Saturday, September 20, 2014

Sekolah Gratis, tapi Biaya Membengkak


"Siapa yang mengerjakan ini?", tanya saya saat melihat pekerjaan murid saya yang sedang mendiskusikan pelajarannya dengan saya.


"Teman saya mister", jawabnya mantap.



"Bagaimana dia bisa mengerjakan ini?", tanya saya lagi.


"Dibantu kakaknya, mister", jawabnya mantap pula.


Saya bertanya lebih jauh lagi tentang bagaimana gurunya menerangkan tentang pelajaran ini. Dijawabnya bahwa bu guru cuma menerangkan sekilas saja tapi tidak lengkap.


Beberapa kali saya mendapat informasi bahwa murid saya ini hanya mendapat perintah mengerjakan pe er tapi belum mendapat penjelasan harus bagaimana. Mereka harus mencari sendiri jawabannya.


Memang pada titik dimana siswa mencari jawabannya sendiri itu bagus tapi tanpa diterangkan terlebih dahulu rasanya agak sulit. Pada akhirnya para siswa akan bertanya pada orang tua (yang belum tentu menguasai materi) atau mencarinya melalui internet (yang menimbulkan biaya tambahan bagi siswa yang tidak memiliki internet di rumahnya).


Pada akhirnya meskipun sekolah gratis tapi pengeluaran untuk yang tidak memiliki internet di rumahnya cukup besar setiap harinya. Apakah ini kelebihan kurikulum 2013?


Sent from Samsung Mobile