Monday, July 11, 2016

Imajinasi Liar Penulis

"Saya punya pasukan kuat, saya tidak takut dengan pasukan manapun, tapi saya takut kekuatan tulisan", itulah kira-kira yang difikirkan Napoleon Bonaparte, Panglima perang ternama.
Apa yang dikatakan Napoleon tidak salah. Tulisan memiliki kekuatan bak sebilah pedang. Tulisan bisa menggerakan ribuan orang untuk bertindak atau tidak bertindak. Tulisan pun bisa menciptakan opini dahsyat tentang suatu rezim.
Tidak heran di zaman orde baru ada banyak koran dan majalah yang diberangus agar tidak terbit kembali. Satu majalah terkenal di tahun 1980 an ialah majalah Fokus. Setelah penerbitan terakhirnya yang berjudul "100 Orang Kaya Indonesia", majalah tersebut langsung diberangus.
Rezim saat itu sadar sekali bahaya yang akan timbul pada masa itu bila majalah itu tidak diberangus.
Sehubungan dengan itu, kemampuan penulis membuat suasana hidup sangat penting.
Bagi penulis novel atau cerita, mampu membuat pembicara berfikir :"ini nyata atau tidak sih?" adalah suatu prestasi sendiri.
Ada penulis kenamaan yang merasa perlu dia mengalami sendiri apa yang akan ditulisnya. Dia ingin merasakan bagaimana rasanya diculik, diikat di dalam mobil, dan mobilnya melaju dengan cepat. Dia pun mempraktekkannya. Dirinya diikat di dalam mobil dan mobil itu melaju dengan cepat.  Setelah adegan itu selesai, dia pun mampu menuangkan pengalaman itu dengan baik.
Namun ada juga penulis yang menggunakan imajinasinya. Seperti Kho Ping Ho. Pembaca ceritanya pasti tahu jumlah seri tulisannya. Bisa mencapai 30 seri. Suasana yang digambarkan ialah suasana Tiongkok kuno. Apakah Kho Ping Ho pernah ke Tiongkok? Jawabnya : belum. Apakah dia orang Tiongkok? Jawabnya : bukan. Dia orang Solo.
Nah itulah penulis. Bisa menggunakan imajinasinya seliar mungkin. Apakah yang ditulisnya nyata? Hanya Allah SWT dan penulisnya yang tahu.
Jakarta, 32 hari dari 8 Juni 2016
Fadjar Setyanto