Tuesday, July 26, 2016

Pencipta Suap

Melihat kondisi di SATPAS SIM Polda Metro Jaya, ternyata masyarakat sedang diedukasi oleh birokrasi Polisi agar melakukan sesuai prosedur tanpa calo.
Beberapa percakapan yang saya dengar, ternyata memang banyak masyarakat yang mengharapkan jalan pintas. Ada yang berkata :
"Mending keluar lima puluh ribu habis tes biar lulus".
"Minta bantuan pak, biar cepet".
"Selipin deh buat pengawasnya".
Namun semua itu terbantahkan dengan prosedur yang ketat.
"Tidak ada uang yang boleh diberi ke saya", itu jawaban petugas.
Memang kondisi suap menyuap petugas sering diciptakan sendiri masyarakat.
Padahal penerima suap dan pemberi suap menurut ajaran agama saya, sama-sama berdosa.
Jakarta, 49 hari lepas dari 8 Juni 2016
Fadjar Setyanto

Photo : Serba-serbi Pelatihan Dan Test Mengemudi Polda











Pentingnya Latihan Mengemudi



Hari ini saya masih mengantar istri saya untuk membuat SIM A dan C. Para pelamar SIM benar-benar dipastikan agar mampu mengemudi dan mengerti peraturan lalu lintas dan etika di jalan. Test mengemudi ini benar-benar ditekankan agar para pelamar benar-benar kapabel untuk berkendara. Semoga ini adalah bagian dari pendidikan mengemudi di jalan raya.

Etika di jalan ini memang benar-benar bagian dari pendidikan masyarakat yang penting. Kecelakaan di jalan raya yang mengakibatkan nyawa melayang masih sangat tinggi di Indonesia. 

Saya ingat beberapa bulan lalu saya mengenal seseorang yang ditabrak motor. Korban harus masuk ICU selama 10 hari. Korban harus mendapat tindakan operasi penyambungan tulang sebanyak 6 titik. Biaya yang dikeluarkan korban dan keluarganya mencapai 500 juta. Asuransi jasamarga hanya 10 juta, asuransi kantor hanya 100 juta. Sisanya keluarga korban yang menanggung biayanya. Penabrak hanya bisa mengganti 1,5 juta dan hanya karena kebaikan keluarga korban maka penabrak tidak dituntut pidana. Inlah bukti bahwa kecelakaan di jalan raya bisa sangat fatal.

Pagi ini Saat saya melintas di jalan Tol Wiyoto Wiyono saya melihat Ada tiga mobil yang saya yakin berkecepatan lebih dari 100 km / jam berjalan zig zag secara cepat. Mereka benar-benar nekat karena andai terjadi kecelakaan bisa dipastikan mereka akan hancur lebur dan sangat fatal.

Semoga pelatihan yang sudah dijalankan di Samsat ini bisa menghasilkan pemegang SIM yang lebih bertanggung jawab dan mampu.


Jakarta, 49 hari lepas dari 8 Juni 2016
Fadjar Setyanto

Daya Literasi Anda Baik? Mari Kita Lihat

Apakah kita memiliki daya literasi yang baik? Untuk menjawabnya mari kita perhatikan beberapa kriteria di bawah ini.

Saat anda berkendara.
Bila anda patuh pada peraturan lalu lintas, mengerti dan mengaplikasikan cara aman berkendara, menghormati pemakai jalan lainnya, tidak parkir sembarangan, tidak membuang sampah sembarangan, mengerti batas kecepatan, mengerti jarak aman, dan sejenisnya, maka anda dikatakan memiliki daya literasi berkendara dengan aman yang baik.

Saat menjadi pejalan kaki.
Bila anda berjalan di tempatnya yaitu trotoar, tidak menyeberang sembarangan, tidak membuang sampah sembarangan, tidak menghalangi pejalan kaki lainnya, dan sejenisnya maka anda dikatakan berliterasi dengan baik.

Saat anda menggunakan sosial media.
Bila anda tidak mengcopy paste dan mengaku-aku karya orang lain sebagai milik anda, selalu menyebutkan sumbernya saat anda menyampaikan suatu artikel, mengerti undang-undang telekomunikasi UU ITE dan mengaplikasikannya, maka anda dikatakan berliterasi dengan baik.

Bila anda seorang perokok.
Bila anda mengerti dimana boleh merokok, dimana tidak boleh merokok, menghormati orang yang yang tidak merokok, meminta ijin apakah boleh merokok atau tidak di tempat publik, tidak merokok di bis atau berkendara sepeda motor, tidak membuang puntung rokok sembarangan, maka dikatakan anda memiliki daya literasi yang baik.

Demikian beberapa contoh dengan daya literasi. Silakan anda perluas sendiri.


Jakarta, 49 hari lepas dari 8 Juni 2016
Fadjar Setyanto

Monday, July 25, 2016

Salut Birokrasi Pembuatan SIM

Hari ini saya mengantar istri ke Samsat untuk membuat SIM A dan C.

Saya salut juga bahwa praktek percaloan benar-benar diminimalisir oleh pihak kepolisian. Sebagai contoh saat istri saya akan membayar ke bank di dalam komplek pembuatan SIM. Pengantar sama sekali tidak boleh masuk. Pengantar harus tinggal di luar. Hanya pihak yang akan membuat SIM boleh masuk. 

Salut saya lainnya ialah adanya pelatihan mengemudi. Oleh pihak pelaksana para pencari SIM diinformasikan tentang tehnik mengemudi yang baik. Bahkan para peserta mendapatkan buku panduan teori dasar mengemudi mobil dan mengendarai motor.

Kemajuan bagus di bidang birokrasi saat ini. Salut


Jakarta, hari ke 48 lepas dari 8 Juni 2016
Fadjar Setyanto

Friday, July 22, 2016

I Want To Be A Stewardess (6)

