Tuesday, July 12, 2016

Belajar Dari Sejarah

Tiba-tiba sms Fajar berbunyi,"Apa kabar, Jar?  Sehat ya?".
"Jar, ternyata kita memang harus belajar dari sejarah", tambah lagi sms dari Thian

"Maksudnya?", tanya Fajar

"Karena sejarah buruk dulu, gue mengubah cara gue bertindak, dan hasilnya gue dan Ari baik-baik saja dan tidak ada masalah",  jelas Thian.

Akhirnya penjelasan terbentang lebar bahwa yang sebelumnya Thian  merasa dunianya runtuh karena Ari mempunyai gelagat akan "menendangnya" untuk kedua kali, namun ternyata dia salah mengambil kesimpulan.

Thian mengakui bahwa dirinya terbakar api cemburu. Gara-gara cemburu dia menjadi tidak rasional. Dia mengatakan bahwa dia sudah menyampaikan apa yang dirasakannya pada Ari bahwa dia cemburu berat saat itu.

"Ari meyakinkan gue bahwa yang ditulis di group itu adalah main-main dan gak bermakna", tulis Thian.

"Ari juga meyakinkan gue bahwa dia tetap seperti biasanya, yaitu orang yang mencintai gue", sambung Thian

"Tindakan selanjutnya juga Ari gak becanda-becanda sama "kucing" di group", sambung Thian.

"Kalau ada omongan agak menjurus, dia gak ladenin lagi, dia bener-bener pandai menjaga perasaan gue", jawab Thian.

"Yang terpenting ialah dia meyakinkan gue, bahwa dia tidak berubah dan tetap mencintai gue", jawab Thian.

"Gue jadi punya semangat lagi Jaaaaar!" sambungnya.

Fajar cukup pusing menghadapi sms Thian yang bertubi-tubi. Semua kalimat Thian memuji Ari.

"Ini kok sms kayak banjir bandang, gak berhenti-berhenti, semoga gak salah makan nih orang", gumam Fajar.

"Thian, udah belum?", tanya Fajar pada Thian.

"Belum", jawab Thian.

"Haaaaaaaaah???", balas Fajar.

"Iya sampai lu denger berita satu ini", jawab Thian.
"Apaan tuuuuh?", jawab Fajar.

"Gue baru aja menghabiskan waktu berdua Ari sepanjang hari tanpa gangguan", jawab Fajar.

"Kita bicara banyak dan 'kerja' banyak", jawab.

Fajar tersenyum membacanya,"Mmmmm begini nih kalau lagi seneng nih orang, model air bah".

"Kemarin suntuk bruntuk gak berbentuk", gumam Fajar.

Fajar pun akhirnya.mengirim sms kembali ke Thian ,"Ya udah sekarang kamu rawat dan jaga ya hubungan kalian, cari solusi bila ada masalah, jangan pakai emosi tinggi".

"SIAAAP", sms dari Thian menutup gelombang sms air bahnya hari itu.
-----


Jakarta 33 hari lepas tanggal 8 Juni 2016.
Fadjar Setyanto