Thursday, June 30, 2016

Wong Uripki Sawang Sinawang

"Wong urip ki sawang sinawang." Begitu pepatah jawa yang saya sering dengar. Kalau diterjemahkan secara bebas kira-kira begini :
Orang hidup itu saling melihat orang lain lebih enak hidupnya dibandingkan diri sendiri.
Seorang tetangga melihat kehidupan tetangganya lebih enak, punya mobil 2 buah, rumah tingkat, anak-anaknya cerdas dan selalu rangking di kelasnya. Tetapi, pada saat yang sama mungkin orang ini juga lupa bahwa tetangganya ini harus pusing tiap bulannya untuk tagihan air yang tinggi, listrik yang tinggi, bbm yang tinggi, gaji pembantu, jajan anak, dan lain-lain sehingga meskipun gajinya besar tapi tidak bisa menabung, malah kadang defisit.
Orang yang ekonominya bagus ini ternyata juga melihat tetangganya yang lebih sederhana hidupnya terasa enak. Punya waktu kumpul keluarga, bisa ikut aktif di lingkungan, pagi hari masih bisa  ngopi di beranda rumah sambil membaca koran, masih bisa main musik bersama anggota keluarganya dan sebagainya yang dia tidak bisa dia dapatkan.
Penulis juga bercanda dengan teman-teman yang akan cuti pulang kampung, "Waduh enaknya yang punya cuti". Eh ternyata dikomentari oleh sang teman,"Waduh enaknya yang usaha sendiri, bisa cuti kapan aja". Saya tertawa ngakak.
Inilah bukti bahwa orang hidup itu "sawang sinawang".
Yang terbaik tentu saja syukuri apa yang ada.
Jakarta, 21  hari lepas tanggal 8 Juni 2016.
Fadjar Setyanto

Monday, June 27, 2016

Buku-bukuku

I


Di kala kesedihan datang
Membaca buku bisa menjadi hiburan
Membaca buku bisa menjadi ajang pelarian kesedihan
Membaca buku juga bisa membangkitkan kebahagiaan


Di kala kesulitan datang
Membaca buku bisa memberi pemecahan
Membaca buku bisa menjadi penambah pengetahuan
Membaca buku bisa memberi pencerahan


Di kala bahagia datang
Membaca buku jadi teman yang bijak
Membaca buku jadi kawan yang tidak berpihak
Membaca buku membangun masa datang


Terima kasih buku
Anda menjadi teman di kala belahan hati tak kunjung datang
Anda penambah wawasan masa datang
Anda membuatku jadi riang



Jakarta, 19 hari lepas 8 Juni 2016
Fadjar Setyanto



Sunday, June 26, 2016

Menjaga Harga Diri, Menjual Tisue

Demi menjaga harga diri, ibu ini tidak mengemis melainkan menjual tisue.

Bila ibu itu mau, dengan mengemis dia akan dengan mudah mendapatkan uang. Namun ternyata ibu itu tidak melakukannya. Dia lebih memilih berjualan tisue dari pada mengemis.

Untuk menguji kebenaran asumsi dan hipotesis saya, saya membuktikan sesuatu. Saya panggil ibu itu. Dia menghampiri jendela mobil saya. Saya serahkan uang sepuluh ribu rupiah. Ibu itu menyuruh saya untuk mengambil kembaliannya. Tapi saat saya memgambil 4 tisue ibu itu tidak berkata apa-apa lagi selain ,"Alhamdulillah".

Ibu itu benar-benar tidak ingin mendapatkan uang mudah dengan cara mengemis. Yang dia lakukan ialah menjual tisue.

Luar biasa.

Jakarta, 16 hari lepas dari 8 Juni 2016
Fadjar Setyanto

Friday, June 24, 2016

Tampilan Whatsapp Di Group Bisa Berbeda

Ternyata tampilan whatsapp group bisa berbeda.
Berikut adalah tampilan dari satu group wa.
Nampak bagian yang berwarna hijau tidak tampil di layar hp yang satunya lagi.
Jadi kalau ada perbedaan info dalam satu group whatsapp adalah dikarenakan hal ini.

Hindari Ini, Bila Ingin Sukses Karir

Beberapa hari yang lalu saya mengulas tentang sikap kerja SPG Gramedia. SPG tersebut mengantarkan dan menunjukkan lokasi persis dimana barang yang saya butuhkan sehingga saya tidak membuang-buang waktu untu mendapatkannya.


Itu salah satu contoh dari sikap kerja yang kalau saya sang manajer, akan saya kasih nilai A. Namun di toko yang sama, saya juga menemukan seorang SPG memberikan sesuatu benda kepada pelanggan dengan menggunakan tangan kiri. Tangan kiri atau tangan kanan sebenarnya bukan masalah, tetapi di Indonesia masih berlaku aturan sebaiknya memberikan sesuatu kepada orang lain ialah dengan tangan kanan.


Dalam bahasa Inggris juga terdapat makna yang cukup untuk mendukung bahwa memberikan makna sesuatu dengan tangan kanan lebih baik dari pada tangan kiri. Kanan = right = benar, sementara Kiri = left = tertinggal (pendidikannya/budayanya/nalarnya dsn sebagainya). Konotasi tersebut tetap mencerminkan bahwa penggunaan tangan kanan adalah lebih baik dari pada tangan kiri (dalam hubungan dengan sesama manusia).


Kembali ke kedua type SPG yang tidak layak dapat nilai A atau C dalam sikap kerja (bila saya sang manajer) 

A. Memberikan dengan tangan kiri.
Saya saat itu sudah selesai melakukan pembayaran dan akan mengambil barang yang telah saya bayar. Di konter pengambilan barang tersebut, tidak nampak seorang SPG pun. Saya hanya melihat seorang SPG sedang menawar-nawarkan produk yang serupa saya beli ke pelanggan. Saya berikan bon pembayaran saya padanya. Saya tahu dia sedang membawa barang di tangan kanannya meskipun tidak dalam jumlah banyak. SPG tersebut mengambil barang di laci tempat barang yang dibeli. Tanpa meletakkan dulu atau memindah barang yang sedang dibawanya ke tangan kiri, SPG tersebut langsung mengambil barang yang saya beli dengan tangan kirinya dan menyerahkannya pada saya.


B. Kasus kedua ialah hanya menunjukkan tempatnya tanpa mengarahkan pelanggan.

Kejadian ini saya temukan di sebuah toko buku yang cukup besar di salah satu pasar. Saat saya tanya dimana barang yang saya cari berada, tanpa melihat pada pelanggan dan meninggalkan sebentar saja pekerjaan yang sedang dia lakukan (berdiri di depan barang) dia cuma mengatakan ,"di belakang".


Dua hal di atas adalah hal yang kecil. Namun bila menjadi kebiasaan, hal sekecil apapun akan menjadi besar. Bila sudah menjadi besar, maka akan sulit dibuang. Hal kecil ini kelak bisa menghambat karir seseorang, karena tidak peduli.


"Kebiasaan adalah pelayan yang baik, atau juga bisa menjadi tuan yang jelek. (Emmons)".




Jakarta, 26 hari lepas 8 Juni 2016.
Fadjar Setyanto

Thursday, June 23, 2016

Get Things Done


Kyuzaemon pernah berpesan pada Akio Morita yang dikenal sebagai Bapak perusahaan Sony,"Kamu harus tahu dengan jelas apa yang kamu lakukan dan apa yang kamu minta agar orang lain melakukannya, dan kamu juga harus bertanggung jawab penuh atas semuanya"


Pesan di atas diberikan oleh sang Ayah kepada Akio Morita, yang tanpa meminta pun tetap akan menjadi Presiden Direktur di perusahaan sang Ayah. Akio Morita sebelum menjadi big bos di perusahaanya harus berlatih melihat sumber-sumber yang berpotensi menjadi masalah. Akio Morita juga memantau apa yang terjadi di bawah langsung dengan mata kepalanya sendiri. Kalau istilah populernya sekarang ialah blusukan seperti yang dilakukan Presiden Jokowi.