"Sir, how are you?", WA masuk dari Sen ke hp saya.
"I'm fine, and you?", tanya saya
"Sir mau ngabarin, saya lolos tes ke 9, dan akan menghadapi tes ke 10, interview."
"Great", saya komentari
"Sir saya privat lagi sama Sir boleh?" lanjut Sen, "Kita pakai Skype aja gitu Sir, karena kalau siang seperti dulu saya tidak bisa, tapi kalau malam saya nggak berani."
"Bagaimana sir?", tanyanya.
"Jadi jam berapa kamu bisa?" tanya saya,"Jangan jam 3 pagi lagi ya?"
"Iya, iya maaf Sir", jawabnya.
"Kalau jam 4 bisa, Sir?" tanyanya.
"What?????", tanya saya kaget.
"He he maaf sir, kaget ya?", tanyanya,"Cuma dua kali sebelum interview kerja, Sir".
"Minta toloooooong sekali Sir, saya dibimbing, karena hanya waktu-waktu itu saja yang saya bisa", katanya dengan nada melas.
"Masak saya tinggalkan dulu buat privat ini, Sir", lanjutnya.
Saya terdiam  beberapa saat. Belum bisa memberi keputusan. Mau menolak tidak tega karena ini adalah puncaknya. Saya takut dia kehilangan motivasi.
"Sir?", WA dari Sen, "Kok belum dijawab?"
"Tolooooppng sekali, Sir", dia mengulangi permintaannya,"Saya butuh dorongan dan dukungan dari Sir."
Dengan tidak tega saya tulis,"OK". Lalu saya tekan tombol SEND.
Dari seberang sana muncul jawaban,"Terima kasih banyak, Sir".
Saya hanya geleng-geleng. Ada murid memaksa belajar jam 4 pagi. Ini murid luar biasa, jam 4 pagi selalu sudah bangun. Ingatan saya kembali melayang mengingat Tetra yang selalu bangun sekitar jam yang sama karena harus masak dulu sebelum pergi ke kantor.
---
Motivasi memang harus dirawat. Motivasi yang tidak dirawat akan bisa turun. Untuk hal seperti itulah maka membaca buku motivasi, berkumpul dengan orang positif, menonton acara film motivasi menjadi sangat penting. Satu tujuannya yaitu menjaga motivasi agar tetap tinggi.
Jakarta, 45 hari lepas dari 8 Juni  2016
Fadjar Setyanto

Saturday, July 16, 2016

Mencari Uang Bukan Mencari Pekerjaan

Nganggur? Istilah ini cocok hanya untuk pemalas. Maaf saya katakan agak kasar.
Coba lihat gambar. Seorang ibu berjualan sayur mayur hanya di lapak kecil. Ibu tersebut menjalaninya dengan tekun hari demi hari. Dikumpulkannya rupiah demi rupiah setiap hari tanpa harus melakukan pekerjaan yang berjudul : mengemis.
Jadi kalau ada orang mengatakan mencari pekerjaan itu susah maka saya sarankan orang itu berguru dengan ibu itu : berdagang di pasar.
Saya paling sering mengatakan ke murid saya :"Kamu lulus mau ngapain?".
Mereka menjawab ,"Mau mencari pekerjaan".
Saya jawab ,"Bagusnya mencari uang bukan mencari pekerjaan, karena kalau pekerjaan aja, di rumah mr Fajar juga banyak, tapi yang bayar nggak tahu siapa".

Jakarta, 36 hari lepas tanggal 8 Juni 2016
Fadjar Setyanto

Ciptakan Siswa Mandiri Bukan Manja

Melihat kebijakan menteri Anis Baswedan sekilas nampak bagus tapi apakah ini akan membuat siswa menjadi mandiri?


Kalau himbauan bapak menteri ini untuk siswa TK atau SD mungkin iya masih relevan. Namun untuk SMP dan SMA?


Mengingat beberapa tahun lalu saat penulis di SMP dan SMA. Tidak perlu diantar di hari pertama. Sekolah ya langsung saja sekolah. Apakah berdampak tidak baik? Nyatanya tidak ada masalah apapun. Kenyataannya malah menjadikan generasi dulu lebih mandiri daripada saat ini.


Ada suatu cerita lucu. Seorang siswa SMA swasta di Jakarta lupa membawa tas dan sepatunya saat tiba di sekolah. Si anak terbiasa semua dibawakan oleh pembantu dan sopirnya hingga peralatan sekolah yang wajib pun terlupa. Bagaimana ini bisa terjadi?


Kembali ke edaran bapak Menteri. Rasanya daripada menghimbau seperti di atas lebih baik menghimbau keras agar jangan ada MOS ala orang bodoh - pakai  kaos kaki beda warna, bawa balon, rambut dikucir dan sebagainya.


Tunjukan MOS yang sesungguhnya seperti perpustakaan sekolah, cara pinjam buku, cara belajar di sekolah dengan bantuan digital dan sejenisnya. Ini lebih bermanfaat daripada himbauan mengantar ke sekolah di hari pertama.


Semoga Pak Menteri kembali ke prioritas bukan ke pencitraan semata.



Jakarta, 36 hari lepas dari 8 Juni 2016
Fadjar Setyanto

Jika Sulit Tidur

Anda sulit tidur? Jangan khawatir anda tidak sendiri. Ada banyak orang yang tidak bisa tidur.


Pada saat anda tidak bisa tidur cobalah beberapa trik di bawah ini.


Rendam Kaki Anda
Merendam telapak kaki dengan air hangat bisa membuat anda relaks. Di telapak kak banyak syaraf-syaraf penting. Bila aliran darah di telapak kaki lancar anda akan nyaman.


Dengarkan suara jam.
Suara detak jam bila diperhatikan terus-menerus bisa menghipnotis kita agar tidur.


Dengarkan suara mesin AC.
Bila anda  mendengarkan suara AC agar anda cepat tidur, adalah tindakan yang tepat.


Kosongkan fikiran
Mengosongkan fikiran bisa menjadi salah satu cara agar cepat tidur. Anda bisa membayangkan diri anda melayang di awan, ringan tanpa beban. Bayangkan sendi-sendi lemas.


Mengucap dzikir sebanyak-banyaknya.
Mengucap dzikir sebanyak selain mendapat pahala juga bisa menjadi pembantu agar cepat tidur.


Demikian trik agar anda mudah tidur. Selamat mencoba.


Jakarta, 36 hari lepas 8 Juni 2016.
Fadjar Setyanto

Friday, July 15, 2016

I Want To Be Stewardess (4)

Beberapa hari berlalu tidak ada berita dari Sen, tiba-tiba saya menerima sms siang ini. "Sir, saya sudah lolos test ke 7, Thanks God!", seolah smsnya memancarkan kebahagiaan hatinya.

"Wow, that's great, Sen", jawab saya.

"Kemarin test apa?", tanya Saya.

"Test renang, Sir", jawabnya antusias.

"Oh, ya?", jawab saya."Selamat, ya".

"Test renangnya bagaimana?", tanya saya.

Sen pun menjelaskan, bahwa semua peserta harus hadir di kolam renang yang telah ditentukan. Lalu para peserta test diperintahkan memperagakan kemampuannya berada di air. Dia pun menjelaskan bahwa dia harus travon, menyelam, renang minimal 2 gaya. Dia mengatakan bahwa renang bukan masalah buat dia. Saya menyatakan turut senang dengan perkembangannya, karena terbukti dia bisa lolos sejauh ini. 

