Monday, October 24, 2016

Foto : Mandi Hujan

Foto ini diambil di bulan Mei 2016 saat hujan deras baru saja reda di wilayah Kemayoran. Lokasi foto di Sumur Batu, Kemayoran, Jakarta Pusat.








Solo, 24 Oktober 2016 / 8 Juni 2016
Fadjar Setyanto


Persiapan TOEFL / IELTS
Solo, 0852 8888 0806



======================
Peduli Epilepsi
www.ina-epsy.org
======================

Sunday, October 23, 2016

Jl. PAM, Kemayoran, Jkt, pada April 2016







Solo, 23 Oktober 2016 / 8 Juni 2016
Fadjar Setyanto



Persiapan TOEFL / IELTS
Solo, 0852 8888 0806


====================
Peduli Epilepsi
www.ina-epsy.org
====================

Foto : Kursus Bahasa Inggris "my english"

Para siswa menjelang saat pulang di sore hari.

"my english" menerima siswa baru, hubungi ms Ganis di 021 421 4874 untuk informasi.










Solo, 23 Oktober 2016 / 8 Juni 2016
Fadjar Setyanto



Persiapan TOEFL / IELTS
Solo, 0852 8888 0806


======================
Peduli Epilepsi
www.ina-epsy.org
======================

Foto : Cempaka Baru 9, April 2016




Solo, 23 Oktober 2016 / 8 Juni 2016
Fadjar Setyanto



Persiapan IELTS / TOEFL
Solo. 0852 8888 0806



====================
Peduli Epilepsi
www.ina-epsy.org
====================

Video : Chrisye - Asmara



video


video



Solo, 23 Oktober 2016 / 8 Juni 2016
Fadjar Setyanto


Persiapan IELTS / TOEFL
Solo, 0852 8888 0806



========================
Peduli Epilepsi
www.ina-epsy.org
========================

Foto : Sumur Batu, Jakarta di September 2015




Solo, 23 Oktober 2016 / 8 Juni 2016
Fadjar Setyanto



Persiapan IELTS / TOEFL
Solo, 0852 8888 0806


==============================
Peduli Epilepsi
www.ina-epsy.org
==============================

Foto : Sumur Batu, Jakarta di Bulan April 2016








Solo, 23 Oktober 2016 / 8 Juni 2016
Fadjar Setyanto


Persiapan TOEFL / IELTS
Solo, 0852 8888 0806


====================
Peduli Epilepsi
www.ina-epsy.org
====================

Saturday, October 22, 2016

Berfikir Efektif : Kasus Master Cheff

Melanjutkan tema tentang "Kuasai Hal Dasar Secara Mendalam", saya ingat tentang program TV yang berjudul Master Cheff. Ini salah satu program favorit saya beberapa waktu lalu, karena bukan hanya sekedar ketrampilan, seni dan pengetahuan saja tapi juga ada filosofis dari menjadi seorang master.


Salah satu sesi dari acara itu ialah menentukan kandungan atau bumbu yang dipakai dalam masakan. Beberapa peserta setelah dihadapkan pada suatu masakan maka diminta menulis kandungan atau bumbu yang dipakai.Beberapa peserta bisa menuliskan banyak nama-nama kandungan atau bumbu yang dipakai, namun beberapa peserta lainnya nampak tidak banyak yang bisa ditulis. Menariknya lagi ialah para peserta itu sudah lolos 6 kali seleksi. Sudah lolos 6 kali seleksi artinya mereka punya ketrampilan memasak yang cukup.


Bagi peserta yang bisa menuliskan banyak nama kandungan atau bumbu yang dipakai dan benar, artinya mereka memang mengusai apa yang mereka lakukan. Namun pada sebagian yang cuma bisa menuliskan beberapa dan masih salah, tentu saja bisa disimpulkan mereka belum menguasai hal dasar secara mendalam. Program dan sesi ini adalah contoh yang bagus untuk menyatakan agar kita "mengusai hal dasar secara mendalam". 


