Monday, April 24, 2017

Polisi Tidur di Jalan dan Aturannya

Polisi tidur di jalan ternyata sudah diatur pemerintah. Ada aturan yang harus dipenuhi sehingga tidak bisa semaunya.

Monggo.

Solo, 24-4-2017 / 8-6-2016
Fadjar Setyanto

Pemandangan Indah di Sore Yang Cerah

Pemandangan indah di sore hari yang cukup menarik. Awan cerah dengan lukisannya. Saat ini tidak setiap hari bisa melihat pemandangan seperti ini karena setiap sore selalu hujan.

Solo, 24-4-2017 / 8-6-2016
Fadjar Setyanto

Sunday, April 16, 2017

Merah di Timur Yang Luar Biasa

Pemandangan yang luar biasa di pagi hari. Subhanallah.

Solo, 16-4-2017 / 8-6-2017
Fadjar Setyanto

Saturday, April 8, 2017

Friday, April 7, 2017

Mendung di Sore Hari

Pergerakan awan begitu cepat.

Pandangan yang lapang melihat bagaimana bentuk awan hitam bergerak sore ini sebelum hujan deras turun.





Solo, 7-4-2017 / 8-6-2016
Fadjar Setyanto




Mendung Menjelang Sholat Jumat


Menjelang Sholat Jumat, udara mendung sudah nampak.

Di Gonilan beberapa terakhir ini setiap jam 12 hujan rintik-rintik turun dan biasanya baru hujan deras pada jam 15,



Gonilan, 7-4-2017 / 8-6-2016
Fadjar Setyanto

Thursday, April 6, 2017

Jangan Lupakan Teori 80/20




Masih ingat teori 80/20?

Teori 80/20 dalam dunia lamar-melamar kerja ialah : 80 persen lowongan kerja TIDAK diiklankan, tapi diperebutkan oleh hanya 20 persen pelamar kerja di pasar kerja. Sementara itu hanya 20 persen lowongan diiklankan via media massa, tapi diperebutkan oleh 80 persen pencari kerja.

Mengapa begitu? Yuk kita lihat dampak dari pemasangan iklan di media massa. Pemasang iklan bisa jadi akan mendapat berkarung-karung amplop lamaran kerja? Seneng? Tunggu dulu. Ini pengalaman nyata penulis. Saat itu kantor penulis memasang lowongan kerja karena perlu 2-3 orang tenaga baru. Hasilnya ialah 7 karung penuh amplop lamaran kerja. Kesulitan mulai timbul karena harus menyeleksi sekian banyak lamaran. Akhirnya karena keterbatasan staf, jadilah siapa pun dikerahkan. Dari office boy sampai staff. Karena dikejar tenggat waktu dan waktu sudah malam, "tim seleksi" itu hanya melihat foto pelamar saja. "Wah ini cakep nih, masuk!", "Wah ini laki-laki gendut, serem, gak cantik", jadi bahan tertawaan di tengah lembur kantor. Hingga 3 jam, meski dengan cara "super kilat" cuma baru "menyisihkan" dua karung saja. Ijazah, foto, berlembar-lembar foto copy sertifikat, dalam waktu yang tidak terlalu lama langsung masuk ke tukang kiloan. Begitu juga dua karung lamaran yang terakhir datang, tanpa dibuka langsung masuk antrian tukang kertas kiloan.

Bagaimana dengan lamaran yang dikirimkan ke alamat email? Setali tiga uang, sama saja. Penyeleksi dengan kantor yang memiliki staff terbatas tidak akan membuka semua email masuk.

Ajakan saya, mari kejar 80 persen lowongan kerja yang tidak diumumkan di media massa. 

Tindakan JNE Solo dengan menempatkan drop box di kantor operasinya satu langkah yang bagus. Mengapa bagus? Pertama, jelas sekali bahwa pelamar sudah pernah minimal tahu bisnis yang digeluti JNE. Kedua, bagi pihak JNE memiliki data base pelamar yang baik, karena memiliki kesempatan mempelajari si pelamar. Suatu saat JNE butuh pegawai baru, langsung buka data pelamar yang sudah ada. Ketiga, minimal, pelamar yang memasukan lamarannya melalui drop box yang disediakan memiliki mental berani membuat keputusan sederhana yang diperlukan tanpa menunggu arahan.

Kalau anda sedang melamar, silakan fikirkan fenomena ini dan buatlah keputusan segera.


Solo, 6-4-2017 / 8-6-2016
Fadjar Setyanto

Tuesday, April 4, 2017

Diantara Dua Gunung.

Pemandangan pagi di Gonilan.

Mengarahkan pandangan ke Timur, melihat gunung luar biasa :



Mengarahkan pandangan ke Barat, melihat gunung yang juga indah :


Mengarahkan kembali pandangan ke Timur di saat matahari sudah setombak :


Solo, 4-4-2017 / 8-6-2016
Fadjar Setyanto