Thursday, September 18, 2014

Mister, ada pe er jejak air

"Mister ada PE ER tentang 'Jejak Air'", demikian laporan seorang murid pada saya.
"Jejak air?", tanya saya selanjutnya ,"Apa itu?".
"Nggak tahu, guru di sekolah cuma nyuruh buat tentang jejak air sebanyak lima halaman."
Mulailah saya operasikan laptop saya untuk mencari apa itu jejak air. Saya ketik kata kunci yang dicari muncullah sebuah buku dengan judul "Jejak Air xxxxx". Saya lacak terus sampai masuk ke berbagai sumber, saya belum menemukan apa yang dicari.
Saya kembali kepada murid saya tersebut dan saya minta dia mengingat apa yang diminta oleh gurunya. "Guru cuma bilang agar kita buat tentang jejak air lima halaman."
"Guru kamu bilang apa itu jejak air?"
"Enggaaaaak", dengan mantap.
"Kamu tahu apa itu jejak air?"
"Enggaaaaaak", dengan suara mantap pula.
Akhirnya saya runtut ke belakang. Saya ajak mereka diskusi tentang apa yang mereka pelajari beberapa hari sebelumnya.
Setelah mengingat-ingat beberapa saat, mereka ingat tentang pelajaran mereka yaitu tentang air.
Saya mengambil kesimpulan bahwa yang dimaksud guru murid saya ini ialah tentang peristiwa alam dan bentuk alam yang terjadi karena pengaruh air.
Saya pertontonkan kepada mereka gambar alam seperti air terjun, laut, pantai, danau, mata air, serta hujan. Lalu gambar-gambar tersebut diprint.
Untuk mempertontonkan pada gurunya lbahwa mereka telah berusaha mencari Jejak Air di internet, gambar buku.dengan judul :Jejak Air ........" pun saya cetak pula.
Mereka pulang dengan senang dan raut bahagia karena membawa hasil pekerjaannya.
Keesokan harinya saya tanya pada mereka tentang penilaian gurunya. Ternyata mereka mendapat nilai 100. Saya tanya pula dengan hasil print gambar buku yang berjudul Jejak Air. Mereka menjawab bahwa gurunya senang gambar itu.
"Andai tidak ada internet bagaimana mereka akan mengerjakan tugasnya?", gumam saya dalam hati.
"Bagaimana pula dengan siswa di daerah yang belum terjangkau internet?"
Inikah kurikulum 2013?