Thursday, June 23, 2016

Get Things Done


Kyuzaemon pernah berpesan pada Akio Morita yang dikenal sebagai Bapak perusahaan Sony,"Kamu harus tahu dengan jelas apa yang kamu lakukan dan apa yang kamu minta agar orang lain melakukannya, dan kamu juga harus bertanggung jawab penuh atas semuanya"


Pesan di atas diberikan oleh sang Ayah kepada Akio Morita, yang tanpa meminta pun tetap akan menjadi Presiden Direktur di perusahaan sang Ayah. Akio Morita sebelum menjadi big bos di perusahaanya harus berlatih melihat sumber-sumber yang berpotensi menjadi masalah. Akio Morita juga memantau apa yang terjadi di bawah langsung dengan mata kepalanya sendiri. Kalau istilah populernya sekarang ialah blusukan seperti yang dilakukan Presiden Jokowi.


Memastikan suatu pekerjaan GET THINGS DONE adalah suatu kemutlakan pagi setiap pekerja di level apapun. Seorang office boy, jelas dia harus membuat suasana kantor tetap bersih dan kebutuhan setiap karyawan di ruangan yang menjadi tanggung jawabnya harus tersedia dengan baik. Seorang direktur atau manager harus memastikan bahwa para bawahannya melakukan tugas dengan semestinya. Hal itu karena sang direktur harus bertanggung secara luas di kantornya berada.


Beberapa contoh agar GET THINGS DONE (membuat suatu hal terlaksana) ialah apa yang dilakukan oleh Tetra, seorang karyawati bank besar di Indonesia. Tetra melakukan pengontrolan atas barang-barang pendukung pesanannya agar tidak bermasalah sehingga proyeknya untuk pembukaan kantor-kantor baru yang jumlahnya ratusan tidak terkendala dengan kekurangan produk atau produk yang bermasalah. Sungguh sangat mengesalkan bila ada masalah atas hal yang sebenarnya bisa dicegah. Begitu juga dengan beberapa hal yang dilakukan client saya saat saya menjadi bagian marketing di perusahaan Jepang ternama. Sang manager dari perusahaan client saya sengaja terbang dari Hongkong ke Bogor untuk memastikan bahwa apa yang dipesan telah sesuai dengan apa yang diinginkan atau tidak. Presiden Jokowi, dan client saya, memilih melihat langsung kondisi di lapangan daripada hanya sekedar percaya omongan bawahannya.


Pedoman GET THINGS DONE tidak ada di literatur, karena ini melibatkan sikap dan pandangan atas amanat pekerjaan yang diberikan kepada kita. Semakin kita bertanggung jawab, maka semangat GET THINGS DONE semakin besar dalam tubuh kita.



Jakarta, 24 hari lepas dari 8 Juni 2016
Fadjar Setyanto