Saya dari awal memang yakin bahwa dia besar kemungkinan bisa menjadi pramugari kelak. Postur tubuh yang tinggi, langsing, ditambah daya serapnya atas bahasa Inggris yang cepat, argumen-argumen yang bagus saat dia berdiskusi, dan olah raga yang ditekuninya, renang.

Di akhir smsnya Sen sekali lagi meminta saya membantu doa agar dia bisa lolos menjadi pramugari.

Saya pun berjanji akan mendoakannya.

"Bener ya, Sir, doain saya", sms Sen.

"Iya, iya, kebanggaan saya ialah saat tahu murid saya bisa meraih apa yang dicita-citakannya", jawab Saya.

"Thank you, Sir", dia menutup percakapan hari ini.

Saya pun memandang sms terakhir darinya sambil tersenyum gembira. Tiba-tiba ada pesan WA masuk. Saya lihat, ternyata itu dari Sen. Saya klik, nampak dua buah pose foto Sen sedang berdiri di pinggir kolam renang dengan pakaian renangnya dari samping dan dari depan.

"Kamu luar biasa Sen, semoga tercapai apa yang kamu impikan", gumam saya dalam hati.



Jakarta, 35 hari lepas dari 8 Juni 2016
Fadjar Setyanto 

Dua Jempol Untuk Petugas Kelurahan

Saat saya sedang di Kelurahan Cempaka Baru, saya mendengar percakapan antara petugas kelurahan dengan pemohon ijin.
Ijin yang sedang diurus oleh pemohon adalah pemindahan makam. Pemohon melaporkan bahwa dia diminta uang dua juta rupiah untuk memindahkan makam.

Petugas menyatakan bahwa tidak ada pungutan apapun selain setor ke bank DKI. Kalaupun ada retribusi tidak akan mencapai dua juta rupiah.

Petugas juga berkata pemohon agar datang ketemu kepala pemakaman dan ceritakan masalah pungutan itu. Kalau kepalanya mengiyakan agar dicatat siapa namanya dan laporkan ke gubernur.
Petugas juga menyarankan agar jangan ketemu pekerja tapi temui kepalanya. Disarankan juga agar jangan takut, karena itu termasuk kategori korupsi.

"Mereka pasti akan beralasan uang jasa dan uang rokok, tapi mosok rokok sampai dua juta?".

Mendengar percakapan tersebut senang sekali saya melihat perubahan sikap pegawai kelurahan, dalam hal ini pegawai kelurahan Cempaka Baru.



Jakarta, 35 hari lepas tanggal 8 Juni 2016.
Fadjar Setyanto

Topeng Terhebat

"Merasa paling"............ dua kata yang bisa mengakibatkan orang jatuh. Mengapa? Dengan dua kata tersebut ada kecenderungan menganggap remeh orang lain bila orang lain melakukan sesuatu tidak sesuai dengan apa yang biasa dilakukanya.


Apakah di dunia ini ada kata yang mengijinkan kita menggunakan kata "paling"? Mari kita lihat.


Intelegensia manusia itu memiliki banyak hal yang berbeda. Ada istilah "multiple intelegensia". Apa artinya itu? Artinya manusia itu memiliki kecerdasan yang berbeda-beda. Cerdas di bidang A belum tentu cerdas di bidang B belum tentu juga cerdas di bidang C.
Seseorang yang jago menyanyi belum tentu jago main musik (meskipun kaitan musik dan alat musik sangat dekat). Jago main gitar, belum tentu jago main harpa. Itu salah satu contohnya.


Contoh lain lagi. Sama-sama perempuan (maaf saya menggunakan kata perempuan bukan wanita, karena kata perempuan memiliki makna lebih tinggi daripada wanita). Ada perempuan yang jago menulis tapi tidak bisa memasak, sebaliknya ada yang jago masak tapi tidak bisa menulis. Ada yang jago mengatur dengan riasan tapi tidak jago dalam hal mengemudi. Sebaliknya ada yang jago mengemudi tapi tidak bisa merias. Ada yang jago merias tapi tidak jago dengan menggambar atau bahasa asing dan seterusnya.


Pada dunia laki-laki. Ada kecerdasan menerima kekurangan istri terhadap masakan, ada yang tidak. Ada yang ngamuk pada saat masakan istrinya tidak sesuai dengan apa yang dikehendaki tapi ada yang bisa bisa menerima. Ada yang pandai pura-pura ada yang tidak. Ada yang egois mengharuskan istrinya memasak ini itu sesuai kehendaknya, ada yang toleran terserah pada sang istri. Semuanya itu tergantung kecerdasan. 


Secara sedikit khusus kita lihat kecerdasan kelakuan laki-laki terhadap masakan istri. 


Ada yang berkata,"Gue sih paling seneng, masakan istri gue". 
Pertanyaannya? 
1. Kalau saat istri memasak tidak sesuai dengan selera sang suami gimana? Akan terus banyak makan seperti saat istri memasak sesuai seleranya? Atau malah mengkritiknya? Atau lebih parah memarahinya?

2. Apakah si suami membawa ransom makanan dari rumah untuk makan siangnya? Atau makan di luar kantor yang bisa melihat dan melakukan  berbagai hal pada saat makan siang tersebut, entah itu bersama kolega laki-laki atau perempuan? Ada istilah terkenal di tahun 98an yaitu SAL (Sex After Lunch). SAL inilah yang besar kemungkinan jadi hiburan terbaik bagi yang suka makan siang bersama koleganya (meskipun tidak semua dan tidak bisa digeneralisir, tapi perilaku semacam ini ada). Maaf saya belum ketemu istilah SAD (Sex After Dinner dengan kolega kantor) entah kenapa. Kemungkinan ialah karena saat dinner itu biasanya ada kalau tidak semua, sang suami harus memakai "topeng" sebagai suami yang menghargai masakan istri, seneng masakan rumah, dan sebagainya demi menutupi aksi SAL-nya di saat lunch. Wallahu a'lam.


Kasus laki-laki ini sangat menarik. Pernah suatu saat penulis diajak pergi ke beberapa negara eropa oleh sang bos. Bos ini termasuk memiliki istri yang jago memasak, cantik (khas ala India), juga hebat dalam marketing. Si bos ini selalu membawa ransom dari rumah, tidak pernah melakukan lunch atau dinner  bersama kolega bersama di luar kantor. Tetapi, pada saat ke luar negeri, kelakuan sang bos berubah 180 derajat. Menonton tarian telanjang adalah menunya tiap malam. Tidak pernah pulang ke hotel sebelum pagi itu yang dilakukan selama trip.  Saya sebagai staffnya, harus jaga hotel tiap malam dan membangunkannya dan menyiapkan agenda tiap hari karena jadwal meeting dengan partner bisnis. "Topeng" yang luar biasa, bukan?



