Thursday, October 20, 2016

Kuliner : Nikmatnya Kopi Gayo




Saat istri saya kembali dari mengisi workshop di Aceh, dia membawa oleh-oleh untuk saya berupa kopi Gayo. Kopi Robusta dari Aceh.


Sebagai pecinta kopi tentu saja ini oleh-oleh yang sangat luar biasa. Saya sudah sering mendengar tentang kopi Aceh. Namun baru sekarang saya bisa merasakannya. Harap maklum beberapa kedai kopi yang pernah saya kunjungi biasanya lebih mementingkan nama-nama minuman berbau asing dari pada nama lokal. Yah mungkin kebetulan kedai kopi yang saya kunjungi juga berbau asing he he.


Kembali ke kopi Gayo. Pada saat bingkisan pertama kali dibuka, bau harum kopi Gayo sudah menyebar rata ke setiap sudut ruangan. Harum sekali baunya. 


Saat menyeduh untuk pertama kali, sesuai saran teman-teman istri yang asal Aceh, gunakan air yang benar-benar mendidih, lalu taruh bubuk kopi di saringan. Setelah itu siram bubuk kopi yang berada di saringan dengan air panas tadi. 


Istri saya pun mengikuti saran temannya tersebut. Pada saat menghidangkan kopi untuk saya, dia pun melakukan hal yang disarankan kawannya itu. Istimewanya ialah, segera setelah cairan air panas dituangkan ke tumpukan bubuk kopi dan menyentuh timbunan bubuk kopi Gayo, bau semerbak kopi akan menyebar ke segala penjuru ruangan. Kesan kopi mewah pun muncul. Luar biasa.


Saat penyajian kadang-kadang saya menambahkan gula namun kadang juga tanpa gula. Baik dengan menambahkan gula ataupun tidak rasanya tetap luar biasa di lidah. Saya pun pesan ke istri saya, agar menyimpan nama temannya yang di Aceh tersebut. Kalau stok habis, maka kami bisa minta tolong agar dibelikan lagi. Langsung dari Aceh!


Indonesia memang luar biasa dan kaya.



Solo, 20 Oktober 2016 / 8 Juni 2016
Fadjar Setyanto


Persiapan TOEFL / IELTS

Dukung para penyandang Epilepsi