Sunday, September 4, 2016

Gara-gara Menganggap Remeh Hal Penting

Seorang paruh baya baru saja selesai melakukan operasi mata. Dia harus menjalani pengangkatan kornea karena matanya terkena serpihan paku. Serpihan pecahan paku masuk ke matanya dan bersarang di kornea matanya. Operasi yang harus dilakukan ialah pengambilan kornea. Bila sudah demikian maka tak ada pilihan lain mata menjadi buta.


Sesungguhnya kerja memukul paku adalah pekerjaan mudah dan biasa dilakukan siapapun. Namun siapa nyana bahwa pekerjaan sederhana itu bisa berujung hilangnya penglihatan laki-laki paruh baya di atas. Andai saja laki-laki itu memakai kacamata pelindung, pastinya kejadian "konyol" tersebut tak akan terjadi.


Saya beberapa kali melihat perbuatan sederhana dan mudah tapi berujung menyakitkan.


Pertama.

Seorang kakek naik sepeda motor tiba-tiba terserempet kendaraan di belakangnya. Sang kakek terjatuh, helm terlepas, lalu kepalanya terantuk aspal. Seketika orang itu kaku, tidak bisa diluruskan. Posisinya persis seperti dia mengendarai sepeda motor. Setelah dicek, ternyata dia tidak meng"klik"  helmnya dengan benar.


Kedua.

Seorang tukang bangunan memotong keramik tidak menggunakan masker. Sehari setelah dia memotong keramik dia sakit parah karena banyak debu halus masuk ke paru-parunya. Andai dia memakai masker, bisa dipastikan dia akan terhindar dari penyakit tersebut.


Memang sering kita menganggap remeh hal-hal yang nampak sederhana tetapi sangat penting. Keselamatan kerja masih banyak dianggap remeh.


Semoga kita termasuk orang yang tidak menganggap remeh hal yang prinsip.



Solo, 5 September 2016 / 8 Juni 2016

Fadjar Setyanto