Wednesday, June 15, 2016

Imajinasi Saya




Imaginasi adalah salah satu sumber tak terbatas bagi seseorang untuk menulis, melukis, atau apapun jenis kreasinya.


Film-film terkenal adalah contoh hasil dari imajinasi bebas yang dituangkan dalam bentuk tulisan, lalu dituangkan dalam bentuk film. Kita ambil contoh film Star Trek. Film Star Trek adalah film imajinasi tentang dunia luar angkasa dan kehidupannya. Apakah berarti penulisnya pernah ke luar angkasa? Ya tentu saja belum wong pertama kali film startrek dibuat belum ada yang namanya pesawat ulang alik. Lha lalu kenapa bisa ada? Ya inilah yang disebut imajinasi bebas.


Lalu kita lihat lagi film The Time Tunnel yang merupakan film yang bercerita tentang lorong waktu. Apakah lorong waktu itu ada? Ya tentu saja tidak ada, tapi karena kebebasan imajinasi lalu muncullah ide menulis tentang lorong waktu. Ternyata setelah dikemas dalam bentuk film, meskipun hasil imajinasi itu tidak nyata, ya tetap saja ada orang yang suka.


Terakhir contoh tentang keliaran imajinasi ialah film 2012. Film itu menggambarkan kiamat yang akan terjadi pada tahun 2012. Sebagian orang bahkan meyakini kiamat akan terjadi pada tahun 2012. Termyata setelah tahun 2012 terlewati, alhamdulillah, dunia masih belum kiamat. Sekali Lagi inilah yang dikatakan keliaran imajinasi.


Untuk membuat karya apapun imajinasi harus hadir. Adalah suatu omong kosong membuat suatu kreasi tanpa imajinasi.  Kalau saya kemarin mengatakan bahwa saya berimajinasi menulis surat untuk seorang gadis manis yang saya sukai, ya sosok gadis manis itu harus saya hadirkan dalam kepala saya agar proses menulis lancar. Silakan lihat : Ayoooooo Menulis Namun apakah saya akan menghadirkan gadis itu juga saat saya menulis tentang  apa yang dirasakan seekor kucing yang sedang mengalami proses perawatan di sebuah Rumah Sakit hewan ternama di Amerika? Ya tentu saja tidak dong. Saya berimajinasi sebagai seekor kucing yang merasakan perhatian dari tuannya yang rela membayar ribuan dolar demi kesehatan sang kucing. Bisakah saya menghadirkan sosok gadis itu dan kucing? Ya bisa saja, apalagi kalau saya mengisahkan seorang gadia rela mengeluarkan ribuan dolar tabungannya untuk menyelamatkan kucingnya yang sangat dicintai.


Jadi imajinasi bisa dihadirkan dalam bentuk apapun sesuai kebutuhannya. Imajinasi bisa dikembangkan dengan banyak membaca, menonton film, traveling, atau memperhatikan kondisi lingkungan sekitar kita. Mari kita peduli, agar imajinasi kita tumbuh.


Jakarta, 7 hari lepas 8 Juni 2016
Fajar