Tentu saja bagi seorang "master cheff" yang menguasai secara mendalam, bisa membuat kreasi baru lebih banyak daripada yang tidak menguasai secara mendalam. Hal ini berlaku juga dalam bidang-bidang lainnya.


Solo, 22 Oktober 2016 / 8 Juni 2016
Fadjar Setyanto


Persiapan TOEFL / IELTS


-----------------------------
Peduli Epilepsi
-----------------------------


Friday, October 21, 2016

Berfikir Efektif : Jangan Hadapi Masalah Sulit Secara Langsung


“Selesaikan yang mudah dulu, baru yang sulit”. Itulah yang sering anda dan saya dengar saat melaksanakan tes di SD dan di SMP. Terlihat sederhana tetapi ternyata mengandung rahasia yang sangat dahsyat. Banyak diantara kita, dari merasa kesulitan atas suatu test, tetapi karena mengerjakan dari yang mudah terlebih dahulu, justru menemukan jalan keluar atas soal yang sulit. Akhirnya semua soal tes bisa terjawab dengan baik.

Sebagai contoh, misalnya seorang siswa berbicara masalah “manajemen waktu”. Bagi seorang siswa, masalah manajemen waktu sungguh terlalu besar dan sulit. Janganlah ia langsung berhadapan dengan hal itu. Yang terbaik dilakukan ialah, disiplin mengerjakan PR setiap malam. Mungkin ini juga masih terlalu sulit. Nah sebaiknya ialah berkomitmen melihat kembali pelajaran selama 5 menit sebelum dan setelah pelajaran yang baru saja diterimanya. Setelah itu berkomitmen mengerjakan PR dan membaca selama 30 menit pelajaran yang akan dipelajari besok dan pelajaran yang telah dipelajari hari ini. Meningkat dan meningkat lagi hingga ke manajemen waktu yang sesungguhnya di bidang yang lainnya.

Contoh lainnya ialah saat Sergey dan Larry mendapat penanaman investasi dari Andy teman mereka sekaligus pendiri Sun Microsystem. Karena terburu-buru Andy tidak bertanya lebih banyak pada saat pertemuan, hanya menuliskan cek sebesar USD 100.000,00. Sergey dan Lary senang tapi bingung Karena Andy menuliskan ceknya atas nama Google Corp. Nama Google sesungguhnya belum resmi sebagai perusahaan. Itu hanya penamaan saja dari Sergey dan larry, dan tidak punya legalitas hukum. Sergey dan Lary pun melakukan yang bisa mereka lakukan dulu saat itu, yaitu mengajak kolega, kerabatnya, serta relasinya menanamkan modal. Akhirnya terkumpullah 1 juta dollar. Berdasarkan dana yang ada barulah mereka mendirikan Google secara legal. Sekali lagi, masalah besar terpecahkan dengan sendiri pada saat masalah-masalah kecil di bawahnya terpecahkan.

Kasus di atas sebagai bukti melakukan yang mudah dulu baru melakukan yang sulit terbukti bisa memberikan hasil yang baik. Capailah bulan terlebih dahulu, baru membuat manusia berjalan di bulan dan kembali ke bumi dengan selamat.

Para ahli yang hebat, pemikir, penulis, dan pekerja kreatif memilih tidak berhadapan dengan hal-hal sulit secara langsung, tapi melakukan dari hal-hal yang mudah terlebih dahulu sedikit-demi sedikit. Mengumpulkan potongan-potongan kecil hingga mengarah ke persoalan berat yang sesungguhnya. Dengan demikian mereka lebih mudah memecahkan masalah berat.

Bagaimana menurut anda?

Solo, 21 Oktober 2016 / 8 Juni 2016
Fadjar Setyanto

Persiapan TOEFL / IELTS

Solo, 0852 8888 0806

-----------------------------------
Peduli Epilepsi
www.ina-epsy.org
-----------------------------------

Thursday, October 20, 2016

Kuliner : Nikmatnya Kopi Gayo




Saat istri saya kembali dari mengisi workshop di Aceh, dia membawa oleh-oleh untuk saya berupa kopi Gayo. Kopi Robusta dari Aceh.