Inilah multiple intelegen. Manusia memiliki kecerdasan intelegensia yang berbeda-beda. Tidak ada manusia yang cerdas di semua lini. Selalu ada saja kekurangan dan kelebihan pada area lini tertentu. Hanya kemampuan saling menerima kekurangan itulah yang membuat hidup suami istri tidak saling mendominasi satu sama lain.



Jakarta 35 hari lepas dari 8 Juni 2016
Fadjar Setyanto

Wednesday, July 13, 2016

Secangkir Kopi

Cairan hitam yang ada di dalam cangkir minuman yang disebut kopi bisa menimbulkan berbagai macam inspirasi.


Kadang saya minum kopi tanpa gula. Rasa pahit-pahit sepet terasa nikmat di lidah.
Kadang saya minum kopi dengan gula aren. Rasa manis khas aren memenuhi lidah.
Kadang saya minum kopi dengan gula tebu. Rasa dan wangi tebu keluar dari kepulan uap sangat harum di hidung.


Kesamaan dari minum kopi ialah pada saat cairan tersebut mulai masuk ke dalam mulut, selanjutnya mengalir ke tenggorokan. Pada saat kopi berasa di mulut, bibir.lidah dan seluruh rongga mulut merasakan cairan hitam tersebut. Puncak dari sensasi itu ialah, saat ada aliran panas mengalir dari lidah menuju ke kepala. Ada sesuatu yang terlepas dan masuk ke dalam kepala. Yang tertinggal ialah sensasi segar.


Sensasi ini hanya saya dapatkan bila saya mengkonsumsi kopi biji asli atau kopi bubuk yang bukan tanpa ampas, tapi tidak saya dapatkan dari kopi instant yang dicampur cream.


Bagaimana dengan anda?



Jakarta, 34 hari selepas dari 8 Juni 2016.
Fadjar Setyanto

Tuesday, July 12, 2016

My Late Sister

Belajar Dari Sejarah

Tiba-tiba sms Fajar berbunyi,"Apa kabar, Jar?  Sehat ya?".
"Jar, ternyata kita memang harus belajar dari sejarah", tambah lagi sms dari Thian

"Maksudnya?", tanya Fajar

"Karena sejarah buruk dulu, gue mengubah cara gue bertindak, dan hasilnya gue dan Ari baik-baik saja dan tidak ada masalah",  jelas Thian.

Akhirnya penjelasan terbentang lebar bahwa yang sebelumnya Thian  merasa dunianya runtuh karena Ari mempunyai gelagat akan "menendangnya" untuk kedua kali, namun ternyata dia salah mengambil kesimpulan.

Thian mengakui bahwa dirinya terbakar api cemburu. Gara-gara cemburu dia menjadi tidak rasional. Dia mengatakan bahwa dia sudah menyampaikan apa yang dirasakannya pada Ari bahwa dia cemburu berat saat itu.

"Ari meyakinkan gue bahwa yang ditulis di group itu adalah main-main dan gak bermakna", tulis Thian.

"Ari juga meyakinkan gue bahwa dia tetap seperti biasanya, yaitu orang yang mencintai gue", sambung Thian

"Tindakan selanjutnya juga Ari gak becanda-becanda sama "kucing" di group", sambung Thian.

"Kalau ada omongan agak menjurus, dia gak ladenin lagi, dia bener-bener pandai menjaga perasaan gue", jawab Thian.

"Yang terpenting ialah dia meyakinkan gue, bahwa dia tidak berubah dan tetap mencintai gue", jawab Thian.

"Gue jadi punya semangat lagi Jaaaaar!" sambungnya.

Fajar cukup pusing menghadapi sms Thian yang bertubi-tubi. Semua kalimat Thian memuji Ari.

"Ini kok sms kayak banjir bandang, gak berhenti-berhenti, semoga gak salah makan nih orang", gumam Fajar.

"Thian, udah belum?", tanya Fajar pada Thian.

"Belum", jawab Thian.

"Haaaaaaaaah???", balas Fajar.

"Iya sampai lu denger berita satu ini", jawab Thian.
"Apaan tuuuuh?", jawab Fajar.

"Gue baru aja menghabiskan waktu berdua Ari sepanjang hari tanpa gangguan", jawab Fajar.

"Kita bicara banyak dan 'kerja' banyak", jawab.

Fajar tersenyum membacanya,"Mmmmm begini nih kalau lagi seneng nih orang, model air bah".

"Kemarin suntuk bruntuk gak berbentuk", gumam Fajar.

Fajar pun akhirnya.mengirim sms kembali ke Thian ,"Ya udah sekarang kamu rawat dan jaga ya hubungan kalian, cari solusi bila ada masalah, jangan pakai emosi tinggi".

"SIAAAP", sms dari Thian menutup gelombang sms air bahnya hari itu.
-----


Jakarta 33 hari lepas tanggal 8 Juni 2016.
Fadjar Setyanto

Monday, July 11, 2016

Imajinasi Liar Penulis

"Saya punya pasukan kuat, saya tidak takut dengan pasukan manapun, tapi saya takut kekuatan tulisan", itulah kira-kira yang difikirkan Napoleon Bonaparte, Panglima perang ternama.
Apa yang dikatakan Napoleon tidak salah. Tulisan memiliki kekuatan bak sebilah pedang. Tulisan bisa menggerakan ribuan orang untuk bertindak atau tidak bertindak. Tulisan pun bisa menciptakan opini dahsyat tentang suatu rezim.
Tidak heran di zaman orde baru ada banyak koran dan majalah yang diberangus agar tidak terbit kembali. Satu majalah terkenal di tahun 1980 an ialah majalah Fokus. Setelah penerbitan terakhirnya yang berjudul "100 Orang Kaya Indonesia", majalah tersebut langsung diberangus.
Rezim saat itu sadar sekali bahaya yang akan timbul pada masa itu bila majalah itu tidak diberangus.
Sehubungan dengan itu, kemampuan penulis membuat suasana hidup sangat penting.
Bagi penulis novel atau cerita, mampu membuat pembicara berfikir :"ini nyata atau tidak sih?" adalah suatu prestasi sendiri.
Ada penulis kenamaan yang merasa perlu dia mengalami sendiri apa yang akan ditulisnya. Dia ingin merasakan bagaimana rasanya diculik, diikat di dalam mobil, dan mobilnya melaju dengan cepat. Dia pun mempraktekkannya. Dirinya diikat di dalam mobil dan mobil itu melaju dengan cepat.  Setelah adegan itu selesai, dia pun mampu menuangkan pengalaman itu dengan baik.
Namun ada juga penulis yang menggunakan imajinasinya. Seperti Kho Ping Ho. Pembaca ceritanya pasti tahu jumlah seri tulisannya. Bisa mencapai 30 seri. Suasana yang digambarkan ialah suasana Tiongkok kuno. Apakah Kho Ping Ho pernah ke Tiongkok? Jawabnya : belum. Apakah dia orang Tiongkok? Jawabnya : bukan. Dia orang Solo.
Nah itulah penulis. Bisa menggunakan imajinasinya seliar mungkin. Apakah yang ditulisnya nyata? Hanya Allah SWT dan penulisnya yang tahu.
Jakarta, 32 hari dari 8 Juni 2016
Fadjar Setyanto

