Sunday, January 3, 2016

Andaikan Pasar Ini Direnovasi......



Pagi ini saya ke pasar Sumur Batu. Pasar yang terdekat dari rumah saya.

Saya naik motor. Matahari bersinar cerah. Bau bekas-bekas hujan yang kemarin sore sebelumnya turun masih terasa di hidung.

Perjalanan ke pasar memerlukan waktu sekitar 10 menit. Di area parkir nampak hanya ada sedikit ruang lagi untuk tambahan parkir motor yang baru datang seperti motor saya. Saya ambil keputusan tidak memarkir motor di pinggir jalan. Saya arahkan motor ke area parkir. Meskipun parkir susah, saya cukup   meletakkan motor saya di dalam area parkir, selanjutnya saya arahkan pandangan saya ke tukang parkir. 

"Titip ya mas", demikian saya katakan padanya. Yang saya ajak bicara mengerti
Dan manganggukan kepalanya tanda mengerti.

Aroma has pasar yang sebelumnya diguyur hujan segera memghampiri hidung saya. Aroma basah dan sedikit becek ditambah aroma segar sayuran dan buah-buahan segar menyatu.

Saya melangkahkan kaki saya masuk ke pasar.  Di sisi kiri dan kanan jalan ada pedagang yang tidak memiliki kios khusus terpaksa berjualan di tepi jalan. Saya harus melangkah super hati-hati sebab selain ada pedagang di kiri dan kanan jalan, ada juga orang yang berjalan berlawanan arah dengan saya.

Saat melewati kios-kios ikan dan daging segara aroma has ikan dan daging menyergap hidung saya. Karena yang dijual adalah ikan segar dan daging segar, aromanya terasa segar juga.

Saya daratkan kaki saya ke kios kelontong dan aneka rupa untuk membeli beberapa barang kelontong dan beberapa barang aneka rupa.

Saya lanjutkan perjalanan intra pasar menuju ke pedagang sayur langganan saya. Nampak ada banyak sayuran segar di tempat itu. Wortel, tomat, brokoli, mentimun, dan bawang bombai adalah favorite saya. Segera setelah yang saya butuhkan saya beli. Saya pun beranjak ke pedagang favorite saya selanjutnya, yaitu pedagang telur.

Di kios pedagang telur, tersedia rupa-rupa telur. Ada telur puyuh, telur ayam broiler, telur ayam kampung, telur ayam kampung merah, telur bebek, dan telur asin. 

Setelah telur yang saya butuhkan saya beli saya pun beranjak meninggalkan kios telur dan menuju ke parkir motor.

Dari "kunjungan kerja" ke pasar Sumur Batu, saya hanya berimaginasi bahwa pasar itu akan direnovasi agar lebih baik. Apalagi mengingat bahwa ada yang berdagang di emper jalan. Semoga Gubernur Basuki Tjahaja Purnama akan merenovasi pasar ini.


Jakarta, 3 Jan 2016
Fadjar