Friday, February 28, 2014

Lobang Maut di Jl Ahmad Yani depan Patra

BUKU FAJAR - Lobang air yang terletak di jaln Ahmad Yani ini sangat berbahaya. Beberapa kali kendaraan roda empat bermasalah dengan lobang ini.

Karena besarnya lobang ini, truk pun KO bila menerjang lobang ini.

Bagi anda yang sedang berkendara roda 2 atau 4 memang sebaiknya menghindari genangan air bila tidak tahu pasti apa yang ada di balik genangan air itu.

Untuk pemerintah kota, tolong jangan biarkan seperti ini menimpa warga. Anda turut berdosa bila terjadi hal yang membahayakan keselamatan warga.


---------------------------------------------------------
BUKU FAJAR
http://fs-buku.blogspot.com/

Cari Caleg Berkualitas? Tanya Google

BUKU FAJAR - Musim kampanye caleg saat ini pasti akan membuat kampung berwarna-warni. Ada spanduk merah, biru, hijau, putih dan banyak lagi. Pokoknya warna-warna yang ada di pelangi keluar semua.

Ibarat iklan, semua dikeluarkan. Nah biar gak bingung saya mengecek nama-nama calon melalui google. Simpel saja, kalau calon itu punya banyak kiprah untuk masyarakat biasanya akan muncul di google.

Logika saya mungkin terlalu sederhana. Kalau seorang caleg tidak pernah mengungkapkan opininya di media, atau di blog bagaimana masyarakat tahu apa yang menjadi visinya. Masyarakat tidak akan tahu bagaimana dia akan memecahkan masalah serta bisa mengeluarkan usulan kepada eksekutif atas masalah yang dihadapi masyarakat.

Selain itu kalau seseorang pernah "ngaco" di masa lalunya, sedikit banyak juga akan bisa diketahui. Mohon maaf mungkin caleg yang dari selebriti akan terbaca rekam jejaknya dengan cara ini.

Saya berpendapat biar bagaimanapun golput meskipun itu hak, lebih baik dihindari. Kan toh tidak semuanya juga jelek. Pasti ada dari sekian ratus caleg yang bertrack record bagus dan mau kerja untuk masyarakat. Orang-orang seperti inilah yang harus kita cari. Mari gunakan google untuk melacak mereka.



---------------------------------------------------------
BUKU FAJAR
http://fs-buku.blogspot.com/

Thursday, February 27, 2014

Banjir Di Cempaka Putih

BUKU FAJAR - Foto genangan air di Cempaka Putih pagi ini jam 6.30.
---------------------------------------------------------
BUKU FAJAR
http://fs-buku.blogspot.com/

Banjir Di Cempaka Baru 7

BUKU FAJAR - Hujan deras tadi pagi mengakibatkan air meluap ke jalan di Cempaka Baru 9 dan Cempaka Baru 7.
---------------------------------------------------------
BUKU FAJAR
http://fs-buku.blogspot.com/

Wednesday, February 26, 2014

Mau Tahu Pecundang? Inilah modelnya




BUKU FAJAR – Pemenang dan pecundang adalah dua kata yang sangat bertolak belakang. Bertolak belakang dalam sifat pemiliknya dan apa yang dihasilkan oleh pemiliknya.

Secara definisi dan ciri-ciri sudah banyak yang mendeskripsikan apa itu pecundang dan pemenang. Dalam tulisan ini akan diberikan contoh-contoh seputar pemenang dan pecundang.

Bangga dan pamer dengan apa yang tidak dilakukannya. Sekelompok mahasiswa mengikuti konferensi di Negara berbahasa Inggris. Kelompok ini dibagi dua regu dengan dua pemandu. Salah satu pemandu dapat berbahasa Inggris sementara pemandu yang satunya sama sekali tidak mengusai Bahasa Inggris (mari kita sebut saja orang ini dengan sebutan Fulan).  Saat hendak meminta sertifikat kepesertaan, Fulan sama sekali tidak mau mendekati ruang panitia padahal dia bertanggung jawab atas regu yang dia pimpin. Akhirnya Fulan minta tolong rekannya untuk menghadap ke panitia untuk meminta sertifikat.

