Friday, July 22, 2016

I Want To Be A Stewardess (6)

"Sir, how are you?", WA masuk dari Sen ke hp saya.
"I'm fine, and you?", tanya saya
"Sir mau ngabarin, saya lolos tes ke 9, dan akan menghadapi tes ke 10, interview."
"Great", saya komentari
"Sir saya privat lagi sama Sir boleh?" lanjut Sen, "Kita pakai Skype aja gitu Sir, karena kalau siang seperti dulu saya tidak bisa, tapi kalau malam saya nggak berani."
"Bagaimana sir?", tanyanya.
"Jadi jam berapa kamu bisa?" tanya saya,"Jangan jam 3 pagi lagi ya?"
"Iya, iya maaf Sir", jawabnya.
"Kalau jam 4 bisa, Sir?" tanyanya.
"What?????", tanya saya kaget.
"He he maaf sir, kaget ya?", tanyanya,"Cuma dua kali sebelum interview kerja, Sir".
"Minta toloooooong sekali Sir, saya dibimbing, karena hanya waktu-waktu itu saja yang saya bisa", katanya dengan nada melas.
"Masak saya tinggalkan dulu buat privat ini, Sir", lanjutnya.
Saya terdiam  beberapa saat. Belum bisa memberi keputusan. Mau menolak tidak tega karena ini adalah puncaknya. Saya takut dia kehilangan motivasi.
"Sir?", WA dari Sen, "Kok belum dijawab?"
"Tolooooppng sekali, Sir", dia mengulangi permintaannya,"Saya butuh dorongan dan dukungan dari Sir."
Dengan tidak tega saya tulis,"OK". Lalu saya tekan tombol SEND.
Dari seberang sana muncul jawaban,"Terima kasih banyak, Sir".
Saya hanya geleng-geleng. Ada murid memaksa belajar jam 4 pagi. Ini murid luar biasa, jam 4 pagi selalu sudah bangun. Ingatan saya kembali melayang mengingat Tetra yang selalu bangun sekitar jam yang sama karena harus masak dulu sebelum pergi ke kantor.
---
Motivasi memang harus dirawat. Motivasi yang tidak dirawat akan bisa turun. Untuk hal seperti itulah maka membaca buku motivasi, berkumpul dengan orang positif, menonton acara film motivasi menjadi sangat penting. Satu tujuannya yaitu menjaga motivasi agar tetap tinggi.
Jakarta, 45 hari lepas dari 8 Juni  2016
Fadjar Setyanto