Monday, June 13, 2016

Ayooooooo Membaca




Jumlah produksi  film di Amerika mencapai 50.000 film baru setiap tahun. Sementara di Indonesia mencapai 2000 film. Jumlah  produksi film sedemikian banyak tentu saja didukung pula dengan buku yang banyak. Penerbitan buku baru di Amerika ialah 33 kali lebih banyak dari Indonesia. Artinya bila di Indonesia diterbitkan 5000 buku setiap tahun, maka di Amerika diterbitjkan sejumlah 165.000 buku setiap tahun. Penerbitan buku yang luar biasa jumlahnya  inilah yang mencerminkan tingginya  budaya dan minat baca suatu bangsa.


Melihat perbandingan di atas jelas Indonesia masih jauh tertinggal dengan Amerika. Orang apatis akan berkata ,”Tentu saja lha wong Amerika merdeka tahun 1776 sedangkan Indonesia baru merdeka tahun 1945”. “Jelas aja kalah”.


Argumen di atas bisa jadi  benar, namun budaya membaca bukanlah monopoli negara maju saja. Mari kita tengok Vietnam. Di Vietnam sejak gerakan literasi digalakan beberapa tahun yang lalu, sudah menghasilkan kebiasaan membaca yang bagus di kalangan pelajarnya. Pelajar Vietnam per tahun membaca sekitar 50 buku saat ini. Bagaimana dengan Indonesia? 10 buku non buku teks per tahun saja sudah sangat bagus. 


Dengan perbandingan jumlah buku yang dibaca saja Indonesia ternyata kalah dengan Vietnam yang kondisi perekonomiannya di  bawah Indonesia saat ini.


Dibandingkan dengan Vietnam  semestinya Indonesia tidak boleh kalah. Saat ini sudah masuk era Pasar Bebas ASEAN yang memungkinkan seorang pekerja ASEAN bisa bekerja dimana saja di wilayah ASEAN dengan mudah. Bila pekerja vietnam yang berdaya literasi tinggi masuk ke Indonesia maka  sangat bahaya bagi pekerja Indonesia. Apalagi dengan kesediaan pekerja Vietnam dibayar lebih murah dibandingkan pekerja Indonesia.


Melihat kondisi demikian, sebaiknya kebiasaan membaca harus mulai dipupuk. Entah untuk diri kita sendiri atau putra-putri kita. Kebiasaan mengkonsumsi lebih banyak buku daripada TV dan games elektronik harus mulai menjadi kebiasaan.


Sangat bijaksana bila masyarakat Indonesia yang memiliki penduduk terbesar di dunia suka membaca. Bagi pembaca yang beragama Islam pasti ingat ayat yang pertama kali turun. Ayat itu adalah perintah MEMBACA, bukan yang lain seperti puasa atau sholat. Sudah semestinya perintah MEMBACA kita terapkan.


Jangan sampai kita kalah dari Vietnam hanya karena kita tidak mau membaca.


Jakarta, 13-6-2016/8-6-2016
Fajar