Sementara itu setibanya rombongan di kota asal, Fulan rajin menceritakan kehebatannya di semua relasinya. Saking semangat atau iri terhadap rekannya akhirnya sempat terucap ,”Kita nggak perlu orang yang dapat berbicara Bahasa Inggris).

Foto-foto dirinya pun rajin diunggah ke dunia maya lengkap dengan asesoriesnya wajah ruang panitia. Dia ingin menampilkan bahwa dia berinteraksi dengan para bule itu.

Itulah salah satu contoh pecundang.

Contoh lain dari pecundang ialah protes tanpa fakta yang jelas. Dia hanya berasumsi pada dugaan tanpa cek ulang.


Fulan yang bekerja di sebuah lembaga pendidikan memprotes seorang temannya yang diijinkan pergi mengikuti seminar selama beberapa hari oleh atasannya padahal orang yang diprotesnya baru saja kembali dari seminar lain. Dia mempertanyakan kenapa diijinkan, padahal baru saja kembali dari salah satu seminar lainnya. Dengan nada tinggi dan merasa paling benar dia menghadap atasannya untuk mempermasalahkan masalah itu.
Dengan enteng atasannya menjawab bahwa dia pernah mengatakan pada para staf bila memang ada rencana mengikuti seminar dalam atau luar negeri akan diijinkan. Atasan Fulan juga mengatakan bahwa kepergian  staf yang dimaksud menggunakan ke seminar ialah dengan uang pribadi dan dia sudah menunjukkan proposal serta undangannya. Yang terpenting, selama yang bersangkutan pergi, dia sudah mempersiapkan seorang pengajar pengganti agar kelas itu tidak kosong. Uang honor pengajar pengganti pun diambil dari kantong staf yang bersangkutan.

Sang atasan pun dengan enteng mengembalikan permasalahan kepada Fulan. “Pak Fulan anda berani bayar sendiri ongkos seminar?”, Tanya sang atasan.

“Anda berani membayar pengajar pengganti selama anda pergi dengan uang anda sendiri?”.

Fulan sang pecundang hanya terdiam. Dia  tak dapat berkata-kata.

Begitulah contoh perbuatan para pecundang.


Fajar
http://fs-buku.blogspot.com/

Tuesday, February 25, 2014

Pengalaman Mencoba Bolt 4G


Sumber photo : pribadi
BUKU FAJAR - Tertarik dengan modem 4G akhirnya saya memutuskan membeli Bolt. Iklannya pun luar biasa masif.

Setelah instalasi beres, saya pun mencobanya.

Pertama saya koneksikan dengan smartphone saya. Koneksi memang hebat. Perpindahan layar cepat. Koneksi flash Telkomsel yang biasa saya pakai pun kalah cepat. Itu adalah pemakaian perdana saya di toko yang menjualnya di Rawamangun.

Sesampainya di rumah. Saya pakai Bolt di lantai 2 rumah Saya. Koneksi pun masih ok.

Saturday, February 22, 2014

Minta Dikira Peduli, Padahal.........

BUKU FAJAR - Pemandangan di Cempaka Baru menjelang Pemilu April 2014 makin heboh dengan banyaknya alat peraga para caleg.

Saat ini memang memasuki masa kampanye, sudah banyak partai dan caleg yang sudah pasang alat-alat kampanye.

Banyak nama dan foto-foto yang dipasang terus terang asing untuk saya. Jujur saja, hanya dengan gambar-gambar itu tidak menjelaskani apa program mereka. Hanya poster yang dipasang di TIANG LISTRIK tidak membuat kesan apapun. Mereka tidak ada bedanya dengan spanduk-spanduk iklan lainnya. Bahkan ada beberapa poster yang sudah "berantakan" tetap didiamkan hingga saat ini. Kalau spanduknya saja dibiarkan "berantakan" bukankah itu tanda bahwa dia tidak pernah ke daerah itu dan tidak peduli? Lalu bagaimana mengharapkan orang meminta memilihnya, padahal dia tidak peduli dengan daerah tersebut?

