Friday, July 1, 2016

Minum Coke Mabok

Kow kow adalah istilah yang biasa di kalangan pekerja kantoran. Biasanya dilakukan setiap akhir pekan.

Dalam tulisan ini penulis mencoba mengingat-ingat kebiasaan kow kow bersama kolega atau mitra bisnis saat penulis berkantor di kawasan segitiga emas Sudirman. Sebagai marketing kadang-kadang harus mengajak dinner beberapa tamu untuk dinner. Lokasi favorite biasanya di Plaza Senayan, Gedung Panin, atau beberapa ke Mahakam atau Sahid.

Saat kow kow atau entertain seperti biasa para expat meminum minuman beralkohol, namun karena saya tidak bisa minum minuman beralkohol karena alasan agama saya melarangnya, maka saya hanya memesan Coke. Mereka banyak bertanya,”Why Coke.”

Saya jawab .”I can not drink alcohol.”

Para rekan expat itu ternyata sangat menghargai pilihan seseorang dan mereka pun tidak memaksanya atau mengejek pilihan saya.

Berbeda dengan teman-teman sebangsa dan senegara, saat kami kow kow di sebuah discoteque dulu di kawasan Duku Atas dan beberapa di Blok M. Mereka sangat mentertawakan pilihan saya untuk minum Coke atau Sprite. Ejekan yang masih saya ingat ialah,”Wuih Fajar minum Coke mabok”.

Yaah begitulah pergaulan kantor.  Bagi pembaca yang tetap ingin mempertahankan prinsip tanpa meninggalkan dunia pergaulan, silakan tetap teguh pada pendirian anda untuk apa yang akan masuk ke dalam perut anda.


Jakarta, Juli 2016

Fadjar Setyanto