Memastikan suatu pekerjaan GET THINGS DONE adalah suatu kemutlakan pagi setiap pekerja di level apapun. Seorang office boy, jelas dia harus membuat suasana kantor tetap bersih dan kebutuhan setiap karyawan di ruangan yang menjadi tanggung jawabnya harus tersedia dengan baik. Seorang direktur atau manager harus memastikan bahwa para bawahannya melakukan tugas dengan semestinya. Hal itu karena sang direktur harus bertanggung secara luas di kantornya berada.


Beberapa contoh agar GET THINGS DONE (membuat suatu hal terlaksana) ialah apa yang dilakukan oleh Tetra, seorang karyawati bank besar di Indonesia. Tetra melakukan pengontrolan atas barang-barang pendukung pesanannya agar tidak bermasalah sehingga proyeknya untuk pembukaan kantor-kantor baru yang jumlahnya ratusan tidak terkendala dengan kekurangan produk atau produk yang bermasalah. Sungguh sangat mengesalkan bila ada masalah atas hal yang sebenarnya bisa dicegah. Begitu juga dengan beberapa hal yang dilakukan client saya saat saya menjadi bagian marketing di perusahaan Jepang ternama. Sang manager dari perusahaan client saya sengaja terbang dari Hongkong ke Bogor untuk memastikan bahwa apa yang dipesan telah sesuai dengan apa yang diinginkan atau tidak. Presiden Jokowi, dan client saya, memilih melihat langsung kondisi di lapangan daripada hanya sekedar percaya omongan bawahannya.


Pedoman GET THINGS DONE tidak ada di literatur, karena ini melibatkan sikap dan pandangan atas amanat pekerjaan yang diberikan kepada kita. Semakin kita bertanggung jawab, maka semangat GET THINGS DONE semakin besar dalam tubuh kita.



Jakarta, 24 hari lepas dari 8 Juni 2016
Fadjar Setyanto







Wednesday, June 22, 2016

Ari : Buah Dari Kengototan Berburu Beasiswa




Ari sebut saja demikian ialah seorang perempuan berusia 42 tahun yang berprofesi sebagai guru SMA. Ari adalah tipikal guru yang menyukai tantangan. Eksperimen-eksperimen dalam dunia belajar-mengajar dia terapkan sehingga para  muridnya selalu mendapat tantangan baru. Apalagi semenjak dia lulus dari pendidikanS2 dan S3-nya. Semenjak dia lulus dari S2, dia aktif mengikuti berbagai macam konferensi dan seminar tentang kependidikan baik di  dalam maupun di luar negeri. Kebiasaan itu terus berlanjut pada saat dia telah lulus program doktornya.


Kengototan Ari terhadap ilmu sekarang memang bukan dari hasil seminggu dua minggu atau sebulan dua bulan. Kengototannya dalam belajar sudah dimulai sejak dia masuk pendidikan Guru di S1. Pada saat  itu studi Ari sempat tertinggal satu tahun karena gagal dalam test masuk PTN. Sejak kegagalannya dia belajar terus sambil mempersiapkan diri untuk menghadapi test tahun berikutnya.


Di tes masuk PTN yang kedua, dia bisa tembus masuk ke PTN yang diidamkannya.  Dikarenakan dia sudah tertinggal 1 tahun dari rekan-rekan seangkatannya, dia bertekad menyelesaikan kuliah S1nya dalam tempo 7 semester, tidak lebih. Dia ngotot belajar. Hasil dari kengototannya yang pertama ialah, dia bisa mendapatkan beasiswa di semester ke-3. Sejak saat itu hingga lulus dia tidak perlu membayar kuliah lagi, karena mendapatkan beasiswa. Persis di semester ke 7 dia sudah diwisuda untuk Sarjana S1.


Kengototan Ari terhadap ilmu berlanjut saat dia bekerja sebagai guru di sebuah sekolah swasta ternama di Jakarta. Suatu hari dia mendengar bahwa ada peluang beasiswa bagi guru di sekolah itu yang dibiayai oleh pihak Universitas. Tanpa berfikir lama, Ari pun menyiapkan berkas-berkas yang diperlukan. Beberapa saat setelah dokumen miliknya siap, ternyata ada perubahan kebijakan dari pihak kampus pemberi beasiswa. Jadwal penyerahan berkas menjadi tidak pasti.


Menghadapi hal demikian, Ari tidak tinggal diam. Dia pun menemui kenalannya yang memegang posisi penting di kampus itu. Dia bertanya tentang perubahan-perubahan yang terjadi. Beruntungnya, karena hubungan Ari dengan kenalannya itu bagus, maka ia bersedia menanyakan langsung kepada pimpinan kampus. Ternyata perubahan itu hanya sementara dan bukan perubahan prinsip. Ari pun tidak tidak tinggal diam dia tetap menyiapkan berkas yang diperlukan. Begitu ada pemberitahuan penerimaan dokumen, maka dia segera memasukan dokumen lamarannya pada hari pertama pembukaan penerimaan. 


Berdasarkan seleksi berkas dan test, Ari bisa diterima di kampus tersebut. 


Dalam proses belajar di S2, untuk masalah buku text dan referensi, Ari tidak ragu-ragu membeli satu buah buku referensi meskipun harganya relatif mahal. Dia tidak mengcopy buku atau hanya mengambil pada bab-bab tertentu saja sesuai saran dosennya.  tapi satu buku penuh dia usahakan untuk dimiliki.. Sehingga apa yang didapat menjadi lengkap.


Ari bisa menyelesaikan kuliah S2nya tepat waktu. Dengan demikian dia tidak perlu mengeluarkan uang ekstra untuk membayar semester yang di luar tanggungan bea siswa.


Setelah lulus S2, kembali Ari mendengar bahwa ada lowongan beasiswa untuk studi S3. Tanpa lama kembali Ari menyiapkan dokumen. Dia benar-benar tidak mau ketinggalan kesempatan ini sedikitpun.


Pada saat dia meminta ijin pada atasannya, terjadi masalah. Sang atasan tidak mau memberi ijin untuk guru yang baru lulus S2. Ari tidak tinggal diam, tetap dia melengkapi persyaratannya.


Suasana bagus kembali berpihak pada Ari. Tidak lama setelah penolakan dari pimpinannya, ternyata masa jabatan pimpinannya itu juga akan habis sebulan kemudian. Pada saat pimpinan baru mulai bertugas, kembali Ari mengajukan permohonan ijin untuk melanjutkan ke pendidikan S3. Pimpinan barunya ternyata orang yang terbuka dan memiliki wawasan luas sehingga dengan tanpa persyaratan ini dan itu mengijinkan Ari untuk melanjutkan pendidikan S3nya.


Pada saat di pendidikan  S3 Ari berusaha memacu prestasinya agar bisa selesai tepat waktu. Hasilnya dari kerja kerasnya ialah dia bisa menyelesaikan pendidikannya tepat waktu. Dia ridak perlu mengeluarkan uang yang tidak sedikit jumlahnya.


“Peluang dan lowongan beasiswa sebenarnya  selalu ada dari berbagai lembaga, yang jadi kendala ialah ketidatahuan atas keberadaan beasiswa tersebut".


"Bagusnya para mahasiswa menjadi proaktif dan agresif dalam berburu beasiswa, jangan pasif menunggu pengumuman saja", demikian cerita Ari saat menutup sessi percakapannya.


Jakarta, 14 hari lepas dari 8 Juni 2016
Fadjar Setyanto

Tuesday, June 21, 2016

Potongan Kata Matahari Bulan (1)


Jakarta, 13 hari dari 8 Juni 2016
Fadjar Setyanto

Layani Klien Dengan Baik : Kasus SPG Gramedia

Ketersediaan produk yang bervariasi, suasana nyaman, dan barang berkualitas itulah kira-kira yang membuat saya memutuskan berbelanja alat-alat tulis dan perlengkapannya beberapa hari yang lalu di Toko Buku Gramedia Matraman.