Selain gambar-gambar dan foto-foto "keren" tidak ada informasi lebih lanjut bagaimana berkomunikasi dengan mereka. Tidak ada nomor untuk menghubungi mereka. Tidak ada website mereka. Lalu bagaimana mau menjadi wakil rakyat kalau tidak bisa dihubungi?

Mungkin ini juga isyarat untuk saya pribadi untuk mengetahui kualitas dari para caleg itu sendiri. Bagaimana dengan anda?







Belajar Internet Marketing Bersama ANNE AHIRA
http://www.asianbrain.com/letter.html/483329

Friday, February 21, 2014

Cara Modern Mengusir Nyamuk

BUKU FAJAR - Gangguan nyamuk memang menyebalkan. Bunyi bising "nguing-nguing" di telinga membuat jengkel. Gigitannya yang tak henti-henti membuat tidur tidak nyenyak.

Beberapa hari yang lalu saya mencoba mengusir nyamuk dengan cara konvensional. Mengusir nyamuk dengan menggunakan cairan anti serangga. Namun cara konvensional itu hanya bertahan beberapa menit saja.

Akhirnya saya teringat cara modern mengusir nyamuk. Saya menggunakan minyak sereh. Kebetulan saya masih memiliki sebotol minyak sereh. Saya teteskan minyak sereh di atas tempat tidur. Saya teteskan pula di sekeliling anak saya saat dia tidur. Hasilnya sungguh ajaib. Saya tidak diganggu nyamuk sepanjang malam dan siang. Aroma segar dari minyak sereh juga menenangkan fikiran.

Maaf saya sengaja mengatakan cara mengusir nyamuk dengan minyak sereh adalah cara modern. Metode ini sebenarnya cara lama yang dipakai orangtua zaman dulu, namun karena masifnya iklan cairan pembunuh serangga kita menjadi tercuci otak.

Perlu dicatat pula bahwa dengan menggunakan minyak sereh kita tidak menebar kimia beracun di sekitar kita.




Belajar Internet Marketing Bersama ANNE AHIRA
http://www.asianbrain.com/letter.html/483329

Thursday, February 20, 2014

Akibat Atasan "Tembak-Kabur"

Di suatu kantor, Tia yang biasanya selalu mengalah tiba-tiba menjadi orang yang “tajam” bicaranya terhadap rekan kerjanya. Hal ini sungguh di luar kebiasaannya. Biasanya dia tidak menjadi penuntut dan tidak “tajam” saat berbicara. Hal ini sungguh aneh bagi rekan kerjanya dan sangat mengejutkan.

Setelah diselidiki dari perubahan perilakunya ialah karena ia mendapat tekanan berupa omelan dengan nada tinggi dari atasannya atas kesalahan yang bukan seratus persen menjadi kesalahannya. Rekan –rekan kerjanya yang seharusnya juga ikut menanggung kesalahan itu justru aman dari omelan orang itu Saat Tia akan menjelaskan kondisi permasalahan yang sedang terjadi sang pengomel sudah kabur dari tempatnya. Tidak terima dengan perlakuan yang diterimanya, pergilah Tia ke orang yang membuat masalah. Dia menuntut orang itu untuk membuat klarifikasi agar atasannya yang pengomel tersebut dapat mendengar penjelasan atas masalah yang sedang terjadi.