Saturday, July 9, 2016

Tak Ada Prestasi Besar Tercipta Semalam

Menonton film kisah nyata tentang perjuangan tim Amerika mengalahkan tim Uni Sofyet yang 20 tahun berturut tidak pernah terkalahkan sungguh luar biasa.
Andai kisah ini bukan kisah nyata yang terjadi di tahun 1980 mungkin bisa saja penonton mengatakan ini adalah propaganda Amerika atas Uni Sovyet. Tetapi karena ini kisah nyata maka film ini menjadi menarik. Peristiwa ini terjadi di Olimpiade Hockey di Lake Placid. Di akhir film dijabarkan berita terkini dari para pemain. Ada yang menjadi pemilik usaha, manager di bank dan lain sebagainya.
Tim Amerika ini adalah tim yang sama sekali tidak diunggulkan di dunia Hockey pada saat itu. Tim ini tidak pernah menang sekalipun. Benar-benar tim yang tidak layak. Tim ini memiliki 20 pemain dari berbagai Universitas. Tim ini dipimpin oleh seorang pelatih yang punya visi dan misi yang jelas serta mampu memotivasi dengan baik.
Beberapa hal yang perlu dicatat dari peristiwa ini ialah :
Pertama,
Para mahasiswa yang berasal dari berbagai Universitas itu selalu ditanya "Kamu berjuang untuk siapa?"
Beragam jawaban diberikan. Ada yang mengatakan "Universitas Minnesota, Cambridge dan lain-lain".
Pertanyaan yang sama terus ditanya hingga si pemain mengatakan "Saya berjuang untuk Amerika Serikat".
Kedua,
Dia mengharapkan para pemain mengeluarkan sisi terbaiknya untuk Hockey. Latihan yang diberikan benar-benar hingga mencapai batas ketahanan pemain.
Ketiga,
Saat briefing motivasi akan bertanding dengan Uni Sovyet di Final. Sang pelatih tidak mengeluarkan kata-kata "kalah" sekali pun. Yang dia keluarkan adalah "Kita bisa lawan mereka". "Mereka juga manusia seperti kita".
Hasilnya ialah kemenangan atas tim Uni Sovyet yang gemilang.
Jadi benar dikatakan "prestasi besar tidak tercipta dalam waktu semalam".
Jakarta, 31 hari lepas dari 8 Juni 2016
Fadjar Setyanto

Friday, July 8, 2016

Luar biasanya Bekerja Bersama Istri Di Dapur

Kerjasama bersama istri tercinta di dapur sangat sesuatu banget. Itulah yang saya rasakan pagi ini.
Saya mencuci piring dan perabotan dapur. Istri saya memasak untuk keluarga.
Kami tidak memiliki asisten rumah tangga yang tinggal di rumah. Kami pun tidak mempekerjakan asisen rumah tangga musiman. Jadi selama lebaran ini semua kami kerjakan berdua.
Sungguh menyenangkan bekerja bersama istri di dapur. Sambil memasak dan mencuci perabotan dapur kami mengobrol saling berbincang sesekali menghirup kopi yang sudah dipersiapkan sebelumnya.
Waktu yang singkat ini sungguh luar biasa untuk menjalin komunikasi lebih baik. Alhamdulillah.
Jakarta, 29 hari lepas dari 8 Juni 2016
Fadjar Setyanto

Semangat Merah Api Menjaga Silaturahim

Diantara sekian warna yang ada secara tidak sadar saya suka warna merah.
Warna Merah
Pada warna merah terpancar semangat berjuang yang menyala-nyala.
Pada warna merah terdapat gerakan seperti darah yang tidak ada hentinya.
Pada warna merah terpancar api yang siap membakar apa yang menghalangi.
------
Pada tanggal 31 Juli 2016, alumni SMP 119 Jakarta akan melaksanakan halal bil halal angkatan tamat 1987. Salah satu poin menariknya ialah pemakaian "dress code" warna merah.
Semoga semangat untuk terus menjaga silaturahim terus menyala membara ibarat api merah yang terus menyala. Pantang lelah menjalin silaturahim diantara sesama alumni.
Semoga momen ini terus terjaga.

Jakarta 29 hari lepas dari 8 Juni 2016
Fadjar Setyanto

Benda Sebagai Inspirasi

Inspirasi bisa dari berbagai benda. Salah satu trik membangkitkan inspirasi ialah "memperhatikan" sesuatu dengan detail.
Coba perhatikan gambar MP3 player itu. Bila ingin dijadikan sebagai inspirasi maka bisa menjadi beberapa artikel dengan judul cerita atau thema yang berbeda-beda.
Berikut judul yang bisa dibuat dari sebuah MP3 player:
1. MP3 kenangan Romi.
2. MP3 tanda cinta Nona.
3. MP3 pemberian Ayah.
Dan masih banyak lagi.
Yang terpenting ialah memberikan perhatian penuh.
Jakarta, 29 hari lepas dari 8 Juni 2016
Fadjar Setyanto

Thursday, July 7, 2016

Luar Biasanya Suara Hujan

Suara hujan yang turun sungguh luar biasa. 
Menciptakan musik yang luar biasa.
prek
tek tek
tik
brur
dug
byek
cek
wus
ser
drek


Ternyata setidaknya ada 10 suara yang berbeda. 


Malam yang sepi, membuat suara yang ditimbulkan dari hujan semakin jelas. 
Jelas sejelas suara jarum yang jatuh ke lantai.


