Friday, January 6, 2017

Membaca Al Qur'an Dimana Saja




Suatu petang saat akan melaksanakan sholat Isya berjamaah, mata saya menangkap seorang anak laki-laki remaja dengan usia sekitar 12 tahun. Anak itu sedang membaca Al Qur'an sambil menunggu iqamah. Dia membaca dengan khusyu sekali. Tidak ada suara yang keluar dari mulutnya namun dia berkonsentrasi penuh.

Pada kesempatan lain saat sedang di pesawat, ada seorang pemuda sedang melihat ke arah Ipad-nya. Pada Ipadnya nampak tulisan-tulisan huruf Al Qur'an. Pemuda itu nampak serius membaca rangkaian-rangkaian huruf yang ada di dalamnya. Pemuda itu baru berhenti membaca saat ada pengumuman bahwa pesawat akan mendarat. Dia pun menonaktifkan Ipadnya.

Dua kejadian itu sungguh menurut saya pribadi adalah luar biasa. Hal itu bisa menjadi pemicu motivasi saya untuk lebih rajin membaca Al Qur'an dimana pun. Saya sendiri pun sudah memliki aplikasi Al Qur'an di tablet saya. Tak lupa saya juga meletakkan satu Al Qur'an kecil di dalam tas saya. Namun saya belum bisa disiplin membaca setiap saat dimana saja yang memungkinkan untuk membacanya seperti mereka di atas. 

Gerakan Literasi

Kalau saat ini sedang digalakan gerakan literasi di sekolah bahkan beberapa sekolah menggalakan gerakan membaca selama 15 menit sebelum belajar maka itu adalah kebiasaan yang bagus. Mungkin ada baiknya selain membaca buku yang ada, siswa diperkenankan membaca kitab sucinya masing-masing. Bagi yang Islam bisa membaca Al Qur'an. Bagi yang Kristen membaca Injil. Begitu juga bagi penganut agama lainnya seperti Hindu dan Budha.

Biar bagaimanapun kebiasaan membaca kitab suci akan membuat siswa lebih mengerti tuntunan agamanya sehingga akan menciptakan generasi yang berakal budi dan berakhlaq mulia. Kesediaan membaca kitab suci dimana pun yang bersangkutan berada mampu menghindarkan siswa berfikir kosong alias menjadi ngawur dalam berprilaku. 

Semoga bisa terlaksana. Aamiin.

Solo, 6-1-2017 / 8-6-2016
Fadjar Setyanto