Thursday, June 16, 2016

Mari (Sekali-sekali) Berfikir Di Luar Kotak


"Ayuk nulis".

"Nulis apa?".

"Ayuk usaha sendiri".

"Usaha apa?".

"Ayuk bisnis rumah makan".

"Menunya apa?"

Seringkali respon bingung diberikan saat ada ajakan memilih sesuatu yang lain dari biasanya. Hal ini adalah wajar dan sah-sah saja, karena kita memang dibatasi oleh pengalaman, lingkungan, dan tentu saja keahlian.

Hanya orang yang berani melihat sesuatu dari "luar kotak" saja yang berani mencoba sesuatu di luar kebiasaan. Beberapa karya melihat di luar kotak ialah ditemukannya pesawat terbang dan telephone.

Bila dilihat karya di dalam negeri ialah GOJEG yang sekarang merambah bukan saja ke pengantaran orang, tapi juga sudah pembelian makanan dan pengiriman dokumen. Ceruk pasarnya ternyata ada.

--

Berikut ialah enam titik yang disusun seperti gambar di bawah. Coba anda gunakan 4 garis saja untuk menghubungkan semua titik-titik itu tanpa kecuali.






Bila keluar dari pakem kebiasaan maka akan didapat gambar seperti di bawah ini.





Idenya sederhana saja, tapi kalau tidak dicoba dengan cara di luar kebiasaan maka akan sulit di dapat.

Keberanian melakukan sesuatu di luar kebiasaan memerlukan keberanian dan kecermatan. Yang terpenting dari itu semua ialah jangan takut mencoba. Membuat kesalahan bukanlah akhir dari dunia.

Saat anda mulai mencoba jangan pula takut dikatakan bukan ide baru. Orang ahli bicara :

"Tidak ada karya yang tiba-tiba muncul. Karya kreatif selalu berawal dari karya-karya yang pernah ada sebelumnya." Sir Joshua Reynolds.


Jakarta, 8 hari lepas dari 8 Juni 2016
Fajar