Saturday, June 11, 2016

Ini Dampaknya Bila Pekerjaan Diberi Ruh

"Alah bisa karena biasa". Sebuah kalimat yang sudah lama kita dengar. Namun cukupkah hanya melakukannya dengan rutin saja?.

Kita sering mendengar orang berkomentar ,"ah garing penampilannya" terhadap penampilan seseorang. "Ih orang itu bikin BT banget deh","nih sopir nyebelin" dan lain sebagainya. Itu artinya orang itu tidak melakukan pekerjaannya dengan sepenuh hati.

Memang memberikan bumbu berupa "ruh" atas pekerjaan yang sedang dilakukan sangat penting.

Seorang Valentino Rossi harus melakukan ribuan jam latihan agar bisa mencapai prestasi yang maksimal. Padahal apa yang dilakukan seseorang di atas sepeda motor selalu sama : tarik gas, pindah gigi, tekan kopling, belok ke kanan atau ke kiri atau lurus. Namun karena dilakukan ribuan kali serta memberikan "ruh" atas apa yang dilakukan maka dia sangat paham kondisi dan jenis ban yang pas untuk medan tertentu, putaran roda pas atau tidak, dan banyak lagi.

Seorang conductor musik sangat mengetahui mana  nada yang pas atau yang tidak pada group yang dipimpinnya. Itu karena mereka berlatih terus menerus dan tentu saja dengan memberikan "ruh", atas pekerjaannya.

Seorang  pengemudi taxi bisa jadi sangat merasakan kebosanan luar biasa di jalan. Namun bila sang sopir melakukan tugasnya dengan disertai "ruh" maka pekerjaan membosankan itu akan terasa menyenangkan. Sebagai penumpang taxi, mungkin sering anda mengatakan ,"wuh sopirnya nyebelin" sehingga anda malas memberi tips. Namun adakalanya anda mengatakan "supirnya menyenangkan" sehingga anda rela memberi tips untuk sang sopir.

Seorang bagian penjualan yang rela melakukan rutinitas menawarkan, rutinitas ditolak, bahkan rutinitas dicemooh, bila memberikan "ruh" atas pekerjaannya bukan tidak mungkin bisa menjadi seorang penjual yang hebat. Dengan memberikan "ruh" atas pekerjaannya itu, dia akan semakin meningkatkan "daya tahannya" terhadap cemooh dan penolakan. Dia bisa mengubah penolakan menjadi penerimaan dan mengubah cemoohan menjadi penghormatan.

Dengan demikian bisa disimpulkan : melakukan sesuatu yang rutin adalah bagus, namun akan lebih bagus lagi bila ditambah bumbu "ruh" sepenuh hati saat melakukannya. Pekerjaan yang dilakukan dengan memberikan "ruh" padanya bisa dirasakan juga oleh orang lain.



Jakarta, lepas 3 hari dari tanggal 8 Juni 2016
Fajar