Friday, October 21, 2016

Berfikir Efektif : Jangan Hadapi Masalah Sulit Secara Langsung


“Selesaikan yang mudah dulu, baru yang sulit”. Itulah yang sering anda dan saya dengar saat melaksanakan tes di SD dan di SMP. Terlihat sederhana tetapi ternyata mengandung rahasia yang sangat dahsyat. Banyak diantara kita, dari merasa kesulitan atas suatu test, tetapi karena mengerjakan dari yang mudah terlebih dahulu, justru menemukan jalan keluar atas soal yang sulit. Akhirnya semua soal tes bisa terjawab dengan baik.

Sebagai contoh, misalnya seorang siswa berbicara masalah “manajemen waktu”. Bagi seorang siswa, masalah manajemen waktu sungguh terlalu besar dan sulit. Janganlah ia langsung berhadapan dengan hal itu. Yang terbaik dilakukan ialah, disiplin mengerjakan PR setiap malam. Mungkin ini juga masih terlalu sulit. Nah sebaiknya ialah berkomitmen melihat kembali pelajaran selama 5 menit sebelum dan setelah pelajaran yang baru saja diterimanya. Setelah itu berkomitmen mengerjakan PR dan membaca selama 30 menit pelajaran yang akan dipelajari besok dan pelajaran yang telah dipelajari hari ini. Meningkat dan meningkat lagi hingga ke manajemen waktu yang sesungguhnya di bidang yang lainnya.

Contoh lainnya ialah saat Sergey dan Larry mendapat penanaman investasi dari Andy teman mereka sekaligus pendiri Sun Microsystem. Karena terburu-buru Andy tidak bertanya lebih banyak pada saat pertemuan, hanya menuliskan cek sebesar USD 100.000,00. Sergey dan Lary senang tapi bingung Karena Andy menuliskan ceknya atas nama Google Corp. Nama Google sesungguhnya belum resmi sebagai perusahaan. Itu hanya penamaan saja dari Sergey dan larry, dan tidak punya legalitas hukum. Sergey dan Lary pun melakukan yang bisa mereka lakukan dulu saat itu, yaitu mengajak kolega, kerabatnya, serta relasinya menanamkan modal. Akhirnya terkumpullah 1 juta dollar. Berdasarkan dana yang ada barulah mereka mendirikan Google secara legal. Sekali lagi, masalah besar terpecahkan dengan sendiri pada saat masalah-masalah kecil di bawahnya terpecahkan.

Kasus di atas sebagai bukti melakukan yang mudah dulu baru melakukan yang sulit terbukti bisa memberikan hasil yang baik. Capailah bulan terlebih dahulu, baru membuat manusia berjalan di bulan dan kembali ke bumi dengan selamat.

Para ahli yang hebat, pemikir, penulis, dan pekerja kreatif memilih tidak berhadapan dengan hal-hal sulit secara langsung, tapi melakukan dari hal-hal yang mudah terlebih dahulu sedikit-demi sedikit. Mengumpulkan potongan-potongan kecil hingga mengarah ke persoalan berat yang sesungguhnya. Dengan demikian mereka lebih mudah memecahkan masalah berat.

Bagaimana menurut anda?

Solo, 21 Oktober 2016 / 8 Juni 2016
Fadjar Setyanto

Persiapan TOEFL / IELTS

Solo, 0852 8888 0806

-----------------------------------
Peduli Epilepsi
www.ina-epsy.org
-----------------------------------