Saturday, September 6, 2014

Apa Kata Bapak Ini Tentang Naik Bis Umum

"Saya sih seneng banget dengan adanya APTB". Begitulah komentar seorang bapak pengguna APTB jurusan Ciputat - Kota.

Bapak itu menjelaskan lebih jauh bahwa sebelum ada bis APTB dirinya selalu mengemudi mobilnya sendiri dari Ciputat ke Kelapa Gading, Jakarta Utara. Ongkos yang sudah harus dikeluarkan jelas yaitu bensin dan dan uang tol serta tenaga. "Ongkos tol sendiri ketahuan mas sebesar Rp 40.000,00 pp belum bensinnya per hari mencapai lima puluh ribu jadi paling sedikit sembilan puluh ribu per hari hanya untuk tol dan bensin."


Kemudian bapak itu melanjutkan pembicaraannya bahwa setelah adanya bis APTB dirinya hanya cukup mengeluarkan dua puluh ribu per hari. "Setelah ada bis APTB saya paling keluar ongkos angkot dua ribu dari rumah ke terminal lalu ongkos naik APTB", bapak itu mengatakan sambil mengatakan ,"Itu pun gak pakai capai nyetir, mas."

Kebijakan pengoperasian bis APTB yang diintegrasikan dengan bis TJ memang jadi berkah tersendiri untuk warga Jakarta dan orang-orang yang bekerja tinggal di luar Jakarta tapi bekerja di Jakarta.

Bila kebijakan ini terus dirawat dan ditingkatkan, tidak berlebihan bila dikatakan masyarakat akan "happy" dan kemacetan akan bisa diatasi.

Bagi anda yang bekerja seharian di dalam kantor dan penggunaan mobil hanya untuk datang, istirahat makan, dan pulang rasanya bisa mencoba mengenal metode ini.

Mencoba metode ini selain mengurangi resiko kelelahan juga mengurangi kemacetan dan polusi udara.

Kunci mengatasi masalah transportasi tidak lain salah satunya ialah ketersediaan angkutan umum yang nyaman, aman, dan terjangkau. Dengan tersedianya fasilitas ini bukan tidak mungkin masyarakat dengan sukarela meninggalkan mobilnya di rumah dan menuju ke kantor dengan kendaraan umu.



Fadjar
pengelola
Http://www.latihan-english.com/


Sent from Samsung Mobile