Sebagai pecinta kopi tentu saja ini oleh-oleh yang sangat luar biasa. Saya sudah sering mendengar tentang kopi Aceh. Namun baru sekarang saya bisa merasakannya. Harap maklum beberapa kedai kopi yang pernah saya kunjungi biasanya lebih mementingkan nama-nama minuman berbau asing dari pada nama lokal. Yah mungkin kebetulan kedai kopi yang saya kunjungi juga berbau asing he he.


Kembali ke kopi Gayo. Pada saat bingkisan pertama kali dibuka, bau harum kopi Gayo sudah menyebar rata ke setiap sudut ruangan. Harum sekali baunya. 


Saat menyeduh untuk pertama kali, sesuai saran teman-teman istri yang asal Aceh, gunakan air yang benar-benar mendidih, lalu taruh bubuk kopi di saringan. Setelah itu siram bubuk kopi yang berada di saringan dengan air panas tadi. 


Istri saya pun mengikuti saran temannya tersebut. Pada saat menghidangkan kopi untuk saya, dia pun melakukan hal yang disarankan kawannya itu. Istimewanya ialah, segera setelah cairan air panas dituangkan ke tumpukan bubuk kopi dan menyentuh timbunan bubuk kopi Gayo, bau semerbak kopi akan menyebar ke segala penjuru ruangan. Kesan kopi mewah pun muncul. Luar biasa.


Saat penyajian kadang-kadang saya menambahkan gula namun kadang juga tanpa gula. Baik dengan menambahkan gula ataupun tidak rasanya tetap luar biasa di lidah. Saya pun pesan ke istri saya, agar menyimpan nama temannya yang di Aceh tersebut. Kalau stok habis, maka kami bisa minta tolong agar dibelikan lagi. Langsung dari Aceh!


Indonesia memang luar biasa dan kaya.



Solo, 20 Oktober 2016 / 8 Juni 2016
Fadjar Setyanto


Persiapan TOEFL / IELTS

Dukung para penyandang Epilepsi




Wednesday, October 19, 2016

Berfikir Efektif : Kuasai Hal Sederhana Dengan Mendalam

 Mengerti secara mendalam, nampak seperti kalimat yang sederhana dan mudah. Namun demikian untuk mengerti secara mendalam dibutuhkan komitmen yang kuat dan disiplin kuat. Para ahli benar-benar mengerti hal yang mereka tekuni dan mereka tidak bosan mengecek dari awal lagi. Mereka rajin bertanya "mengapa", "mengapa", "mengapa", hingga mendasar. 


Salah satu contoh menguasai secara mendalam ialah permainan piano Fur Elize yang dimainkan oleh pemain pemula dan oleh maestro sekelas Clayderman. Keduanya memainkan nada yang sama, Fur Elize. Nada yang dimainkan oleh sang pemula memang benar nada-nada Fur Elize. Permainan sang pemula memang lancar dan menyuarakan Fur Elize lengkap tanpa terputus-putus hingga selesai. Namun saat Fur Elize dimainkan oleh Clayderman, permainan dan nada-nada yang dihasilkan sungguh luar biasa hingga bisa menghanyutkan pendengarnya.


Dalam mempelajari sesuatu dan dalam setiap hal yang anda lakukan, perlu sekali menggali kembali ketrampilan dan pengetahuan tentang konsep dasarnya dan kasus sederhana yang ada padanya. Tentu saja hanya sekali saja mempelajari tidak akan pernah cukup. Biasanya pada saat anda menggali kembali konsep dasar, anda akan menemukan suatu sudut pandang baru. Tentu saja diperlukan waktu dan tenaga lebih banyak untuk mempelajari ulang suatu konsep dasar tersebut namun dengan membangun dasar yang kuat maka suatu saat anda akan menemukan kebenarannya yaitu kemampuan anda akan berkembang semakin hebat.


