-3 orang tenaga baru. Hasilnya ialah 7 karung penuh amplop lamaran kerja. Kesulitan mulai timbul karena harus menyeleksi sekian banyak lamaran. Akhirnya karena keterbatasan staf, jadilah siapa pun dikerahkan. Dari office boy sampai staff. Karena dikejar tenggat waktu dan waktu sudah malam, "tim seleksi" itu hanya melihat foto pelamar saja. "Wah ini cakep nih, masuk!", "Wah ini laki-laki gendut, serem, gak cantik", jadi bahan tertawaan di tengah lembur kantor. Hingga 3 jam, meski dengan cara "super kilat" cuma baru "menyisihkan" dua karung saja. Ijazah, foto, berlembar-lembar foto copy sertifikat, dalam waktu yang tidak terlalu lama langsung masuk ke tukang kiloan. Begitu juga dua karung lamaran yang terakhir datang, tanpa dibuka langsung masuk antrian tukang kertas kiloan.

Bagaimana dengan lamaran yang dikirimkan ke alamat email? Setali tiga uang, sama saja. Penyeleksi dengan kantor yang memiliki staff terbatas tidak akan membuka semua email masuk.

Ajakan saya, mari kejar 80 persen lowongan kerja yang tidak diumumkan di media massa. 

Tindakan JNE Solo dengan menempatkan drop box di kantor operasinya satu langkah yang bagus. Mengapa bagus? Pertama, jelas sekali bahwa pelamar sudah pernah minimal tahu bisnis yang digeluti JNE. Kedua, bagi pihak JNE memiliki data base pelamar yang baik, karena memiliki kesempatan mempelajari si pelamar. Suatu saat JNE butuh pegawai baru, langsung buka data pelamar yang sudah ada. Ketiga, minimal, pelamar yang memasukan lamarannya melalui drop box yang disediakan memiliki mental berani membuat keputusan sederhana yang diperlukan tanpa menunggu arahan.

Kalau anda sedang melamar, silakan fikirkan fenomena ini dan buatlah keputusan segera.


Solo, 6-4-2017 / 8-6-2016
Fadjar Setyanto