Alam memang luar biasa, memberikan inspirasi.

Apa Inspirasi Anda?

Inspirasi, berasal dari kata “inspiration” adalah satu kata yang memiliki makna banyak dalam bahasa Inggris. Berikut menurut kamus Longman Exam Dictionary, halaman 794/795 :
1. Ide bagus tentang apa yang anda hendaknya lakukan, tulis, katakan dan lain-lain khususnya apa yang anda dapatkan dengan tiba-tiba.
2. Seseorang, pengalaman, tempat dan lain-lain yang memberi anda ide untuk melakukan sesuatu.
3. Menjadi sumber inspirasi berarti ialah sumber yang memotivasi seseorang melakukan sesuatu.


Percaya atau tidak, bila kita memiliki inspirasi, maka melakukan sesuatu hal tidak akan merasa bosan atau jenuh atau capek. Kita pun mampu melakukan sesuatu dengan penuh energi dan kecepatan yang bagus.


Memiliki inspirasi membuat hidup makin lengkap, maka ada baiknya kita rajin mencari inspirasi. Misalnya anda terinspirasi dengan seseorang, maka anda harus berusaha mengenalinya terlebih dulu dan cintai. Cintai, kenali dan gali kelebihan-kelebihannya, maka hal itu akan menjadi sumber kekuatan yang tak akan pernah habis. 


Cara lain mendapatkan inspirasi ialah dengan mencatat semua ide remeh yang muncul sebanyak mungkin. Jangan batasi ide anda. Pada sesi berikutnya anda akan melihat ide mana yang bisa dijalankan dan mana yang tidak. Buatlah pengumpulan ide tersebut setiap pekan terus menerus.


Berani mencoba? Manusia dikatakan hidup bila memiliki inspirasi.


Jakarta, 29 hari lepas dari 8 Juni 2016
Fadjar Setyanto

Tips : Agar Tak Bau Keringkan Spon

Pernah mencuci piring tapi piring malah menjadi bau tidak enak?

Ya, salah satunya ialah spon pencuci piringnya yang basah. Usahakan spon tersebut selalu dalam keadaan kering agar tidak berbau saat dipakai mencuci piring berikutnya.

Bau itu sendiri terjadi karena reaksi antara bakteri yang ada di bekas-bekas makanan yang menempel di spon dengan air. Agar tetap hygienis usahakan spon ditempatkan di tempat yang membuatnya.

Jakarta, 29 hari lepas 8 Juni 2016
Fadjar Setyanto

Wednesday, July 6, 2016

I Want To Be A Stewardess (3)

Selepas Isya, datang seorang tamu ke rumah. Ternyata itu adalah Sen.

“Apa kabar?”, tanya saya.

“Baik, Sir”, jawabnya.

Setelah basa-basi sebentar serta silaturahim lebaran, saya mulai bertanya-tanya tentang pengalamannya ikut test menjadi pramugari yang sudah mencapai tahap ke 6 dan akan ke 7.

Dia menjelaskan bahwa sejak mendapat pertanyaan dari saya tentang “ingin menjadi apa”, dia menjadi ingat cita-citanya sejak kecil yaitu menjadi pramugari. Saya kembali memberi semangat pada Sen, bahwa modal dasar fisik dia sudah punya. "Tinggi kamu cukup dan ideal, maaf secara wajah saya katakan kamu relatif cantik, tinggal soft skill yang perlu dilatih dan dikembangkan".

Sen melanjutkan ceritanya bahwa sejak saat itu dia rajin kumpulkan data-data perusahaan penerbangan dan alamatnya. Dia juga menunjukkan kepada saya data dan profil beberapa maskapai penerbangan dalam dan luar negeri yang dia kumpulkan di handphone-nya. Beberapa artikel tentang tanggung jawab pramugari dan tugas-tugasnya juga dia kumpulkan. Ibarat kata, dia sudah menggali informasi yang cukup banyak tentang maskapai penerbangan dan dunia pramugari.

Saya memuji apa yang dia kerjakan, sambil saya persilakan kalau mau komunikasi bahasa Inggris dengan saya, juga bisa, baik melalui whatsapp atau telpon atau kalau butuh bacaan umum dalam bahasa Inggris. Saya juga menyarankan dia berlatih wawancara di depan cermin.

Saya ceritakan padanya tentang seseorang selevel atase Pendidikan Amerika yang bertugas di Indonesia. Orang ini, meskipun punya posisi tinggi, tetapi dia setiap malam selalu menyempatkan berlatih berbicara di depan cermin. Saya ajak dia membayangkan, seseorang dengan posisi tinggi dan penting, ternyata masih berlatih berbicara di depan cermin, setiap hari!

“Coba kalau belum punya jabatan atau pekerjaan tapi berlatih saja tidak mau, kira-kira kamu sebut apa orang ini?”, tanya saya padanya.

“Malas , Sir”, jawabnya.

“Nah tuh kamu bisa membuat kesimpulan sendiri kan?”, jawab Saya.

Sen manggut-manggut mendengarkan penjelasan saya.


Kurang dari satu jam Sen berkunjung akhirnya dia pamit. Saya pertegas lagi komitmennya untuk berlatih, dan dia mengangguk setuju sambil berkata ,”Mohon doanya ya Sir agar saya bisa lancar dan bisa jadi pramugari”.



Jakarta 28 hari lepas dari 8 Juni 2016

Tuesday, July 5, 2016

Hebatnya Kata :"Tolong"

"Tolong", adalah satu kata yang bermakna meminta orang lain untuk melakukan sesuatu untuk pembicara.

Antara kalimat :
"Tolong ambilkan buku itu" dan "Ambilkan buku itu", saya yakin anda setuju kalau kalimat pertama lebih enak didengar. Pada kalimat pertama juga menunjukkan bahwa si pembicara tidak meletakkan dirinya lebih tinggi dari yang diajak bicara.
Berbeda dengan kalimat pertama, pada kalimat kedua sangat terkesan si pembicara menempatkan dirinya lebih tinggi daripada yang diajak bicara.

Penggunaan kata "tolong" sebelum kata kerja yang akan anda gunakan juga bisa menyejukkan suasana karena ada kesan saling menghargai.

Pada siapa kata "tolong" bisa kita gunakan? Saran penulis gunakan pada setiap orang termasuk pasangan dan anak.

Jangan kita gunakan kata "tolong" saat di kantor saja, tapi gunakan juga di rumah..Mengapa? Kalau di rumah anda tidak gunakan kata "tolong", besar kemungkinan anda sedang membuat api dalam sekam. Tinggal tunggu waktunya saja agar apinya membesar.