Di luar perkiraan ternyata si pembuat masalah memang membuat pernyataan minta maaf tapi dia menggunakan social media dimana para karyawan di kantor itu bergabung bukan menghubungi sang atasan pengomel itu secara pribadi. Dalam kalimat yang dibuatnya pun meski mengakui kesalahan tapi masih secara tersirat menyalahkan Tia dan menyebutkan nama Tia sebagai pembuat kesalahan pula. Tia pun emosi tinggi kembali. Terjadilah perang argument di froum social yang beranggotakan para karyawan di kantor itu. Berujung, Tia membongkar ketidakbecusan kerja orang yang membuat masalah. Dengan adanya kejadian ini, maka memanaslah kondisi kantor itu.

Kasus di atas adalah kasus yang sering terjadi di kantor-kantor atau organisasi-organisasi, namun apakah dapat  dihindari? Jawabnya, ya.

Sebagai atasan memang berhak marah atas kerja stafnya yang dianggapnya kurang becus. Namun apakah harus selalu dengan nada tinggi seolah dengan adanya masalah itu akan menjadi kiamat bagi organisasi itu? Kedua, apakah dia marah dengan orang yang memang tepat? Ketiga, apakah dia tuntas dalam menyelesaikan masalah itu? Ke empat, apakah dia memberi kesempatan sang staf untuk menjelaskan dan mencari solusi atas permasalahan yang sedang terjadi?

Atasan yang baik pasti tidak melakukan hal di atas dengan “gebyah uyah” alias “pukul rata” alias memberondong omelan ke satu orang saja. Sebisa mungkin dia minta penjelasan dengan situasi yang tenang bukan sambil lalu. Tidak melakukan “tembak-kabur” artinya setelah argumen marahnya akan dijawab dia “kabur” begitu saja. Atasan yang baik pun kalau marah bukan berniat memojokan bawahan. Dengan melakukan “tembak-kabur” sangat terkesan bahwa atasan tersebut hanya ingin memojokan bawahan.

Seorang atasan yang “tembak” lalu “kabur” akan menimbulkan penasaran bagi bawahannya karena tidak tuntas dalam menangani masalah. 

Seperti pada kasus di atas. Tia, sang staff penasaran akhirnya minta pada orang yang berbuat kesalahan untuk mengklarifikasi masalah itu. Bila si pembuat masalah berbuat semestinya dengan menemui langsung atasan yang temperamental tidak tuntas itu, masalah pasti selesai. Akan tetapi ternyata si pembuat masalah itu memasukan klarifikasinya ke group social media dimana para karyawan di kantor itu bergabung.  Masalah menjadi lebih rumit. Apalagi dengan dibumbui minta maaf tapi juga dengan menyebutkan nama Tia sebagai pembuat masalah pula. Terjadilah saling serang di social media.

Kantor yang panas tentu saja sangat tidak kondusif dan sehat. Kondisi itu akan selalu membuat gejolak. Sudah dapat ditebak, penyebab masalah di atas  ialah atasan yang temperamental dan senang melakukan “tembak-kabur.”

Memang, memecahkan masalah dengan kepala dingin, adalah jalan terbaik. Di balik masalah yang muncul biasanya muncul ide-ide kreatif baru.

Tuesday, February 18, 2014

Senangnya Dibayar Google

BUKU FAJAR - Senangnya mendapat informasi bahwa google mulai membayar saya.

Saya memang mengikuti kelas internet marketing yang linknya seperti ada di bawah.

Memang saya banyak membaca buku tentang internet marketing dan saya pun sudah beberapa kaki pula mendapatkan rupiah dari kegiatan tersebut.

Mengingat tingkat kemacetan saat ini semakin parah, menurut saya tidak berlebihan bila kita mulai menekuni bisnis internet.

Kelebihan bisnis internet ialah kita tidak perlu kemana-mana tapi bisa ada di mana-mana. He he kalau terkesan berlebihan mohon maaf. Mungkin lebih tepat dikatakan dengan bisnis internet kita tidak dibatasi ruang.

Prospek internet ke depan pun sangat menjanjikan. Hal ini bisa dilihat dengan makin maraknya smartphone. Oleh sebab itu bila kita ingin merasakan manisnya bisnis internet rasanya tidak salah bila kita mulai dari sekarang. Pepatah bagus :"Siapa menanam dia akan memanen."