Pada kasus pemain piano pemula dibandingkan maestro, jelas penguasaan dan ketrampilan sang maestro jauh sekali di atas pemain pemula. Sang maestro pasti sudah ratusan kali mungkin ribuan kali memainkan Fur Elize sehingga memiliki daya artistis dan kontrol yang sangat baik. Sehingga menghasilkan karya yang sangat indah dan memiliki "ruh".


Mari gali kembali ketrampilan dan pengetahuan kita.



Solo, 19 Oktober 2016 / 8 Juni 2016
Fadjar Setyanto



Persiapan IELTS / TOEFL

Tuesday, October 18, 2016

Panorama : Nyamannya Dengan Pemandangan Ini

Sejak kemarin malam hingga tadi pagi selepas sholat shubuh saya memperhatikan bulan yang kebetulan bentuknya utuh.

Ada suatu kenyamanan tersendiri saat saya memperhatikan langit cerah lengkap dengan bulan purnamanya (jawa : wulandari). Tidak bosan saya memperhatikannya.

Solo, 18 Oktober 2016 / 8 Juni 2016
Fadjar Setyanto

IELTS / TOEFL preparation course
@Solo, 085288880806

Monday, October 17, 2016

Panorama : Purnama Di Barat

IELTS / TOEFL preparation course
Fadjar Setyanto

@Solo, 17 October 2016 / 8 Juni 2016



Peduli Epilepsi

www.ina-epsy.org


Panorama : Purnama Di Barat

Pagi setelah sholat shubuh saya melakukan jogging dengan berjalan kaki memutari kampung.
Ternyata saat saya sedang melintasi persawahan, saya melihat pemandangan bulan penuh di barat. Subhanallah pemandangan itu sangat bagus.
Saya sempatkan memotret dengan hp murah saya. Saya dapatkan gambar yang cantik. Beberapa menit setelah itu, sang bulan pun tertutup awan dan tidak terlihat lagi hingga matahari terbit.
Kebiasaan dan kepekaan saya memotret ternyata menjadikan saya memiliki insting dan kepekaan terhadap suatu momen. Alhamdulillah.
Solo, 17 Oktober 2016 /  8 Juni 2016
Fadjar Setyanto
IELTS / TOEFL preparation course
@Solo, 0852 8888 0806

--------
Peduli Epilepsi
www.ina-epsy.org
--------

Saturday, October 15, 2016

Sebentar Saja Tapi Luar Biasa : Purnama




Malam ini saya sungguh beruntung. Saya beruntung karena bisa melihat bulan yang hampir bulat bundar penuh dalam beberapa menit. Kejadian tersebut terjadi saat jam menunjukkan jam 7 malam. 


Saya sempat memandangi bulan tersebut beberapa menit. Saya sangat bersyukur bisa melihatnya. Saya sangat menikmati pemandangan tersebut. Ada kekaguman dalam hati saya. Secara tidak sengaja saya pun menikmatinya sambil tersenyum kagum.


Selang beberapa menit kemudian, sang bulan bersembunyi kembali di balik awan tebal. Dia bersembunyi cukup lama. Sampai jam 22.15 saya belum bisa melihatnya kembali.


Saya bersyukur meskipun sebentar tapi saya sempat menikmati keindahan malam ini karena bulan menampakan dirinya.


Semoga besok malam saya masih bisa menikmatinya lagi.


Solo, 15 Oktober 2016 / 8 Juni 2016
Fadjar Setyanto


TOEFL / IELTS preparation course

Friday, October 14, 2016

Ini Perlunya Santai


"Works all the time and no play, makes Jack a dull boy", kira-kira bila diterjemahkan adalah sebagai berikut : kerja terus-menerus tanpa ada jeda untuk menyenangkan diri sendiri akan membuat seseorang menjadi tumpul (nalar dan sensitifitas pada lingkungan sekitar atau prestasinya).