Jakarta, 27 hari lepas dari 8 Juni 2016
Fadjar Setyanto

Monday, July 4, 2016

Cerita Tentang Ayah

Saat saya sedang “acting” sebagai penyiar lagu di group Whatsapp Alumni SMP 119 angkatan 87, beberapa rekan minta lagu tentang Ayah. Ada yang dinyanyikan oleh Ebiet G. Ade ataupun oleh Ada Band. Ebiet G Ade, dimintakan oleh teman dengan kode udara “Dedi” sedangkan dari Ada Band Dimintakan oleh teman dengan kode udara”Wennie”.


Kedua lagu berkisah tentang pengorbanan ayah. Pengorbanan  sewaktu kita kecil hingga mereka, “sang ayah” mulai menampakan garis-garis ketuaan namun penuh dengan jejak-jejak perjuangan di masa mudanya demi keluarga.
Berbicara tentang Ayah mengingatkan saya tentang bagaimana Ayah saya harus keluar masuk rumah sakit dua atau tiga tahun sebelum beliau berpulang ke rahmatullah. Berkali-kali masuk Rumah Sakit Jantung Harapan Kita dalam setahun adalah hal biasa. Hingga akhirnya beliau masuk RS Husada di tanggal 1 Maret 2013 dan sejak itu tidak pernah kembali lagi ke rumah karena tanggal 1 April 2013 beliau dipanggil menghadapNya.


Mengingat apa yang dilakukan Ayah terhadap perkembangan saya di masa kecil, saya sangat berterima kasih karena beliau melakukan itu demi saya. Beberapa hal yang saya ingat :


1. Mengantarkan saya di hari-hari awal masuk madrasah Nurani, di Utan Panjang, Jakarta Pusat.


2. Selalu menyempatkan pulang pada saat waktu sholat Jumat untuk selanjutnya mengajak saya ke masjid bersama. Itu beliau lakukan sejak saya di SD kelas 1 hingga saya di SMP. Hingga saya memiliki kebiasaan tidak meninggalkan sholat Jumat. Saya sendiri sempat iri pada teman-teman tetangga, yang bisa tidak sholat Jumat, pada waktu itu. Sekarang saya menyadari bahwa apa yang dilakukan ayah saya adalah membentuk karakter agar tidak terbiasa meningglkan sholat Jumat.


3. Ayah saya mengajarkan pada saya tentang berhenti merokok. Sebelumnya saya biasa membelikan rokok untuk saya pada waktu itu. Namun pada suatu waktu, beliau bisa menunjukkan kemampuan berhenti merokok secara total, sehingga saya sendiri hingga saat ini tidak pernah tertarik dengan rokok.


Itulah beberapa hal yang ternyata telah membentuk karakter saya. Ayah saya banyak berpengaruh terhadap pembentukan karakter saya.


Cerita mengenai masa-masa lucu bersama Ayah saya tentu saja banyak, bermain sepatu roda bersama di monas ataupun di Podomoro saat daerah itu masih alang-alang, bersepeda keliling Jakarta berdua, saat saya diajari naik sepeda motor dan menggunakan motor Vespa tahun 1966 biru dengan nomor B 6997 S. Pada saat saya SMA pun beliau menemani saya mendapatkan SIM C dan SIM A. Itulah kepingan kecil suka dan duka dari rentetan kehidupan saya dengan Ayah saya.


Cerita mengenai kepingan kecil cerita bersama ayah, juga saya dengar dari seorang teman yang biasa saya panggil Fira. Dia mengisahkan suatu hari pergi bersama ayahnya ke daerah perbelanjaan top bagi warga Kemayoran pada masa itu. Fira dan ayahnya pergi ke Ji Ung. Fira meminta sesuatu pada ayahnya, namun ayahnya tidak mengabulkan apa yang diminta. Dia tetap “keukeuh” minta dibelikan, tetapi sang ayah juga tetap tidak mengabulkan. Fira menangis dan ngambek, lalu istilah bahasa jawanya “ndhodhok ndeprok” atau duduk di jalan, tidak bergeming.


Sang ayah membiarkan dia. Sang anak pun tetap ngotot. Orang-orang yang lewat dan para pedagang pun tersenyum melihat kejadian itu. Drama “ndhodhok ndeprok” selama beberapa menit ini berakhir dengan negosiasi dari sang ayah yang mengatakan bahwa kalau kamu beli barang itu maka kita pulang akan jalan kaki tidak naik becak. Entah apa yang ada di benak Fira, dia menimbang-nimbang antara enaknya naik becak, atau enaknya dibelikan barang itu tapi pulang dengan jalan kaki. Fira pun memutuskan tidak membeli barang itu.


Itulah kenangan tentang ayah. Bagi anda yang sudah ditinggalkan sang ayah, ada baiknya terus mendoakan beliau agar semua amal ibadahnya diterima oleh Tuhan. Bagi yang beragama Islam, alangkah baiknya selalu gunakan momen sholat wajib 5 waktu untuk mendoakan ayah anda.


Semoga ayah-ayah kita yang telah mendahului kita, diterima amal ibadahnya, diluaskan makamnya, dijauhkan dari siksa kubur dan dihindarkan dari jilatan api neraka jahanam. Aamiin.



Jakarta, 26 hari dari tanggal 8 Juni 2016

Fadjar Setyanto

Saturday, July 2, 2016

I Want To Be A Stewardess (2)

Gembira dengan berita yang saya terima dari Sen (di postingan saya yang lalu), saya membayangkan dia sedang mempersiapkan diri untuk menghadapi tes-tes berikutnya. 
Tiba-tiba, saya menerima pesan WA darinya.

“Sir, terima kasih doanya ya”, pesan WA dari nya.

“Iya saya ikut senang dengan perjuangan kamu hingga saat ini, masih berapa kali test lagi?”, tanya Saya pada Sen.

“Masih ada dua atau tiga kali lagi”, jawabnya.

“Bagaimana ceritanya kamu bisa sejauh ini?”, tanya saya.

Sen lalu menjelaskan bagaimana dengan tetap keukeuh dengan cita-citanya. Dia menjelaskan bahwa setelah dia membuat komitmen, dia berusaha mengumpulkan gambar-gambar pramugari serta mencari tahu bagaimana menjadi pramugari professional.

“Saya sering membayangkan saya sebagai Pramugari, Sir”, cerita Sen.

“Saya juga menjalankan apa yang Sir perintahkan untuk membaguskan ketrampilan bahasa Inggris saya, yaitu membaca koran English setiap hari dan menulis diary pakai bahasa Inggris”, jawabnya.