Saat itu saya sudah berbelanja beberapa keperluan tiba-tiba ada pesan masuk bahwa saya diminta membelikan lakban yang bagus. Posisi saya saat menerima pesan singkat itu sudah berada di antrian pembayaran. Saya segera mencari barang yang dimaksud. Namun karena area toko tersebut cukup luas sementara waktu saya semakin sempit, akhirnya meminta bantuan seorang Sales Promotion Girl.


Tidak seperti biasanya, saat saya bertanya pada SPG, yaitu hanya ditunjukkan dari kejauhan bahwa saya harus pergi ke arah tertentu. SPG yang saya tanya ini, tanpa banyak cakap, setelah tahu maksud saya dia tersenyum lalu mengantarkan saya ke lokasi yang dimaksud. Persis ke lokasi dimana barang tersebut berada. Setelah menunjukkan letaknya, dan berkata ,"Silakan, Pak", dia pun pergi ke posnya semula dia berada.


Kemudahan bagi saya. Cepat mendapatkan barang dimaksud tanpa harus tengok kanan-kiri dulu, serta efisien waktu. Saya pun bisa segera kembali ke antrian pembayaran lagi.


Rupanya prinsip membantu pelanggan mendapatkan barang yang dicari dipahami benar oleh SPG tersebut. 


Prinsip tersebut bukan hanya  harus dimiliki oleh SPG, tapi oleh semua level profesi. Bukan hanya bagian marketing atau sales yang memiliki klien, tapi semua level. Seorang bagian HRD, memiliki klien para karyawan dan managemen. Seorang staf, memiliki klien sesama staf yang berhubungan kerja dengannya. Seorang manager pabrik memiliki klien bagian marketing dan bagian pengiriman. Dan seterusnya.


Bila para klien tersebut diperlakukan dengan baik, maka respon yang diberikan juga bagus. Dengan demikian akan tercipta situasi kerja yang saling mendukung demi tujuan bersama.



Jakarta, 13 hari lepas dari 8 Juni 2016
Fadjar Setyanto

Monday, June 20, 2016

Berubah Atau Mati

Siang hari ini saya pergi ke komplek Universitas Negeri Jakarta. Kondisi kampus dalam beberapa hal banyak berubah. Salah satu yang nampak ialah perubahan fisik lahan parkir. Sekarang, meskipun belum selesai, berdiri megah sebuah gedung khusus lahan parkir. Daya tampung parkir lebih banyak lagi.


Pada saat saya sedang memarkir kendaraan saya, saya dihampiri tukang parkir biasanya menjadi tukang parkir mobil di pinggir jalan di sekitar kampus UNJ. Melihat mobil saya, tukang parkir itu menghampiri saya.


"Apa kabar, mas?", sapa saya.


"Baik, Pak", jawabnya.


"Kok tumben ada di sini, sekarang mangkal dimana?", tanya saya.


"Yah, sekarang nggak bisa mangkal, Pak, karena mobil yang parkir di pinggir jalan diusir-usirin oleh petugas", jawabnya.


Terbayang di kepala saya, petugas parkir ini sekarang kehilangan lahannya mencari uang. Saya mengenal petugas parkir ini dari tahun 2005. Saat itu dia rajin memarkiri mobil-mobil yang parkir di sepanjang jalan Pemuda Jakarta, di depan komplek UNJ. Saya tahu pasti, bahwa dia tidak memiliki pekerjaan lain selain menjadi tukang parkir di wilayah itu. Saya teringat di masa-masa "jayanya" orang ini selalu memegang uang banyak di tangannya. Sekarang, dia bisa mendapat sepuluh ribu sehari saja sudah sangat bagus.


Inilah perubahan! Ya, apapun alasannya perubahan akan terus terjadi. Tidak ada yang kekal di muka bumi ini, selain perubahan itu sendiri. Siapapun yang tidak mau berubah, bisa dipastikan akan tergilas oleh perubahan itu sendiri.


Contoh lain perubahan yang sangat nyata ialah, gaya orang mengucapkan selamat hari raya. Pada era tahun 80 - 90 kartu ucapan hari raya akan berpesta pora. Di toko buku, kartu ucapan ditempatkan di suatu bak besar, dengan tinggi hingga mencapai 50 cm atau mungkin lebih. Kantor pos kebanjiran kartu ucapan. Orang membeli perangko tidak cuma satu atau dua, tapi membeli puluhan perangko. Tapi sekarang? Dimana kartu elektronik sudah semakin cantik. Koneksi internet yang mudah dan terjangkau. Tentu saja banyak sekali yang beralih ke metode pengiriman via elektronik, yang jelas lebih murah, mudah, dan lebih cepat.


Saya meyakinkan diri saya sendiri bahwa saya harus berubah. Berubah cara kerja dan cara bersikap di tengah perubahan yang selalu dinamis. Belajar dan terus belajar ialah cara menghadapi dan beradaptasi dengan perubahan yang ada.


Jakarta, 20 hari lepas dari 8 Juni 2016
Fadjar Setyanto

Imajinasi


Jakarta, 12 hari lepas dari 8 Juni 2016
Fajar

Menghapus Photo Pada Instagram

Menghapus photo pada instagram karena berbagai alasan bisa dilakukan.
Namun menghapus photo tersebut tidak bisa dilakukan dengan menggunakan laptop tapi harus menggunakan smartphone berbasis android atau IOS.
Menghapusnya pun cukup mudah.
Pada photo memang ada hal-hal yang menjadi privacy bukan konsumsi publik.
Jakarta, 12 hari dari 8 Juni 2016

Sunday, June 19, 2016

Kartu Destinasi Wisata : London

Inggris adalah negara besar yang sangat peduli pengembangan wisatanya. Meskipun biaya hidup di Inggris termasuk mahal tetapi tetap saja termasuk daerah tujuan wisata yang favorit bagi para wisatawan.


Rasanya tidak terlalu berlebihan mengapa menjadi pilihan wisata karena penanganan wisatanya sangat profesional.


Salah satu yang menarik ialah pernik-pernik berupa kartu tujuan wisata. Dengan jelas digambarkan peta, lambang, dan nomor telepon yang bisa dihubungi. Hal ini sangat bermanfaat untuk wisatawan yang hendak merancang tempat yang disinggahinya dengan lebih baik. Berikut ialah contoh kartu tujuan wisata di London :



Dengan adanya panduan semacam itu, wisatawan menjadi sangat terbantu.

Semoga kota-kota besar di Indonesia bisa mencontoh hal baik ini.



Jakarta, 11 hari selepas tanggal 8 Juni 2016
Fajar


Waktu Hening


Jakarta, 11 days after 8 June 2016
Fajar

Orang Kreatif

Kreatifitas

Saturday, June 18, 2016

Memintalah Pada Yang Semestinya

Rizki Datang Dari Arah Yang Tidak Diduga

Berhitung-hitung tentang rizki bisa jadi anda akan tidak percaya dengan hal-hal yang tidak terduga. Cerita berikut secara singkat menggambarkan betapa rizki bisa datang dari arah yang tidak diduga-duga.

Kisah Sopir Taxi
Seorang sopir taxi yang kebetulan memiliki anak angkat yatim harus memenuhi kebutuhan anaknya hanya dalam lima hari. Kebutuhannya ialah dia harus membayar uang sekolah anaknya itu sejumlah lima juta dalam tempo lima hari.

Tidak ingin mengecewakan anaknya atau membuat anaknya merasa tidak enak, sang sopir mengiyakan permintaan anaknya itu. Padahal kepalanya pusing, harus memiliki uang sejumlah lima juta dalam lima hari. 

Satu hari menjelang hari H, sang sopir taxi sama sekali belum memiliki uang yang diminta anaknya. Dia terus berdoa memohon kepada Allah SWT.