Fadjar Setyanto

Belajar Internet Marketing Bersama ANNE AHIRA
http://www.asianbrain.com/letter.html/483329

Monday, February 17, 2014

Inilah Akibat Ulah Pejabat Tak Becus Kerja

BUKU FAJAR - Beberapa hari yang lalu ramai diberitakan bahwa Dinas Kebersihan DKI gagal mengadakan 200 truk sampah.

Kejadian tersebut berbuntut dicopotnya Kepala Dinas Kebersihan DKI Jakarta.

Memang sungguh aneh perilaku pejabat model mantan kepala dinas itu. Uang ada. Uang juga bukan dari kantongnya sendiri, tapi dari pembayar pajak. Kok ya hanya untuk minta 200 truk saja ke APBD tidak bisa? (Atau tidak mau? Karena ada udang di balik batunya?).

Gara-gara perilaku pejabat model seperti itu, sampah di Cempaka Baru (mungkin juga di daerah lain di DKI) menumpuk seperti pada gambar.

Harus disadari bahwa banyak penyakit dari sampah itu. Seharusnya sampah itu sudah bisa diangkut paling lama satu minggu sehingga tidak menumpuk seperti pada gambar.

Inilah dampak dari perilaku satu orang sekali lagi "satu orang" pejabat saja yang tidak becus bekerja. Apalagi kalau sampai ratusan pejabat ya? Seperti apa nasib negeri ini??



---------------------------------------------------------
BUKU FAJAR
http://fs-buku.blogspot.com/

Dampak Tidak Peduli Pada Air

BUKU FAJAR - Suatu tulisan yang berbunyi andai ada 100.000 rumah membangun sumur resapan maka air yang berasal dari rumah tangga akan kembali ke tanah. Jutaan liter air akan kembali ke tanah.

Peraturan membuat sumur resapan saat mendirikan rumah sebenarnya sudah ada sejak lama. Namun peraturan itu dianggap angin lalu. Banyak rumah dibangun tanpa menyediakan sumur resapan. Jangankan sumur resapan, sepetak tanah terbuka tanpa ditutup beton pun tidak disediakan. Tidak heran kondisi lingkungan menjadi semakin rusak.

Beberapa manfaat mengembalikan air ke dalam tanah bukan langsung ke saluran air ialah :
- Tanah selalu mengandung air sehingga tidak semakin turun dibandingkan dengan permukaan laut.
- Tanah menjadi sehat dan bisa mengalirkan air melalui saluran-saluran bawah tanah.
- Mencegah banjir. Banjir terjadi antara lain karena air dari hujan tidak bisa menyerap ke dalam tanah dikarenakan tidak tersedianya saluran bagi air untuk masuk ke dalam tanah. Jadilah air bermain di permukaan tanah yang akhirnya menyebabkan banjir.

Semoga banjir-banjir yang terjadi bisa mendidik kita kesadaran untuk mengembalikan air permukaan ke dalam tanah melalui tanah terbuka dan sumur resapan. Bila kita abai akan masalah ini dikhawatirkan kita ibarat "kejeblos di lubang yang sama".



---------------------------------------------------------
BUKU FAJAR
http://fs-buku.blogspot.com/

Thursday, February 13, 2014

Bis Gandeng

BUKU FAJAR - Bis yang ada di foto adalah bis gandeng yang termasuk baru. Lokasi pengambilan gambar adalah di Jl. Suprapto, Cempaka Putih.

Bis gandeng yang melewati Cempaka. Putih termasuk bis baru. Namun mengecewakan sekali bahwa bus gandeng yang melewati Jl Suprapto ternyata sudah memiliki kap mesin yang tidak bisa dipakai sehingga terayun-ayun di Jalan.
---------------------------------------------------------
Belajar Internet Marketing Dengan ANNE AHIRA
http://www.asianbrain.com/letter.html/483329

Tuesday, February 11, 2014

Motor Terbakar Habis

BUKU FAJAR - Entah apa yang terjadi sepeda motor ini terbakar habis di JL Jendral Suprapto, tadi pagi jam 8.

