Monday, June 20, 2016

Berubah Atau Mati

Siang hari ini saya pergi ke komplek Universitas Negeri Jakarta. Kondisi kampus dalam beberapa hal banyak berubah. Salah satu yang nampak ialah perubahan fisik lahan parkir. Sekarang, meskipun belum selesai, berdiri megah sebuah gedung khusus lahan parkir. Daya tampung parkir lebih banyak lagi.


Pada saat saya sedang memarkir kendaraan saya, saya dihampiri tukang parkir biasanya menjadi tukang parkir mobil di pinggir jalan di sekitar kampus UNJ. Melihat mobil saya, tukang parkir itu menghampiri saya.


"Apa kabar, mas?", sapa saya.


"Baik, Pak", jawabnya.


"Kok tumben ada di sini, sekarang mangkal dimana?", tanya saya.


"Yah, sekarang nggak bisa mangkal, Pak, karena mobil yang parkir di pinggir jalan diusir-usirin oleh petugas", jawabnya.


Terbayang di kepala saya, petugas parkir ini sekarang kehilangan lahannya mencari uang. Saya mengenal petugas parkir ini dari tahun 2005. Saat itu dia rajin memarkiri mobil-mobil yang parkir di sepanjang jalan Pemuda Jakarta, di depan komplek UNJ. Saya tahu pasti, bahwa dia tidak memiliki pekerjaan lain selain menjadi tukang parkir di wilayah itu. Saya teringat di masa-masa "jayanya" orang ini selalu memegang uang banyak di tangannya. Sekarang, dia bisa mendapat sepuluh ribu sehari saja sudah sangat bagus.


Inilah perubahan! Ya, apapun alasannya perubahan akan terus terjadi. Tidak ada yang kekal di muka bumi ini, selain perubahan itu sendiri. Siapapun yang tidak mau berubah, bisa dipastikan akan tergilas oleh perubahan itu sendiri.


Contoh lain perubahan yang sangat nyata ialah, gaya orang mengucapkan selamat hari raya. Pada era tahun 80 - 90 kartu ucapan hari raya akan berpesta pora. Di toko buku, kartu ucapan ditempatkan di suatu bak besar, dengan tinggi hingga mencapai 50 cm atau mungkin lebih. Kantor pos kebanjiran kartu ucapan. Orang membeli perangko tidak cuma satu atau dua, tapi membeli puluhan perangko. Tapi sekarang? Dimana kartu elektronik sudah semakin cantik. Koneksi internet yang mudah dan terjangkau. Tentu saja banyak sekali yang beralih ke metode pengiriman via elektronik, yang jelas lebih murah, mudah, dan lebih cepat.


Saya meyakinkan diri saya sendiri bahwa saya harus berubah. Berubah cara kerja dan cara bersikap di tengah perubahan yang selalu dinamis. Belajar dan terus belajar ialah cara menghadapi dan beradaptasi dengan perubahan yang ada.


Jakarta, 20 hari lepas dari 8 Juni 2016
Fadjar Setyanto