Sunday, December 27, 2015

Inilah Hebatnya Berbelanja Di Warung Tetangga

Fulan terkejut mengetahui bahwa barang-barang kebutuhan bulanan rumah tangga yang biasa dia beli di pasar modern atau mini market, ternyata ada semua di toko milik tetangganya. Hebatnya lagi barang-barang tersebut bisa didapat dengan harga yang relatif lebih murah daripada yang biasa dia dapatkan  di mini market. Diantara barang-barang tersebut bahkan ada yang memiliki selisih hingga 10 ribu rupiah!

"Wah pola belanja saya kemarin-kemarin salah besar ya?", gumam Fulan.

Fulan memang lantas berhitung atas selisih yang dia keluarkan, dan ternyata dia mengeluarkan uang 150 ribu hingga 200 ribu lebih mahal. Itu pun belum termasuk ongkos parkir dan bensin serta waktu yang dia keluarkan.

Dengan berbelanja di warung tetangganya, Fulan mendapatkan pula nilai lebih, antara lain dia lebih mengetahui kondisi tetangganya. Pernah suatu kali saat dia sedang berbelanja, tiba-tiba dia mendengarkan percakapan seorang ibu dengan pedagangnya. Mereka membicarakan kondisi salah seorang tetangganya yang sudah lama sakit. Mereka juga bercerita tentang sumbangan sukarela yang dikumpulkan para ibu untuk tetangga yang sakit. Fulan juga mendengar alasan mengapa tidak semua dimintai sumbangan. Melalui percakapan tidak sengaja itu, akhirnya Fulan bisa berpartisipasi membantu mengumpulkan dana kasih untuk tetangganya yang sakit.

Dengan berbelanja di warung tetangganya pula, Fulan bisa mengerti kondisi kampung. Perubahan-perubahan yang terjadi di kampung. 

Fulan juga bersyukur bahwa dengan berbelanja di warung tetangga, dia bisa juga membantu pemerataan perekonomian. Dia membayangkan kalau dia berbelanja di mini market, maka aliran uang akan mengalir ke para pemodal yang sudah kaya raya. Andai tiap bulan dia menghabiskan 1 juta rupiah di mini market, berarti dia mengaliri uang ke orang kaya. Sementara, kalau dia berbelanja ke warung tetangganya, maka aliran uang kembali ke masyarakat.

Melalui warung tetangganya pula ratusan sales berdatangan ke warung tetangganya itu. Berarti ratusan orang yang terbantu pekerjaannya dan perekonomiannya. Sementara pada mini market, biasanya pesanan barang selalu ke pusat, yang hanya melibatkan sedikit orang saja. Berarti sedikit orang yang terbantu secara ekonomi.

Terakhir Fulan juga mensyukuri bahwa dengan berbelanja di warung tetangganya, maka tali silaturahim dengan tetangga menjadi terjaga.

Dengan melihat kemanfaatan yang ada, maka Fulan telah memasukan satu lagi Pernyataan Tahun Barunya Untuk 2016 : Hindari mini market sebisa mungkin. Belanja di warung tetangga, semaksimal mungkin.

Bagaimana dengan anda pembaca?


@Fadjar
www.latihan-english.com