Tiba-tiba sang sopir mendapat seorang penumpang warga negara asing yang akan kembali ke negaranya. Orang asing itu tidak akan kembali lagi ke Indonesia. Tiba-tiba saja orang asing itu memberikan sebungkus uang, sambil mengatakan bahwa dia tidak ada waktu menukarkan uang itu mata uang aslinya dan dia tidak akan kembali ke Indonesia.

Setelah penumpang itu turun, sang sopir taxi membuka bungkusan tersebut. Ternyata uang itu berisi 5 juta rupiah sesuai kebutuhannya.

Dua Milyar Dalam Sebulan
Sebut saja Fulan seorang pegawai baru di bagian pemasaran sebuah bank besar di Jakarta. Fulan menjadi pegawai bank tersebut baru enam bulan. Tiba-tiba saja ada instruksi untuknya agar mencapai target 2 milyar dalam sebulan. Bikantidak tercapai maka dia hatus keluar dari bank itu.

Berbagai usaha dia lakukan untuk mendapatkan 2 milyar dalam sebulan, tapi tidak cukup menghasilkan angka 2 milyar.

Seminggu sebelum tenggat waktu yang diberikan, dia mengontak seorang temannya agar membuka tabungan di banknya. Sang teman berbicara dengan ayahnya. Sang ayah ternyata setuju begitu saja untuk memindahkan sebagian uangnya ke bank tempat Fulan. Ayah temannya membuka rekening baru sebesar 2 milyar. Terpenuhilah target Fulan dan dia selamat dari lubang jarum.

Begitulah kira-kira dua kejadian yang di luar matematika manusia.

Bila Allah SWT berkehendak, maka tidak akan ada yang sulit. Disinilah perlunya kitabyakin bahwa pertolongan Allah akan datang dari pintu yang tidak diduga-duga. Ini juga mengajarkan agar kita jangan mudah berputus-asa.

Selalu ingat : Allaahushshomad (Allah tempat meminta).




Jakarta, 10 hari lepas dari 8 Juni 2016
Fajar

Laundry Kiloan? Mengapa Tidak?

Laundry kiloan? Mengapa tidak?


Sudah hampir lebih dari dua tahun ini saya menggunakan jasa laundry kiloan. Untuk semua pakaian? Ya untuk semua urusan cuci setrika, tapi mungkin pakaian dalam pengecualian he he.


Beberapa manfaat laundry kiloan yang saya rasakan antara lain :

1. Pengurangan Polusi
Sangat mungkin laundry menggunakan deterjen ramah lingkungan yang tidak atau belum diketahui pasar. Bila benar mereka menggunakan deterjen ramah lingkungan berarti dengan menggunakan jasa laundry ramah lingkungan saya telah membantu mengurangi polusi.

2. Hemat Penggunaan Listrik dan Air
Memang dengan menggunakan jasa laundry maka penggunaan air dan listrik rumah jadi berkurang banyak. Semua penggunaan air dan listrik untuk urusan cuci-mencuci-setrika pakaian sudah diambil alih oleh laundry.

Pekerjaan cuci mencuci termasuk pekerjaan berat yang banyak menyita waktu. Memang tidak bisa dipungkiri ada beberapa kesalahan laundry yang konyol. Agar terhindar dari kerugian karena kesalahan pihak laundry, bila anda menyerahkan semua urusan cuci-mencuci pakaian anda, maka sebaiknya anda melakukan hal-hal berikut :

1. Pisahkan pakaian favorite anda, minta agar ditangani secara khusus.
2. Bila ada pakaian yang terdiri dari polyester, usahakan diberitahu agar pihak laindry tidak langsung setrika panas.
3. Pahami pakaian yang anda kirim agar bika terjadi salah kirim maka anda akan segera tahu.

Semoga bermanfaat.


Jakarta, 10 hari dari 16 Juni 
Fajar

Buku Lawas, Humor Asli Mahasiswa



Saat membongkar lemari saya menemukan buku ini. Humor Asli Mahasiswa, sebuah buku yang saya beli di tahun 1995 yang telah lampau.


Inilah kelebihan suatu karya berwujud buku. Sudah sembilas belas tahun yang lalu buku ini saya beli, ternyata isinya masih bagus. Masih enak pula dibaca.


Buku ini disusun oleh Profesor Doktor James Danandjaja. Buku ini berisi humor-humor di kalangan mahasiswa pada era 80an. Meskipun termasuk jadul tapi humor-humor itu masih tetap relevan untuk saat ini. Dunia mahasiswa ialah dunia tanggung, dalam artian mereka tahu hal-hal yang dianggap tabu namun belum layak dilakukan karena belum menikah secara resmi.


Berikut salah satu isi humor di buku tersebut. Selamat menikmati.


Dua orang pemuda Jom dan Tom terkesima melihat kecantikan seorang ibu muda yang sedang menyusui bayinya. Mereka pun bertaruh uang siapa yang bisa memegang payudara sang ibu akan menjadi pemenangnya.


Mulailah Tom mengawali aksinya. Dia ingat dia membawa pisang. Lalu diambilnya pisang itu lalu dia menghampiri sang ibu.


"Eh bayinya manis sekali ya bu, sudah berapa bulan?" Tanpa menunggu jawaban dari sang ibu, Tom melanjutkan kalimatnya,"Iya bagus sekali kalau setiap hari minum susu ibu," sambil berkata pada sang bayi dan pada saat yang sama telunjuknya menunjuk dan ditempelkan ke payudara sang ibu. 


"Nanti setelah susu ibu," tunjuk dan sentuh payudara, "Makan pisang," sambil menunjuk ke pisang.


"Setelah pisang, susu ibu", tunjuk dan sentuh lagi.


"Kalau rajin susu ibu", tunjuk dan sentuh lagi, " Akan menjadi kuat."


"Jadi susu di pagi hari", tunjuk dan sentuh. "Siang hari", tunjuk dan sentuh. "Malam mau bobo juga susu ibu lagi", tunjuk dan sentuh.


Melihat pemandangan apa yang dilakukan Tom, Jom jadi bingung, berapa banyak dia harus bayar Tom.



Jakarta, 10 hari lepas 8 Juni 2016
Fajar


Friday, June 17, 2016

Saat WA Anda Lemot

Bila whatsapp anda mulai membuat lemot, berikut ialah tindakan yang bisa dilakukan.



Buka aplikasi whatsapp lalu klik tanda panah.








Whatsapp anda akan lancar jaya.


Jakarta, 9 hari selepas 8 Juni 2016
Fajar





Anak Harusnya Tahu Masalah Ini

Sering saya tanya pada para siswa-siswi saya ,"What do you want to be?". atau,"Kalian ingin menjadi apa?".


Beberapa dari mereka akan menjawab ,"I want to be a teacher," atau ,"I want to be a doctor". Serta berbagai macam jawaban lagi. 


Diantara yang menjawab secara spesifik ingin menjadi apa, ternyata ada juga beberapa siswa/siswi yang tidak tahu akan menjadi apa.


Saya memotivasi agar mereka agar bisa menyatakan ingin menjadi apa di masa yang akan datang.


"Kalian tidak perlu bayar hanya untuk mengatakan saya ingin menjadi guru atau dokter atau polisi atau penyanyi".


"Tidak akan ada yang memarahi kamu saat kalian sampaikan cita-cita itu".


"Tidak ada yang salah untuk memberitahu cita-cita kalian, semuanya benar, ayo jangan takut dan malu".


Akhirnya memang ada yang menyampai cita-citanya namun ada juga yang belum bisa mengatakan ingin menjadi apa.


==


Bagaimana seorang anak mempunyai cita-cita tergantung dari cerita atau contoh atau gambaran orang dewasa di sekitar anak itu. Ada seorang anak yang rajin sekali diajak ke luar kota dengan menggunakan kereta, maka jawaban anak itu ialah ingin menjadi masinis. Dia memiliki berbagai pernik tentang kereta. Gantungan kunci, replika kereta, bahkan majalah kereta pun dia punya. Dia hafal semua nama kereta.


