Saturday, July 16, 2016

Ciptakan Siswa Mandiri Bukan Manja

Melihat kebijakan menteri Anis Baswedan sekilas nampak bagus tapi apakah ini akan membuat siswa menjadi mandiri?


Kalau himbauan bapak menteri ini untuk siswa TK atau SD mungkin iya masih relevan. Namun untuk SMP dan SMA?


Mengingat beberapa tahun lalu saat penulis di SMP dan SMA. Tidak perlu diantar di hari pertama. Sekolah ya langsung saja sekolah. Apakah berdampak tidak baik? Nyatanya tidak ada masalah apapun. Kenyataannya malah menjadikan generasi dulu lebih mandiri daripada saat ini.


Ada suatu cerita lucu. Seorang siswa SMA swasta di Jakarta lupa membawa tas dan sepatunya saat tiba di sekolah. Si anak terbiasa semua dibawakan oleh pembantu dan sopirnya hingga peralatan sekolah yang wajib pun terlupa. Bagaimana ini bisa terjadi?


Kembali ke edaran bapak Menteri. Rasanya daripada menghimbau seperti di atas lebih baik menghimbau keras agar jangan ada MOS ala orang bodoh - pakai  kaos kaki beda warna, bawa balon, rambut dikucir dan sebagainya.


Tunjukan MOS yang sesungguhnya seperti perpustakaan sekolah, cara pinjam buku, cara belajar di sekolah dengan bantuan digital dan sejenisnya. Ini lebih bermanfaat daripada himbauan mengantar ke sekolah di hari pertama.


Semoga Pak Menteri kembali ke prioritas bukan ke pencitraan semata.



Jakarta, 36 hari lepas dari 8 Juni 2016
Fadjar Setyanto