Posisi kendaraan berada di sisi sebelah kanan jalur cepat.

Melihat posisi kendaraan berada di jalur kanan jalur cepat, kemungkinan kendaraan ini jatuh terpeleset.

Memang sebaiknya kendaraan berada di jalurnya masing-masing agar terhindar dari hal-hal yang semestinya tidk perlu terjadi.


---------------------------------------------------------
Belajar Internet Marketing Dengan ANNE AHIRA
http://www.asianbrain.com/letter.html/483329

Monday, February 10, 2014

Menyapu Jalan Di Tengah Kemacetan

BUKU FAJAR - Di tengah kemacetan jalan raya ibu ini bertarung dengan sampah. Dia menyingkirkan sampah dari jalan raya. Tugasnya sangat mulia. Menjaga kebersihan jalan sehingga menjadi bersih dan tentu saja relatif sehat.

Cuma yang disayangkan kok bisa-bisanya manajemen tempat ibu ini bekerja membiarkan atau bahkan menempatkan dia di tempat yang dilalui kendaraan dengan intensitas tinggi dan padat.

Bisa dikatakan ibu ini menghirup udara Karbondioksida dalam jumlah banyak, apalagi dia tidak dibekali masker oleh perusahaannya. Kalau ibu ini sakit karena menghirup udara kotor terus akankan ada jaminan kesehatan baginya? Bisa jadi mungkin ada BPJS tetapi selama dia sakit dan tidak bekerja, akankah dia mendapat upah? Suatu hal yang perlu dikaji kembali.

Semestinya pihak manajemen dari perusahaan kebersihan ini membersihkan jalan protokol dengan menggunakan mesin. Waktu pelaksanaannya dilaksanakan sekitar jam 3 atau 4 pagi sebelum kendaraan mulai memadati jalan. Sehingga dengan demikian pekerja akan terhindar dari kondisi-kondisi yang membahayakan dirinya. Hasil yang diperoleh pun akan maksimal.


---------------------------------------------------------
Belajar Internet Marketing Dengan ANNE AHIRA
http://www.asianbrain.com/letter.html/483329

Sunday, February 9, 2014

Kap Mesin Bis Transjakarta

BUKU FAJAR - Ini adalah postingan kedua saya yang mengulas tentang bis Transjakarta yang membuka kap mesinnya saat beroperasi.

Bagi saya yang awam dengan mesin bis hanya heran dan bertanya-tanya :"Apa manfaatnya dan apa tujuannya.?"

Jujur saja logika awam saya tidak bisa menerima hal itu. "Untuk apa disediakan kunci pada kap mesin kalau bukan untuk menutupnya saat berjalan?"

Bagi saya yang awam hanya berfikir bahwa hal itu bisa membahayakan sesuatu yang berada di belakang bis Transjakarta. Tidak seratus persen bis Transjakarta melintasi jalur yang seratus persen khusus Tranjakarta seperti di underpass Senen. Di underpass Senen, flyover Galur dan beberapa tempat lagi jalur Transjakarta bercampur dengan kendaraan lainnya.

Kondisi demikian mengingatkan Saya akan nasib bis PPD pada masa akhirnya. Pada saat itu seringkali saya melihat bis PPD membuka kap mesinnya saat beroperasi. Tak lama setelah itu PPD kolaps.

Apakah Transjakarta akan bernasib seperti PPD? Semoga tidak karena akan datang bis-bis baru.

Namun semestinya bis yang menjadi andalan pemprov DKI untuk mengurus angkutan masal tidak beroperasi dengan kondisi seperti di foto. Biar bagaimanapun pemandangan itu tidaklah sedap di mata. Selain itu menunjukkan manejemen dengan kontrol lemah dan tidak memanusiakan penumpang.