Ada juga seorang anak yang suka sekali majalah barbie. Diapun bercita-cita ingin menjadi designer, karena bisa membuat berbagai macam baju.


Namun sayang sekali untuk anak yang kurang sekali diajak ke toko buku, buku-buku bacaan selain bacaan sekolah tidak punya, orang tuanya jarang memberi gambaran atau jarang cerita, maka sang anak tidak bisa mengungkapkan dia ingin menjadi apa. Bukan karena tidak tahu nama profesi tapi lebih karena malu. Malu bila dianggap berhayal terlalu tinggi.


Alangkah baiknya memang orangtua memperhatikan hal yang mungkin dianggap kecil ini. Memang ternyata ada saja orang tua yang beranggapan masalah si anak mau jadi apa tergantung dia aja nanti sama nasibnya.


Biasanya pembicaraan tentang ingin menjadi apa kelak di masa yang akan di datang saya tutup dengan cerita berikut :


Setiap orang yang naik taksi pasti akan ditanya oleh sopirnya ,"Mau kemana?".


Kalau jawaban orang itu terserah kamu aja, kamu kan sopirnya. Kira-kira marah apa tidak sopirnya?. Para siswa biasanya serempak akan berkata,"Maraaaaaah."


Atau kalau tidak marah maka si sopir akan bertanya jumlah uang yang dimiliki si penumpang. Si sopir tetap akan membawa penumpang tersebut sampai uangnya habis, nanti si sopir akan menyuruh penumpang tersebut keluar dari taksinya. "Kira-kira penumpang seperti ini akan sampai ke tujuannya atau tidak?", tanya saya pada para murid.


Para murid akan menjawab,"Tidaaaaaak".


Nah kalau si penumpang menjawab,"Saya akan ke Monas." Maka perjalanan dari Cempaka Mas ke Monas cepat atau tidak?? Mereka menjawab ,"Cepaaaaaaat". Itulah, karena si sopir sudah tahu tujuannya.


Nah itulah pentingnya kamu memiliki cita-cita. 





Jakarta, 9 hari selepas 8 Juni 2016
Fajar

Thursday, June 16, 2016

Mari (Sekali-sekali) Berfikir Di Luar Kotak


"Ayuk nulis".

"Nulis apa?".

"Ayuk usaha sendiri".

"Usaha apa?".

"Ayuk bisnis rumah makan".

"Menunya apa?"

Seringkali respon bingung diberikan saat ada ajakan memilih sesuatu yang lain dari biasanya. Hal ini adalah wajar dan sah-sah saja, karena kita memang dibatasi oleh pengalaman, lingkungan, dan tentu saja keahlian.

Hanya orang yang berani melihat sesuatu dari "luar kotak" saja yang berani mencoba sesuatu di luar kebiasaan. Beberapa karya melihat di luar kotak ialah ditemukannya pesawat terbang dan telephone.

Bila dilihat karya di dalam negeri ialah GOJEG yang sekarang merambah bukan saja ke pengantaran orang, tapi juga sudah pembelian makanan dan pengiriman dokumen. Ceruk pasarnya ternyata ada.

--

Berikut ialah enam titik yang disusun seperti gambar di bawah. Coba anda gunakan 4 garis saja untuk menghubungkan semua titik-titik itu tanpa kecuali.






Bila keluar dari pakem kebiasaan maka akan didapat gambar seperti di bawah ini.





Idenya sederhana saja, tapi kalau tidak dicoba dengan cara di luar kebiasaan maka akan sulit di dapat.

Keberanian melakukan sesuatu di luar kebiasaan memerlukan keberanian dan kecermatan. Yang terpenting dari itu semua ialah jangan takut mencoba. Membuat kesalahan bukanlah akhir dari dunia.

Saat anda mulai mencoba jangan pula takut dikatakan bukan ide baru. Orang ahli bicara :

"Tidak ada karya yang tiba-tiba muncul. Karya kreatif selalu berawal dari karya-karya yang pernah ada sebelumnya." Sir Joshua Reynolds.


Jakarta, 8 hari lepas dari 8 Juni 2016
Fajar

Apa Personal Branding Anda?



Apa  branding anda? Ini penting. Dengan mengetahui brand anda sendiri akan lebih mudah bagi untuk berkembang dan orang lain mengenal anda.


Ratna, seorang karyawati di sebuah bank besar, karena dia  dikenal sebagai orang yang teliti, hebat atas detail, visioner dan bagus atas strategi maka dia dikenal orang yang teliti dan bisa get things done  serta target oriented.  Perusahaan tempatnya bernaung juga mudah mengidentifikasi kelebihannya. Untuk posisi-posisi yang menuntut kerja detail perusahaan dengan mudah menjadikannya pada posisi procurement dari tahun 2010.


Atau sebut saja Ika seorang sales mobil yang tahu dengan baik detail mobil yang dijualnya  serta bagus dalam komunikasi dan pelayanan sudah memiliki brand. Calon pelanggan mendapat informasi dan solusi dengan akurat tentang apa yang menjadi kebutuhan pelanggan. Sehingga saat pembeli memutuskan membeli mobil mereka tahu pasti itulah mobil yang sesuai dengan kebutuhannya. Tidak mengherankan bila pelanggan lama memerlukan mobil baru maka mereka akan menghubungi Ika kembali.


Itulah brand. Brand ini perlu dibangun. Membangun brand itu tidak bisa dibangun hanya dalam semalam. Perlu berbulan-bulan bahkan tahunan. Oleh sebab itu bagi anda yang hobi pindah-pindah kerja harus mulai berfikir kembali. Anda juga harus selektif dengan pekerjaan di kantor yang akan ditempati kemudian. Misalnya kantor anda sekarang bergerak di bidang tekstil atau garmen, ya usahakan kalau pindah jangan ke kantor pengacara. Fokus mendalam atas apa yang dikerjakan akan membuat anda mahir. Semakin mahir anda maka anda layak dikatakan profesional di bidangnya. Anda profesional di bidang anda , jangan khawatir uang akan mengalir.


Buku di atas mengulas tentang bagaimana membangun dan merawat personal brand atau brand diri anda sendiri. Mengapa penting membangun brand atas diri sendiri? Karena anda adalah CEO atas perusahaan yang bernama DIRI ANDA. Sebagai perusahaan DIRI ANDA anda harus memasarkan perusahaan tersebut dengan baik. Khalayak ramai juga harus mengetahui keprofesionalan perusahaan DIRI ANDA sehingga khalayak tahu perusahaan itu memiliki kelebihan sehingga dengan mudah membedakannya dengan para pesaing.


Jakarta, 8 hari setelah 8 Juni 2016
Fajar

Jangan Menyerah



Menyerah adalah satu kata yang sangat mudah tapi berdampak bisa sangat merugikan. Mengapa demikian?


Berikut kira-kira hasil yang akan didapat bila orang hebat berikut menyerah di tengah jalan.


Kita tidak akan melihat gerai KFC bila Kolonel Sanders berhenti menawarkan ayam goreng buatannya ke investor. Karena dia tidak menyerah maka kita bisa melihat banyak gerai KFC di seluruh dunia. Lebih dari 1000 kali dia ditolak. Andai dia berhenti di penawaran yang ke 800, pastilah KFC tidak akan mendunia seperti saat ini.


Kita juga tidak akan membaca karya besar Harry Potter bila JK Rowling berhenti menawarkan bukunya setelah berkali-kali ditolak penerbit besar. Karena sang penulis tidak berhenti menawarkan maka kita bisa memikmati karya besar tersebut. Bahkan berbagai bahasa juga bisa menikmati karya besar tersebut. Masyarakat London juga bisa merasakan manfaat ekonominya dari keberadaan Harry Potter. Yaitu nilai wisata. Kalau anda ke London anda akan bisa melihat bangunan yang dianggap pintu gerbang ke sekolah sihir. Seperti gambar di atas.