Saya teringat film Million Dollar Arm yang menceritakan kisah pencari bakat yang membawa tiga anak India dari kampung miskin untuk menjadi atlet baseball profesional di Amerika. Dalam kisah tersebut diceritakan sang agen yang karena ambisinya terlalu tinggi serta tekanan pembenaran bahwa pilhannya adalah benar, maka memberi jadwal latihan yang ketat bagi ketiga anak India tersebut. Tekanan yang dialami sang agen sangat wajar, karena dana yang sudah dikeluarkan sang investor sudah sangat besar untuk ketiganya.


Di bawah tekanan yang tinggi, ternyata prestasi ketiga anak India tersebut malah jauh di bawah potensi yang bisa mereka berikan. Atas saran seorang tetangga yang kemudian menjadi kekasih dari sang agen, perilaku sang agen berubah. Perubahan itu pun tidak mudah, karena ego yang tinggi. Hubungan mereka sempat renggang. Sang agen menyadari bahwa apa yang didengar dari teman dekatnya tersebut adalah benar adanya. Dia pun mulai mengubah perilakunya.


Sejak saat itu dia tidak memberi jadwal latihan yang ketat dan keras seperti sebelumnya, serta tidak menganggap mereka sebagai suatu investasi yang harus cepat kembali. Dia mengubah pandangannya bahwa investasinya ialah dalam bentuk hubungan baik dan mulai menganggap ketiganya sebagai anggota keluarganya. Dia pun mulai bersenang-senang dengan ketiganya. Pergi liburan, makan bersama, dan bersenda gurau bersama adalah jadwal rutin yang dilakukan di luar latihan. Ternyata hasil yang diberikan ketiganya, jauh melebihi target dari sang agen. Mereka mengeluarkan kemampuannya melampaui batas yang bisa mereka lakukan. Jadilah judul film itu : Lengan Jutaan Dolar.


Dari film itu bisa ditarik pesan bahwa keras terhadap sesuatu juga perlu santai, dan pesan lainnya ialah : jadilah pandai dalam mendengarkan.


Semoga tulisan ini bermanfaat. Melalui tulisan ini penulis juga sedang mendidik diri sendiri.


Solo, 14 Oktober 2016 / 8 Juni 2016
Fadjar Setyanto


TOEFL / IELTS preparation course
@ Solo, 0852 8888 0806




Sunday, October 9, 2016

Trotoar Yang Menyenangkan

Pemandangan trotoar untuk pejalan kaki yang menyenangkan di Solo.

Solo, 10 Oktober 2016 / 8 Juni 2016
Fadjar Setyanto

Saturday, October 1, 2016

Makanan Jadul Yang Tetap Enak




Makanan ini masih saja membuat lidah kangen dan bisa menari-nari Salsa atau Tanggo seperti dulu saat saya masih di TK atau SD. Pada masa itu makanan ini sangat terkenal di kalangan anak -anak. Saya tidak tahu bagaimana dengan anak -anak milenium sekarang apakah masih mengenal dan merasakan kue ini sebagai kenikmatan tersendiri atau tidak.


Dari cara mengemasnya pun tidak berubah. Dari kertas pembungkusnya pun tidak berubah. Gaya pencetakan kuenya pun tetap sama seperti dulu. Singkat kata, tidak ada yang berubah. Sisi hebatnya ialah kemampuan kue ini bertahan hingga saat ini di saat persaingan dengan makanan modern dan berbagai macam inovasi makanan terjadi.


Andai pola pengepakan ditingkatkan, rasa-rasanya kue ini akan semakin menarik dibanding bila masih tetap seperti sekarang ini. Bila mengenai masalah rasa saya acungi jempol, memang tetap enak. Tidak berubah. Tak lekang dimakan waktu. (****)


Solo, 1 Oktober 2016 / 8 Juni 2016
Fadjar Setyanto

TOEFL / IELTS preparation course