Tuesday, June 21, 2016

Layani Klien Dengan Baik : Kasus SPG Gramedia

Ketersediaan produk yang bervariasi, suasana nyaman, dan barang berkualitas itulah kira-kira yang membuat saya memutuskan berbelanja alat-alat tulis dan perlengkapannya beberapa hari yang lalu di Toko Buku Gramedia Matraman.


Saat itu saya sudah berbelanja beberapa keperluan tiba-tiba ada pesan masuk bahwa saya diminta membelikan lakban yang bagus. Posisi saya saat menerima pesan singkat itu sudah berada di antrian pembayaran. Saya segera mencari barang yang dimaksud. Namun karena area toko tersebut cukup luas sementara waktu saya semakin sempit, akhirnya meminta bantuan seorang Sales Promotion Girl.


Tidak seperti biasanya, saat saya bertanya pada SPG, yaitu hanya ditunjukkan dari kejauhan bahwa saya harus pergi ke arah tertentu. SPG yang saya tanya ini, tanpa banyak cakap, setelah tahu maksud saya dia tersenyum lalu mengantarkan saya ke lokasi yang dimaksud. Persis ke lokasi dimana barang tersebut berada. Setelah menunjukkan letaknya, dan berkata ,"Silakan, Pak", dia pun pergi ke posnya semula dia berada.


Kemudahan bagi saya. Cepat mendapatkan barang dimaksud tanpa harus tengok kanan-kiri dulu, serta efisien waktu. Saya pun bisa segera kembali ke antrian pembayaran lagi.


Rupanya prinsip membantu pelanggan mendapatkan barang yang dicari dipahami benar oleh SPG tersebut. 


Prinsip tersebut bukan hanya  harus dimiliki oleh SPG, tapi oleh semua level profesi. Bukan hanya bagian marketing atau sales yang memiliki klien, tapi semua level. Seorang bagian HRD, memiliki klien para karyawan dan managemen. Seorang staf, memiliki klien sesama staf yang berhubungan kerja dengannya. Seorang manager pabrik memiliki klien bagian marketing dan bagian pengiriman. Dan seterusnya.


Bila para klien tersebut diperlakukan dengan baik, maka respon yang diberikan juga bagus. Dengan demikian akan tercipta situasi kerja yang saling mendukung demi tujuan bersama.



Jakarta, 13 hari lepas dari 8 Juni 2016
Fadjar Setyanto