Tuesday, June 14, 2016

Ayoooooo Menulis

Ikatlah ilmu dengan menuliskannya. Ikatlah pengalaman juga dengan menuliskannya.


Setelah kesukaan membaca dimiliki, ketrampilan selanjutnya yang perlu dimiliki  ialah kesukaan  menulis. Menulis adalah menuangkan ide-ide dalam sebuah tulisan sehingga ide tersebut bisa tersebar luas dan tahan lama.


Bayangkan betapa butanya manusia zaman sekarang tentang masa lalu tanpa adanya  tulisan di goa-goa yang dilakukan oleh manusia purba. Bagaimana perjalanan negara Indonesia juga akan tidak banyak diketahui generasi  berikutnya bila tidak ada yang menuliskannya.


Manfaat Menulis


Dengan demikian manfaat menulis selain menyebarkan ilmu antara lain :
1. Melatih penulisnya berfikir sistematis dan terarah,
2. Ajang berbagi yang lebih luas dibandingkan dengan bicara,
3. Sebagai lahan amal bagi penulisnya bila yang ditulis bisa bermanfaat untuk orang lain,
4. Melatih pemikiran kritis bagi penulisnya,
5. Rekreasi,
6. Masih banyak manfaat menulis bila dijabarkan lebih jauh, coba silakan pembaca menambahkan lagi.


Kapan Latihan Menulis Perlu Dilakukan?


Di negara maju pelajaran menulis ditempatkan sebagai mata pelajaran tersendiri. Oleh sebab itu dikenal dengan penulisan akademis. Selain itu dikenal juga pelajaran penulisan bebas. Pelajaran menulis pun sudah ada sejak pendidikan dasar hingga pendidikan tinggi. 


Di dunia  pendidikan Indonesia pelajaran menulis termasuk satu bagian dari pelajaran Bahasa. Karena cuma bagian dari pelajaran bahasa, maka latihan menulis bagi para siswa menjadi kurang optimal. Tidak sedikit lulusan sekolah menengah atas yang masih stress dengan tugas menulis. Padahal sekarang, di dunia pendidikan tinggi ada Universitas yang mensyaratkan menulis jurnal sebagai syarat kelulusan.


Kesukaan menulis perlu dibangkitkan sejak di Sekolah Dasar.



Bagaimana Menjadikan Menulis Menyenangkan?



Pengalaman saya sendiri mendapatkan kesenangan menulis pada SMP kelas 3. Pada saat itu guru bahasa Indonesia saya meminta para siswa menulis surat. Surat bisa ditujukan kepada siapa saja. Saya yang saat itu sedang senang dengan lawan jenis berinisiatif menulis sebuah surat kepadanya (cie cie). 


Tugas menulis surat pun bisa saya lakukan dengan cepat, karena sepanjang proses penulisan saya menghadirkan dia dalam imajinasi saya, seolah saya berbicara akrab dengannya bahkan dengan sedikit rayuan (ehm ehm) . Hanya dalam tempo setengah waktu yang diberikan saya sudah selesai tiga halaman. 


Sang guru melihat saya sudah selesai dan mengecek tulisan saya serta membacanya…..”Apa kabar Tet? Lama tak jumpa ya Tet?.  bla bla bla….bla bla”. Sang guru pun membaca setengah halaman serta menyebutkan nama itu beberapa kali. Sang guru tidak mempermasalahkan siapapun tokoh yang dituliskan. Dia memberikan kebebasan penuh para siswa berimajinasi. Dia pun mengapresiasi tulisan saya dengan nilai 9.


Sejak saat itulah saya menyukai tulis-menulis dan rajin menulis buku harian. Bahasa tulisan saya pun makin terarah.


Jadi untuk menggiatkan kesenangan menulis,  selain melatihnya setiap hari, mendapatkan  klik dimana anda nyaman menulis juga sangat penting. Saya saat itu menghadirkan seseorang dalam fikiran saya lalu saya juga menulis  tiap hari.


Selamat mencoba.



Jakarta, 6 hari selepas 8 Juni 2016
Fajar