Tuesday, June 14, 2016

Di bawah Pengaruh Sosial Media

Kegenitan Era Sosmed

Pernah saya mencoba share suatu bacaan di sosmed FB. Saya tahu antara isi dan judulnya sangat kontras. Judulnya sangat provokatif sementara isinya seratus delapan puluhpersen berbeda. Saya share tapi tidak saya beri pengantar atau tidak ada komentar tambahan dari.

Saya coba test dan saya ingin tahu yang berkomentar atas berita itu. Ada beberapa yang berkomentar sangat miring mengecam pihak yang dilihatnya membuat suatu kesalahan. Sementara yang lainnya, yang saya tahu pasti bahwa komentator ini pasti membaca terlebih dahulu isi tulisan lalu dia share dengan yang lainnya. Yang kedua ini memberikan komentar positif sesuai isi berita.

Saat menshare suatu tulisan sebenarnya kita juga bertanggung jawab secara moral atas tersebarnya berita itu. Kalau itu bohong, artinya kita juga menyebarkan berita bohong. Kalau itu fitnah, berarti kita juga menyebarkan fitnah, akan tetapi kalau itu berita bagus, berarti kita juga telah membagikan berita bagus.

Disini kasarnya, kalau paket mepet internet lebih baik jangan share karena bisa dipastikan anda akan cuma membaca judulnya saja belum masuk ke wilayah isi dan maksud dari suatu berita.

Memang ini adalah tuntutan pasar dari media online, dimana suatu berita harus memiliki hits yang tinggi atas berita yang diterbitkannya. Kadang-kadang ada rumus yang mengatakan ,”Buat judul yang provokatif agar bisa memancing orang membacanya.”
Banyak reporter muda yang terpancing dengan saran itu, sehingga mengabaikan kaidah moral yang sangat penting : kejujuran.

Semoga kita menjadi orang yang tidak mudah terpancing dengan tombol SHARE di media sosial.


Jakarta, 6 hari dari 8 Juni 2016
Fajar