Kisah perang Cina yang hebat salah satunya ialah membakar perahu. Saat itu seorang panglima perang memimpin penyerangan ke kerajaan lawan. Dia tahu bahwa lawannya cukup tangguh dan kuat. Pasukannya pun sebagian nampak agak takut menghadapi kerajaan ini. Akhirnya setibanya semua kapal laut di wilayah lawan, panglima ini memerintahkan agar semua perahu yang ada dibakar habis. Lalu dia mengatakan pada pasukannya,"Sekarang tidak ada jalan kembali. Pilihan kalian ialah maju, serang, menang, atau mati. Tidak ada lagi jalan untuk pulang". Pasukan tersebut akhirnya maju bertempur mati-matian, dan berhasil mengalahkan lawannya.


Kata-kata "pantang menyerah" adalah dua kata yang perlu jadi pegangan, karena kita tidak akan pernah tahu apa yang akan ada di "tikungan" selanjutnya. Selama ada pilihan untuk mundur maka, kebiasaan kita ialah memilih mundur bila terasa lelah.


Apakah anda sedang memiliki suatu yang ingin dicapai? Mari jangan mundur di saat anda lelah. Pada saat anda lelah, silakan istirahat sejenak. Setelah itu mari teruskan usaha anda. Anda tak akan pernah tahu keberhasilan tinggal  selangkah lagi atau memang masih jauh bila anda berhenti.


Selamat mencoba.


Jakarta, 8 hari selepas tanggal 8 Juni 2016
Fajar

Wednesday, June 15, 2016

Imajinasi Saya




Imaginasi adalah salah satu sumber tak terbatas bagi seseorang untuk menulis, melukis, atau apapun jenis kreasinya.


Film-film terkenal adalah contoh hasil dari imajinasi bebas yang dituangkan dalam bentuk tulisan, lalu dituangkan dalam bentuk film. Kita ambil contoh film Star Trek. Film Star Trek adalah film imajinasi tentang dunia luar angkasa dan kehidupannya. Apakah berarti penulisnya pernah ke luar angkasa? Ya tentu saja belum wong pertama kali film startrek dibuat belum ada yang namanya pesawat ulang alik. Lha lalu kenapa bisa ada? Ya inilah yang disebut imajinasi bebas.


Lalu kita lihat lagi film The Time Tunnel yang merupakan film yang bercerita tentang lorong waktu. Apakah lorong waktu itu ada? Ya tentu saja tidak ada, tapi karena kebebasan imajinasi lalu muncullah ide menulis tentang lorong waktu. Ternyata setelah dikemas dalam bentuk film, meskipun hasil imajinasi itu tidak nyata, ya tetap saja ada orang yang suka.


Terakhir contoh tentang keliaran imajinasi ialah film 2012. Film itu menggambarkan kiamat yang akan terjadi pada tahun 2012. Sebagian orang bahkan meyakini kiamat akan terjadi pada tahun 2012. Termyata setelah tahun 2012 terlewati, alhamdulillah, dunia masih belum kiamat. Sekali Lagi inilah yang dikatakan keliaran imajinasi.


Untuk membuat karya apapun imajinasi harus hadir. Adalah suatu omong kosong membuat suatu kreasi tanpa imajinasi.  Kalau saya kemarin mengatakan bahwa saya berimajinasi menulis surat untuk seorang gadis manis yang saya sukai, ya sosok gadis manis itu harus saya hadirkan dalam kepala saya agar proses menulis lancar. Silakan lihat : Ayoooooo Menulis Namun apakah saya akan menghadirkan gadis itu juga saat saya menulis tentang  apa yang dirasakan seekor kucing yang sedang mengalami proses perawatan di sebuah Rumah Sakit hewan ternama di Amerika? Ya tentu saja tidak dong. Saya berimajinasi sebagai seekor kucing yang merasakan perhatian dari tuannya yang rela membayar ribuan dolar demi kesehatan sang kucing. Bisakah saya menghadirkan sosok gadis itu dan kucing? Ya bisa saja, apalagi kalau saya mengisahkan seorang gadia rela mengeluarkan ribuan dolar tabungannya untuk menyelamatkan kucingnya yang sangat dicintai.


Jadi imajinasi bisa dihadirkan dalam bentuk apapun sesuai kebutuhannya. Imajinasi bisa dikembangkan dengan banyak membaca, menonton film, traveling, atau memperhatikan kondisi lingkungan sekitar kita. Mari kita peduli, agar imajinasi kita tumbuh.


Jakarta, 7 hari lepas 8 Juni 2016
Fajar

Tuesday, June 14, 2016

Tips Menjadikan Keinginan Sebagai Kenyataan

Membuat Keinginan Menjadi Kenyataan

Tidak bisa dipungkiri bahwa semangat kadang turun kadang naik. Itulah ritme kehidupan. Orang yang berhasil membuat keinginannya menjadi kenyataan biasanya orang yang selalu konsisten dengan apa yang dilakukan. Misalnya seseorang yang memang bertekad kuat membentuk tubuhnya menjadi sixpack atau seperti binaragawan top, akan melakukan kegiatan yang mendukung tujuannya itu setiap hari. Ya setiap hari.

Sebagai contoh kekonsistenan tokoh top dalam melakukan kegiatan pendukung tujuannya antara lain  Agnes Monica. Agnes membuat jadwal setiap hari untuk mendukung penampilannya dalam menyanyi. Dia melakukan olah tubuh dan olah suara setiap hari. Hasilnya? Seperti yang sekarang kita dapati dia berada di level internasional. Contoh bagus lainnya ialah group the Beatles, yang memanfaatkan stage nganggur saat mereka berada di Hamburg,  Jerman. Para pemuda ini memanfaatkan stage tersebut setiap hari dari pagi hingga sore hari untuk menyanyi! Ya, untuk menyanyikan lagu-lagu mereka. Hasilnya? Seluruh dunia, pasti kenal the Beatles.

Namun demikian, ada banyak orang yang memiliki keinginan baru sebatas keinginan. Belum ada dorongan yang kuat. Orang model seperti ini, mudah melepaskan tujuannya karena mungkin kebutuhannya tidak setinggi keinginannya. Nah salah satu trik  untuk membuat orang  seperti ini ialah dengan :
1. Menuliskan target dan tujuan di sebuah kertas, lalu ditempelkan di sudut-sudut rumah yang mudah dia lihat setiap saat. Gaya seperti ini akan merawat fokus.
2. Umumkan kepada khalayak.  Buatlah orang lain tahu bahwa anda punya rencana tertentu. Dengan demikian, anda akan tertantang untuk mewujudkan hal itu. Istilah “apa kata dunia” sangat bagus untuk memotivasi.

Demikian berapa tips agar membuat fokus kepada target atau tujuan tetap terjaga. Semoga tidak ada keinginan yang hanya sebatas keinginan lagi , melainkan keinginan yang menjadi kenyataan.

Bagaimana menurut anda?


Jakarta, 6 hari lepas dari 8 Juni 2016

Fajar

Di bawah Pengaruh Sosial Media

Kegenitan Era Sosmed

Pernah saya mencoba share suatu bacaan di sosmed FB. Saya tahu antara isi dan judulnya sangat kontras. Judulnya sangat provokatif sementara isinya seratus delapan puluhpersen berbeda. Saya share tapi tidak saya beri pengantar atau tidak ada komentar tambahan dari.

Saya coba test dan saya ingin tahu yang berkomentar atas berita itu. Ada beberapa yang berkomentar sangat miring mengecam pihak yang dilihatnya membuat suatu kesalahan. Sementara yang lainnya, yang saya tahu pasti bahwa komentator ini pasti membaca terlebih dahulu isi tulisan lalu dia share dengan yang lainnya. Yang kedua ini memberikan komentar positif sesuai isi berita.

