Saturday, September 3, 2016

Menabung Ala E-money Mandiri

Kebiasaan menggunakan uang plasti bernama e-money, membuat saya terbiasa menabung kecil-kecil.
Kebiasaan lama saya ialah mengumpulkan uang receh. Setelah banyak uang receh tersebut dikelompokan lalu setiap seribu rupiah direkatkan dengan menggunakan seal tape. Jadi sekelompok uang bernilai seribu rupiah.
Setelah mengenal e-money kebiasaan saya berubah. Kalau dulu untuk beli bensin, bayar tol, bayar parkir, saya menyediakan uang secara terpisah. Setelah transaksi mulailah berdatangan uang koin receh seperti cerita di atas.
Sekarang kebiasaan tersebut berubah. Saya cukup mengalokasikan dana setiap minggu untuk tol, parkir, dan beli bensin. Sekarang cukup saya top up e money saya sejumlah rupiah tertentu. Setiap minggu saat saya top up berikutnya, maka sisa-sisa uang hasil transaksi tetap ada di kartu e-money. Secara akumulasi sisa uang tersebut makin bertambah. Bila jumlahnya cukup maka bisa digunakan berbelanja kembali misalnya di mini market uang berwarna biru.
Kehadiran e-money juga mengurangi saya memegang uang receh logam. Uang receh logam andai saya terima dari hasil transaksi tunai maka saya simpan untuk koleksi.
Menyenangkan memang menabung ala e-money.
Tertarik mencobanya?
Solo,  3 September 2016 / 8 Juni 2016
Fadjar Setyanto
- - - - - - - -
TOEFL / IELTS preparation course
@Solo,  call 085288880806