Tuesday, November 11, 2014

Wanita Cantik Itu Ternyata Umpan

Fulan, sebut saja demikian merasa terkejut ketika tiba-tiba ada seorang wanita muda cantik mengirimkan permintaan perkenalan ke inbox facebook-nya.

Wanita itu minta perkenalan. Karena tidak ingin dibilang sombong maka Fulan pun meladeni pesan inbox tersebut.

Obrolan terus berjalan. Pembicaraan pun masih termasuk yang biasa saja. Lama kelamaan respon yang diberikan pihak lawan benar-benar sangat menggoda Fulan apalagi ditambah gambar wanita cantik yang imut. Jawaban-jawaban akrab dan manja berkali-kali dilontarkan oleh lawan bicara Fulan. Fulan pun menimpalinya dengan akrab pula.

Di tengah-tengah pembicaraan tiba-tiba meluncur kata-kata, "HP saya digadaikan gak punya uang". Fulan sengaja tidak memperdalam ke arah pembicaraan HP  yang digadaikan. Alarm dalam diri Fulan berdering, agar tidak melanjutkan pembicaraan ke arah HP yang digadaikan.

Fulan pun mengarahkan pembicaraan ke topik lain. Namun setelah berbincang beberapa saat, kembali lawan bicaranya mengarahkan pembicaraan ke HP yang digadaikan, bahkan terkesan tidak malu-malu lagi untuk meminjam uang untuk menebus HP-nya tersebut. Dia mengatakan kalau ditebus cepat HP-nya, maka komunikasi antara Fulan dengan wanita itu semakin lancar.

Fulan yang mudah merasa kasihan merasa tidak tega hampir saja tembus pertahanannya. Ditambah wanita itu merengek manja. Akhirnya wanita itu menyebutkan sejumlah angka. Fulan tidak menyebutkan angka, namun wanita itu terus mengejarnya. Akhirnya Fulan menyebutkan angka berapa dia bisa bantu. Namun wanita itu mengatakan angka itu belum cukup kalau bisa ditambah lagi. Fulan tidak mengiyakan, tapi dia mengatakan sudah mengantuk akan tidur dulu apalagi mengingat waktu memang telah menunjukkan dini hari.

Keesokan harinya saat Fulan baru saja online, tiba-tiba pesan dari wanita kenalannya semalam sudah masuk kembali. Dia mulai bertanya lagi kepada Fulan tentang apakah ada kemungkinan bisa menambah apa yang dia minta. Fulan yang kebetulan sedang buru-buru tidak sempat meladeni pembicaraan itu.

Fulan mulai curiga. "Kalau dia memakai warnet, mengapa pagi-pagi wanita itu sudah bisa tahu kalau saya online?"

"Pasti dia memakai smartphone."

"Tapi kalau memakai smart phone, mengapa dia berkata kalau HP-nya ditebus maka komunikasi dengan dirinya akan semakin lancar."

"Ini pasti nggak beres", demikian guman Fulan dalam hati.

"OK, akan saya lihat sampai sejauh mana", kata Fulan dalam hati.

Pada malam harinya, Fulan pun online Facebook kembali. Benar saja, tidak lama setelah dia online, wanita itu sudah mengirim pesan di inboxnya lagi.

Tanpa ingin berkata kasar Fulan pun menceritakan wanita itu bahwa dia memiliki seorang teman laki-laki.

"Laki-laki ini mengelola akun atas nama seorang wanita lengkap dengan foto displaynya seorang wanita cantik".

"Semua foto dipasang dengan gaya yang sopan".

"Ada lebih dari sepuluh foto dia pasang dengan wajah yang sama", Fulan melanjutkan ceritanya.

"Teman saya itu pernah menunjukkan aktifitas facebooknya kepada saya."

"Ada banyak laki-laki yang berhasil dikecohnya, dan dia pun memperlihatkan kepada saya berbagai percakapan dengan banyak laki-laki yang telah terkecoh hanya karena gambar display dan namanya seorang wanita."

"Orang-orang tersebut tidak sadar bahwa mereka sedang dikecoh oleh teman saya itu."

Fulan pun menutup percakapan dengan wanita itu dengan mengatakan bahwa dirinya takut apa yang dilakukan oleh temannya tersebut, sedang terjadi pula terhadap dirinya sendiri.

"Apalagi, kita baru kenal via facebook, bukan di darat", kata Fulan,"Apakah kita bisa bertemu langsung?"

