Thursday, January 12, 2017

Yang Kaya Makin Kaya, Yang Miskin Makin Miskin

Segerombolan anak ABG berkumpul di depan salah satu rumah. Mereka mengumbar tawa sekeras-keras seolah dunia milik mereka sendiri. Jam sendiri sudah menunjukkan waktu jam 23, akan tetapi mereka masih mengumbar tawa tanpa kontrol. Mereka tidak berfikir bahwa apa yang mereka lakukan mengganggu orang lain.

Melihat kondisi seperti ini memang sangat memprihatinkan. Pertanyaannya ialah:
"Apa yang menyebabkan ABG ini tidak betah di ruman?"
"Kapan mereka belajar?". Pertanyaan ke dua ini berkaitan bahwa mereka bergerombol bukan saja pada malam liburan. Pada malam jam sekolah biasa pun mereka bergerombol hingga larut malam.

Pertanyaan tersebut di atas hanya bisa dijawab oleh para pelaku sendiri, kenapa harus selalu belajar, kenapa pula nongkrong

Menyedihkan sekali memang. Zaman semakin berubah tetapi kelakuan mereka tidak berubah.

Mohon maaf, banyak anak-anak orang kaya belajar, kursus dan melatih ketrampilan mereka setiap hari. Mereka hanya bersenang-senang di hari libur. Sementara banyak ABG dari kalangan ekonomi menengah bawah, banyak menghabiskan waktu kumpul-kumpul tidak jelas dan tidak terarah. Oleh sebab itu bila ada kata-kata :YANG KAYA MAKIN KAYA, yang miskin makin miskin, ya bisa dianggap benar adanya, Kondisi kaya atau miskin ternyata mereka sendiri yang menciptakan. Ya jangan sinis.