Saat menshare suatu tulisan sebenarnya kita juga bertanggung jawab secara moral atas tersebarnya berita itu. Kalau itu bohong, artinya kita juga menyebarkan berita bohong. Kalau itu fitnah, berarti kita juga menyebarkan fitnah, akan tetapi kalau itu berita bagus, berarti kita juga telah membagikan berita bagus.

Disini kasarnya, kalau paket mepet internet lebih baik jangan share karena bisa dipastikan anda akan cuma membaca judulnya saja belum masuk ke wilayah isi dan maksud dari suatu berita.

Memang ini adalah tuntutan pasar dari media online, dimana suatu berita harus memiliki hits yang tinggi atas berita yang diterbitkannya. Kadang-kadang ada rumus yang mengatakan ,”Buat judul yang provokatif agar bisa memancing orang membacanya.”
Banyak reporter muda yang terpancing dengan saran itu, sehingga mengabaikan kaidah moral yang sangat penting : kejujuran.

Semoga kita menjadi orang yang tidak mudah terpancing dengan tombol SHARE di media sosial.


Jakarta, 6 hari dari 8 Juni 2016
Fajar

Ayoooooo Menulis

Ikatlah ilmu dengan menuliskannya. Ikatlah pengalaman juga dengan menuliskannya.


Setelah kesukaan membaca dimiliki, ketrampilan selanjutnya yang perlu dimiliki  ialah kesukaan  menulis. Menulis adalah menuangkan ide-ide dalam sebuah tulisan sehingga ide tersebut bisa tersebar luas dan tahan lama.


Bayangkan betapa butanya manusia zaman sekarang tentang masa lalu tanpa adanya  tulisan di goa-goa yang dilakukan oleh manusia purba. Bagaimana perjalanan negara Indonesia juga akan tidak banyak diketahui generasi  berikutnya bila tidak ada yang menuliskannya.


Manfaat Menulis


Dengan demikian manfaat menulis selain menyebarkan ilmu antara lain :
1. Melatih penulisnya berfikir sistematis dan terarah,
2. Ajang berbagi yang lebih luas dibandingkan dengan bicara,
3. Sebagai lahan amal bagi penulisnya bila yang ditulis bisa bermanfaat untuk orang lain,
4. Melatih pemikiran kritis bagi penulisnya,
5. Rekreasi,
6. Masih banyak manfaat menulis bila dijabarkan lebih jauh, coba silakan pembaca menambahkan lagi.


Kapan Latihan Menulis Perlu Dilakukan?


Di negara maju pelajaran menulis ditempatkan sebagai mata pelajaran tersendiri. Oleh sebab itu dikenal dengan penulisan akademis. Selain itu dikenal juga pelajaran penulisan bebas. Pelajaran menulis pun sudah ada sejak pendidikan dasar hingga pendidikan tinggi. 


Di dunia  pendidikan Indonesia pelajaran menulis termasuk satu bagian dari pelajaran Bahasa. Karena cuma bagian dari pelajaran bahasa, maka latihan menulis bagi para siswa menjadi kurang optimal. Tidak sedikit lulusan sekolah menengah atas yang masih stress dengan tugas menulis. Padahal sekarang, di dunia pendidikan tinggi ada Universitas yang mensyaratkan menulis jurnal sebagai syarat kelulusan.


Kesukaan menulis perlu dibangkitkan sejak di Sekolah Dasar.



Bagaimana Menjadikan Menulis Menyenangkan?



Pengalaman saya sendiri mendapatkan kesenangan menulis pada SMP kelas 3. Pada saat itu guru bahasa Indonesia saya meminta para siswa menulis surat. Surat bisa ditujukan kepada siapa saja. Saya yang saat itu sedang senang dengan lawan jenis berinisiatif menulis sebuah surat kepadanya (cie cie). 


Tugas menulis surat pun bisa saya lakukan dengan cepat, karena sepanjang proses penulisan saya menghadirkan dia dalam imajinasi saya, seolah saya berbicara akrab dengannya bahkan dengan sedikit rayuan (ehm ehm) . Hanya dalam tempo setengah waktu yang diberikan saya sudah selesai tiga halaman. 


Sang guru melihat saya sudah selesai dan mengecek tulisan saya serta membacanya…..”Apa kabar Tet? Lama tak jumpa ya Tet?.  bla bla bla….bla bla”. Sang guru pun membaca setengah halaman serta menyebutkan nama itu beberapa kali. Sang guru tidak mempermasalahkan siapapun tokoh yang dituliskan. Dia memberikan kebebasan penuh para siswa berimajinasi. Dia pun mengapresiasi tulisan saya dengan nilai 9.


Sejak saat itulah saya menyukai tulis-menulis dan rajin menulis buku harian. Bahasa tulisan saya pun makin terarah.


Jadi untuk menggiatkan kesenangan menulis,  selain melatihnya setiap hari, mendapatkan  klik dimana anda nyaman menulis juga sangat penting. Saya saat itu menghadirkan seseorang dalam fikiran saya lalu saya juga menulis  tiap hari.


Selamat mencoba.



Jakarta, 6 hari selepas 8 Juni 2016
Fajar




Monday, June 13, 2016

Kacang Merah Sehat Berkhasiat



Tertarik dengan kacang merah, saya mengkonsumsi kacang merah berapa hari terakhir ini. 

Kacang merah godog ya dimakan begitu saja tanpa diberi tambahan macam-macam. Rasa nyaman di tubuh mulai terasa, misalnya merasa segar walau melakukan beberapa pekerjaan ekstra.


Saya lebih suka bila kacang merah digodog begitu saja tanpa tambahan lain-lain atau tanpa dimasukan ke campuran sayur dan semacamnya.


Menggodog Kacang Merah.


Kacang dibersihkan dulu. Setelah itu masukan ke panci dan diberi air secukupnya (ukuran tradisional setinggi 2 ruas ibu jari dari kacang tanah).


Setelah itu digodog dan dibiarkan terus hingga airnya hampir habis. Saya memberi garam sedikit saat airnya hampir habis.


Setelah airnya hampir habis lalu tiriskan.


Kacang merah siap disajikan.


Kandungan Kacang Merah.


Saya semakin tertarik dengan kacang merah setelah tahu kandungan kacang merah.


Kacang Merah mengandung asam folat, kaya serat yang bagus menurunkan kolesterol, kalsium, karbohidrat, dan protein.


Indeks glikemik pada kacang merah bisa menekan diabetes.


Vitamin B pada kacang merah bisa mengoptimalkan memori otak.


Mari konsumsi produk alami dan sehat.




Jakarta, 5 hari selepas 8 Juni 2016
Fajar

Ayooooooo Membaca




Jumlah produksi  film di Amerika mencapai 50.000 film baru setiap tahun. Sementara di Indonesia mencapai 2000 film. Jumlah  produksi film sedemikian banyak tentu saja didukung pula dengan buku yang banyak. Penerbitan buku baru di Amerika ialah 33 kali lebih banyak dari Indonesia. Artinya bila di Indonesia diterbitkan 5000 buku setiap tahun, maka di Amerika diterbitjkan sejumlah 165.000 buku setiap tahun. Penerbitan buku yang luar biasa jumlahnya  inilah yang mencerminkan tingginya  budaya dan minat baca suatu bangsa.


Melihat perbandingan di atas jelas Indonesia masih jauh tertinggal dengan Amerika. Orang apatis akan berkata ,”Tentu saja lha wong Amerika merdeka tahun 1776 sedangkan Indonesia baru merdeka tahun 1945”. “Jelas aja kalah”.


Argumen di atas bisa jadi  benar, namun budaya membaca bukanlah monopoli negara maju saja. Mari kita tengok Vietnam. Di Vietnam sejak gerakan literasi digalakan beberapa tahun yang lalu, sudah menghasilkan kebiasaan membaca yang bagus di kalangan pelajarnya. Pelajar Vietnam per tahun membaca sekitar 50 buku saat ini. Bagaimana dengan Indonesia? 10 buku non buku teks per tahun saja sudah sangat bagus. 