Sejak pertanyaan terakhir itu, tidak ada kelanjutan percakapan antara Fulan dengan wanita itu.

Wanita itu seolah menghilang. Beberapa hari kemudian sejak hari itu, Fulan mencek kembali percakapannya dengan wanita tersebut. Ternyata telah hilang.

"Penipuan melalui FB dengan umpan wanita cantik".





@Sebagaimana diceritakan seorang teman pada panulis.


Thursday, November 6, 2014

Strategi Efektif Seorang Pedagang Cabai

Nenek Fulani sebut saja demikian, adalah seorang pedagang cabai di sebuah pasar rakyat. Dia mulai berdagang sejak anak pertamanya masih berumur 7 tahun. Pada saat itu, 37 tahun yang lalu dia berjualan berpindah-pindah, hingga akhirnya mendapatkan kios kecil di sebuah pasar rakyat.

Dia memulai usahanya dengan berdagang sayur mayur. Cabai rawit, cabai keriting, dan berbagai sayuran  dia jual. Dia memulai usahanya dengan menjual setengah kilo cabai. Lalu naik menjadi dua kilo, lima kilo, terus merayap hingga 50 kilo per hari.

Saat ini pelanggannya ada beberapa rumah makan. 10 warteg dan 5 warung makan Padang, serta beberapa pedagang dari katering.

Untuk merawat pelanggannya, nenek Fulani menerapkan pengiriman tepat waktu setiap harinya, kualitas barang yang dia kirim, harga yang wajar, serta hadiah untuk pelanggan saat menghadapi Lebaran.

Untuk menjaga pengiriman tepat waktu, dia dan anak serta menantunya, sudah berada di Pasar Kramat Jati sejak jam setengah tiga pagi untuk berbelanja. Dalam sehari dia berbelanja sejumlah lima juta rupiah. Lalu dia distribusikan pagi itu juga. Bila pelanggannya sudah terpenuhi kebutuhannya, lalu dia pergi ke pasar.

Hal penting lainnya yang dia lakukan untuk merawat pelanggannya ialah, dia memberikan hadiah berupa rice cooker, kipas angin, setrika listrik dan sejenisnya setiap lebaran. Cara terakhir ini juga efektif menjaga hubungan baik dengan pelanggannya.

Dengan melakukan \hal-hal di atas nenek Fulani berhasil merawat pelanggannya. Salah prestasinya ialah, dia berhasil membeli 3 buah rumah dari hasil usahanya itu.



Tuesday, November 4, 2014

Kartu Indonesia Sehat : Harapan Banyak Warga

Pelayanan apa yang sangat diperlukan masyarakat? Selain pangan dan papan tentu saja kesehatan. Pelayanan kesehatan yang berkualitas tapi murah sangat dibutuhkan oleh masyarakat.

Beberapa dasawarsa yang lalu dikatakan sandang, pangan, dan papan adalah kebutuhan pokok. Faktor kesehatan dikesampingkan. Namun sekarang, sejalan terjangkaunya harga sandang maka sandang menjadi hal yang biasa. Sementara kesehatan masih merupakan kebutuhan pokok yang sangat mewah. Apalagi mengingat biaya rumah sakit dan periksa dokter yang mahal.

Fasilitas kesehatan berupa Kartu Indonesia Sehat adalah sesuatu yang sangat diharapkan banyak warga berpenghasilan rendah.

Berikut suatu penelusuran di daerah Wera, Kebumen, Jateng:

Beberapa warga sadar mahalnya biaya kesehatan, maka mereka pun ingin bergabung dengan BPJS Mandiri.

Saat pegawai BPJS setempat mengatakan bahwa saat mendaftar tidak boleh hanya kepala keluarga, tapi harus seluruh anggota keluarga. Mereka pun berfikir ulang untuk mendaftar ke BPJS.

"Keluarga saya 6 orang, kalau harus semuanya mendaftar berarti saya keluar uang 150 ribu setiap bulan", kata seorang bapak,"Orang tani, pemasukan cuma saat panen, keluar 150rb setiap bulan besar sekali."

Akhirnya dia pun membatalkan rencana.

Semoga dengan Kartu Indonesia Sehat orang-orang yang tidak mampu membayar BPJS Mandiri bisa dicover dengan Kartu Indonesia Sehat.


Sent from Samsung Mobile