“Saya membaca artikel dengan suara keras, Sir, biar pronounciation saya bagus”, jelasnya lagi.

“Mohon doanya ya, Sir, agar saya bisa lolos sampai akhir test”, dia menutup percakapan hari ini.

Ya inilah contoh dari orang yang setia dengan impiannya.

Saya ingat potongan-potongan bait dari lagu itu yang bisa membakar semangat. Nampaknya Sen juga terbakar

There lies a magic spark…………..(terbaring percikan-percikan magis didalam diri)
The strength of just I can …………(kekuatan dari aku bisa)
Nothing is ordinary in the living of each day, there is special part of everyone of us will play…………(tak ada yang biasa saja dalam kehidupan ini setiap harinya, ada bagian spesial dari tiap kita yang akan kita mainkan).


\
Rasanya tidak ada salahnya, bila kita memiliki impian kita memvisualisasikan  seolah kita telah dekat dengan impian itu. Tentu saja kita juga perlu melengkapi dengan alat-alat yang diperlukan untuk meraih impian tersebut. Bila semua sudah dilakukan, yang juga tak kalah penting ialah do’a.

Semoga bila itu dilakukan, akan banyak yang bisa meraih impiannya.


Jakarta, 23 hari lepas dari 8 Juni 2016

Fadjar Setyanto

Posting Terkait :
1. I want to be a stewardess (1)
2. I want to be a stewardess (3)

I Want To Be A Stewardess (1)



Sen sebut saja demikian. Bekerja di sebuah tempat hiburan besar di Jakarta Utara adalah praktisioner The Power Of The Dream sejati.

Awal tahun 2016 saya berdiskusi dengannya. Kebetulan materi yang saya berikan ialah The Power Of The Dream.

Pertemuan diawali dengan pemutaran lagu The Power Of The Dream dari Celline Dion. Bait per bait dari lagu tersebut coba dimengerti.

Lalu sampai pada sesi percakapan. Pertanyaan yang saya berikan ialah "What do you want to be?".
Lalu dia menjawab bahwa dia ingin menjadi STEWARDESS.

Saya pun mendukung jawabannya apalagi secara fisik dia sangat ideal menjadi seorang pramugari.
Lalu dia menuliskan kata "Stewardess end 2016" di selembar kertas.

Beberapa hari yang lalu saya mendapat sms dari dia "Sir, wish me luck, now I am joining some tests for becoming stewardess, I have passed 6th test".

Semoga apa yang menjadi impiannya bisa menjadi kenyataan.
Jakarta, 23 hari lepas 8 Juni 2016
Fadjar Setyanto

Posting Terkait :
1. I want To Be A Stewardess (2)
2. I want to be a stewardess (3)


- stewardess = pramugari
- The Power Of The Dream = kekuatan impian
- Stewardess end 2016 = (menjadi) pramugari akhir 2016
- Sir, wish me luck = doakan saya
- What do you want to be? = ingin menjadi apa anda
- I have passed 6th test = saya sudah lulus test ke enam

Strategi Menghadapi Sosial Media

Arifah seorang dosen pasca Sarjana sebuah perguruan tinggi di Jawa Tengah sedang mempersiapkan tulisan untuk sebuah jurnal internasional. Mengingat tenggat waktu yang memang sempit dan ketat dia menggunakan strategi agar bisa selesai tepat waktu.


Hal pertama yang dia pastikan ialah tidak terganggu oleh sosial media. Dia memastikan tidak akan menyentuh sosial media. Andaipun menyentuhnya maka sekedarnya untuk selanjutnya konsentrasi kembali ke pekerjaan.

--

Memang sosial media yang sekarang ada seperti Facebook, Twitter, Google plus, Linked In, BBM, WA, Line dan beberapa nama lagi bisa mengganggu produktifitas seseorang. Beberapa orang melakukan berikut ini terhadap sosial media saat bekerja :


1. Log out dulu dari semua sosial media saat mereka harus berkonsentrasi tinggi atas pekerjaannya.


2. Bila dia menggunakan sosial media untuk mendukung kerjanya, maka pada saat bersamaan ada yang langsung menghidupkan laptopnya, tabletnya, dan hpnya secara bersamaan. Bahkan ada penulis, yang rela selalu membawa 3 laptop secara bersamaan. Satu laptop untuk media dia bekerja, satu laptop lagi untuk mengecek dan browsing mencari referensi, dan satu laptop lagi untuk mengecek email masuk. Dia juga menggunaka HP-nya untuk mengecek sosial media yang perting segera diresponnya. Dia melakukan itu semua agar tidak perlu membolak-balik layar laptopnya.


Sosial media itu penting, namun kalau tidak bijak memanfaatkannya maka akan menjadi kontra produktif.
Bagaimana menurut anda?




Jakarta, 23 hari lepas dari tanggal 8 Juni 2016

Fadjar Setyanto

Friday, July 1, 2016

Minum Coke Mabok

Kow kow adalah istilah yang biasa di kalangan pekerja kantoran. Biasanya dilakukan setiap akhir pekan.

Dalam tulisan ini penulis mencoba mengingat-ingat kebiasaan kow kow bersama kolega atau mitra bisnis saat penulis berkantor di kawasan segitiga emas Sudirman. Sebagai marketing kadang-kadang harus mengajak dinner beberapa tamu untuk dinner. Lokasi favorite biasanya di Plaza Senayan, Gedung Panin, atau beberapa ke Mahakam atau Sahid.

Saat kow kow atau entertain seperti biasa para expat meminum minuman beralkohol, namun karena saya tidak bisa minum minuman beralkohol karena alasan agama saya melarangnya, maka saya hanya memesan Coke. Mereka banyak bertanya,”Why Coke.”

Saya jawab .”I can not drink alcohol.”

Para rekan expat itu ternyata sangat menghargai pilihan seseorang dan mereka pun tidak memaksanya atau mengejek pilihan saya.

Berbeda dengan teman-teman sebangsa dan senegara, saat kami kow kow di sebuah discoteque dulu di kawasan Duku Atas dan beberapa di Blok M. Mereka sangat mentertawakan pilihan saya untuk minum Coke atau Sprite. Ejekan yang masih saya ingat ialah,”Wuih Fajar minum Coke mabok”.

Yaah begitulah pergaulan kantor.  Bagi pembaca yang tetap ingin mempertahankan prinsip tanpa meninggalkan dunia pergaulan, silakan tetap teguh pada pendirian anda untuk apa yang akan masuk ke dalam perut anda.


Jakarta, Juli 2016

Fadjar Setyanto