Dengan perbandingan jumlah buku yang dibaca saja Indonesia ternyata kalah dengan Vietnam yang kondisi perekonomiannya di  bawah Indonesia saat ini.


Dibandingkan dengan Vietnam  semestinya Indonesia tidak boleh kalah. Saat ini sudah masuk era Pasar Bebas ASEAN yang memungkinkan seorang pekerja ASEAN bisa bekerja dimana saja di wilayah ASEAN dengan mudah. Bila pekerja vietnam yang berdaya literasi tinggi masuk ke Indonesia maka  sangat bahaya bagi pekerja Indonesia. Apalagi dengan kesediaan pekerja Vietnam dibayar lebih murah dibandingkan pekerja Indonesia.


Melihat kondisi demikian, sebaiknya kebiasaan membaca harus mulai dipupuk. Entah untuk diri kita sendiri atau putra-putri kita. Kebiasaan mengkonsumsi lebih banyak buku daripada TV dan games elektronik harus mulai menjadi kebiasaan.


Sangat bijaksana bila masyarakat Indonesia yang mayoritas muslim suka membaca. Mari kita ingat ayat yang pertama kali turun. Ayat itu adalah perintah MEMBACA, bukan yang lain seperti puasa atau sholat. Sudah semestinya perintah MEMBACA kita terapkan.


Jangan sampai kita kalah dari Vietnam hanya karena kita tidak mau membaca.


Jakarta, 5 hari lepas dari 8 Juni 2016
Fajar






Saturday, June 11, 2016

Ayooooo Ke Pasar

Pernah ke pasar?

Kondisi beberapa pasar di Jakarta memang masih memprihatinkan. Kesan kotor dan bau masih melekat pada pasar. Ya, inilah yang seharusnya dipertanggungjawabkan oleh pemerintah daerah. Pemerintah Daerah memiliki tanggung jawab merenovasi pasarnya.

Pasar ialah tempat berkumpul berbagai macam pedagang. Di pasar transaksi ekonomi bisa dirasakan oleh banyak pedagang. Uang yang beredar bisa dinikmati orang banyak. Bila anda berbelanja di pasar anda telah membantu memajukan ekonomi banyak orang.

Berbeda dengan pasar modern yang dikenal juga dengan sebutan mini market atau hypermart. Pada mini market atau mini market aliran uang mengalir hanya pada pemilik modal. Memang ada pegawai yang dibayar tetapi bagian terbesar dari uang beredar di pasar modern itu dinikmati pemilik modal.

Bila anda ingin turut serta membangun bangsa ini, mari kurangi berbelanja di mini market atau hypermart. Perbanyaklah frekuensi belanja di pasar.



Jakarta, 3 hari lepas dari tanggal 8 Juni 2016
Fajar

Ini Dampaknya Bila Pekerjaan Diberi Ruh

"Alah bisa karena biasa". Sebuah kalimat yang sudah lama kita dengar. Namun cukupkah hanya melakukannya dengan rutin saja?.

Kita sering mendengar orang berkomentar ,"ah garing penampilannya" terhadap penampilan seseorang. "Ih orang itu bikin BT banget deh","nih sopir nyebelin" dan lain sebagainya. Itu artinya orang itu tidak melakukan pekerjaannya dengan sepenuh hati.

Memang memberikan bumbu berupa "ruh" atas pekerjaan yang sedang dilakukan sangat penting.

Seorang Valentino Rossi harus melakukan ribuan jam latihan agar bisa mencapai prestasi yang maksimal. Padahal apa yang dilakukan seseorang di atas sepeda motor selalu sama : tarik gas, pindah gigi, tekan kopling, belok ke kanan atau ke kiri atau lurus. Namun karena dilakukan ribuan kali serta memberikan "ruh" atas apa yang dilakukan maka dia sangat paham kondisi dan jenis ban yang pas untuk medan tertentu, putaran roda pas atau tidak, dan banyak lagi.

Seorang conductor musik sangat mengetahui mana  nada yang pas atau yang tidak pada group yang dipimpinnya. Itu karena mereka berlatih terus menerus dan tentu saja dengan memberikan "ruh", atas pekerjaannya.

Seorang  pengemudi taxi bisa jadi sangat merasakan kebosanan luar biasa di jalan. Namun bila sang sopir melakukan tugasnya dengan disertai "ruh" maka pekerjaan membosankan itu akan terasa menyenangkan. Sebagai penumpang taxi, mungkin sering anda mengatakan ,"wuh sopirnya nyebelin" sehingga anda malas memberi tips. Namun adakalanya anda mengatakan "supirnya menyenangkan" sehingga anda rela memberi tips untuk sang sopir.

Seorang bagian penjualan yang rela melakukan rutinitas menawarkan, rutinitas ditolak, bahkan rutinitas dicemooh, bila memberikan "ruh" atas pekerjaannya bukan tidak mungkin bisa menjadi seorang penjual yang hebat. Dengan memberikan "ruh" atas pekerjaannya itu, dia akan semakin meningkatkan "daya tahannya" terhadap cemooh dan penolakan. Dia bisa mengubah penolakan menjadi penerimaan dan mengubah cemoohan menjadi penghormatan.

Dengan demikian bisa disimpulkan : melakukan sesuatu yang rutin adalah bagus, namun akan lebih bagus lagi bila ditambah bumbu "ruh" sepenuh hati saat melakukannya. Pekerjaan yang dilakukan dengan memberikan "ruh" padanya bisa dirasakan juga oleh orang lain.



Jakarta, lepas 3 hari dari tanggal 8 Juni 2016
Fajar

Friday, June 10, 2016

Makanan Sehat Alam Bawah Sadar

Percaya atau tidak tapi inilah hasil pengamatan saya.

Saya melakukan percobaan dengan tiga gelas air yang berisi air dan sesendok nasi matang. Nasi matang tersebut saya letakkan di tiga buah gelas. Setelah saya isi air, ke tiga gelas itu ditutup rapat dengan plastik. Pada sisi gelas saya tempel tulisan mengarah ke dalam gelas.

Gelas pertama saya tuliskan KAMU BODOH. Pada gelas kedua saya tuliskan KAMU HEBAT. Pada gelas ketiga tidak saya tuliskan apa-apa.

Gelas-gelas itu saya letakan di tempat yang terlindung dari sinar matahari. Saya diamkan selama 12 hari.

Setelah dua belas hari ada perbedaan warna pada nasi.
Pada gelas pertama yang dituliskan KAMU BODOH, nasi di dalamnya berwarna kuning kecoklatan.

Pada gelas kedua yang dituliskan KAMU HEBAT, nasi di dalamnya berwarna putih cerah.

Pada gelas ke tiga yang tidak dituliskan apa-apa masih berwarna putih tapi tidak secerah putih pada nasi kedua.

Nampaknya ini pula yang terjadi pada otak kita. Kalau otak kita  sering mendengar kamu hebat maka motivasi positif itu akan membuat alam bawah sadar kita mengatakan bahwa kita hebat. Ingat, entah kapan, bisa jadi apa yang anda masukan itu akan menjadi kenyataan.

Namun bila kita  juga sering mengatakan bahwa diri anda tidak hebat, melakukan ini itu sulit, tidak akan mampu besar kemungkinan ketidakmampuan itulah yang akan kita hadapi.
Melihat nasi yang berubah warna sesuai parapan yang diberikan maka kalau ada yang mengatakan :"anda adalah yang anda fikirkan","hati-hati memasukan sesuatu ke alam bawah sadar", rasanya tidak berlebihan. Apa yang masuk ke alam bawah sadar dan dipupuk terus bisa jadi akan menjadi kenyataan.
Mari seleksi yang masuk ke alam bawah sadar kita.

Jakarta, 10/6/16 - 8/6/16
Fajar