Tuesday, July 21, 2015

MOS Di Sekolah Penjajah VS Sekolah Cerdas



"Ah gila deh, gue harus cari jus merk Bunga Matahari dan Kentang berdaun Sledri", keluh seorang teman yang baru saja memasukan anaknya di SMP.

"MOS kok kayak gini amat sih?", dia menambahkan,"Yang repot kan orang tua juga, si anak sih nyantai di rumah".

Saya yang mendengar keluhannya hanya geleng-geleng kepala. Menurut saya apa pun tujuannya kegiatan MOS seperti ini bukan membuat murid menjadi pandai tapi ini adalah pembodohan.

Sesuai namanya Masa Orientasi Sekolah atau MOS semestinya diarahkan ke bagaimana para murid bisa mendapat prestasi maksimal di sekolah, bagaimana cara belajar efektif, bagaimana membaca cepat, bagaimana perilaku di perpustakaan, pentingnya membaca, penggunaan lab bahasa, penggunaan lab komputer, dan banyak lagi. Dengan demikian saat mereka lulus, mereka mendapatkan hasil yang terbaik sehingga bisa dengan mudah melanjutkan ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi.

Semestinya aktifitas seperti dikuncir pita berdiri, memakai kaos kaki beda warna, membawa balon, serta membawa benda-benda bodoh lainnya, sudah ditiadakan. Kegiatan seperti lebih dekat ke arah pembodohan daripada pengembangan akademis. 

Sekarang kembali ke sekolah itu sendiri, bagaimana mereka mengerti maksud dari Masa Orientasi Sekolah itu sendiri. Kalau sekolah "cerdas" mestinya sudah mengubah pola MOS jadul ala penjajah ke MOS yang mengembangkan akademis para muridnya.