---------------------------------------------------------
Belajar Internet Marketing Dengan ANNE AHIRA
http://www.asianbrain.com/letter.html/483329

Friday, February 7, 2014

Ibu Bawel, Anak Comel




“Kok naik ini?”, dengan nada tinggi dan mencecar ,”Kan kendaraan ini punya kekurangan begini dan begitu,” saat dia mengomentari kendaraan yang akan dipakai oleh rombongan anaknya.

 “Kenapa nggak bisa?”, dengan nada tinggi pula, “Itu seharusnya bisa dong, nggak diawasin sih.” Itulah komentarnya saat dokumen penting yang diharapkan tidak kunjung keluar.
“Kok waktu awal nggak ada pemberitahuan?”, dengan nada mencecar sang pembimbing.
“Sekarang kita tunggu penjelasan dari anda,” dengan nada menghakimi.

Sang waktu terus berjalan. Perjalanan rombongan terus berjalan. Acara demi acara dilalui. Sang pembimbing masih terngiang kata-kata sang ibu bawel ,”Sekarang kita tunggu penjelasan dari anda.” Kata-kata itu tidak hilang begitu saja.

“Ya sudahlah,” demikian sang pembimbing menyampaikan pesan pada dirinya sendiri.
Sang pembimbing tetap mengawasi para anggota rombongan. Saat memperhatikan kebiasaan dari anak sang ibu bawel dia mendapati ternyata anak sang ibu bawel ini mempunyai kebiasaan yang tidak biasa dilakukan oleh anak seusianya. Tidur hanya mengenakan pakaian dalam. Merokok padahal dia murid perempuan serta mudah panik. Hal yang terparah ialah sang anak tidak menjalani kegiatan wajib berdasarkan agama yang dia anut. Dia tidak peduli dengan kewajiban agamanya.

“Anak pohon pisang memang tidak tumbuh jauh dari induknya,” demikian gumamnya dalam hati.

Dari kisah di atas ternyata peran seorang ibu sangat penting terhadap perkembangan anak-anaknya. Peran ibu sebagai sentral dari keluarga sangat penting. Ibu menyusui anaknya selama dua tahun. Pada masa menyusui itu terjalin hubungan emosi yang sangat kuat.
Bahkan jangan heran, ada  satu keluarga memiliki ibu yang menjadi seorang guru. Ternyata semua anak-anak perempuannya menjadi guru pula.

Banyak pula kisah-kisah orang hebat di negeri yang kehebatannya ditopang oleh motivasi dari ibunya.

Bahkan Nabi Muhammad SAW saat ditanya oleh para sahabat tentang siapa yang harus dihormati di muka bumi ini.  Nabi Muhammad SAW menjawab,”Ibumu.”

Ditanya kembali, dan jawabnya,”Ibumu.”

Ditanya untuk yang ketiga kalinya, dan jawabnya,”Ibumu.”

Ditanya yang keempat kali, baru jawabnya,”Ayahmu.”

Rasulullah menyatakan betapa penting posisi seorang ibu. Oleh sebab itu mengingat betapa pentingnya peran ibu maka sudah sewajarnya sang ibu juga mengontrol perilakunya. Apalagi besar kemungkinan  apa yang dilakukan oleh sang ibu, akan ditiru sang anak.

Perilaku anak-anak adalah cermin dari perilaku orang tuanya di rumah terutama ibu. Ibu bawel, anak “comel”.

Wednesday, February 5, 2014

Banjir 5 Februari 2014

BUKU FAJAR - Banjir yang terjadi tanggal 5 Februari 2014. Jl. Cempaka Baru 9, Jakarta.



Belajar Internet Marketing Bersama ANNE AHIRA
http://www.asianbrain.com/letter.html/483329

Pesan Cuaca Untuk Manusia

BUKU FAJAR - Jakarta kebanjiran. Amerika turun salju. 

Semuanya kondisi alam.

Manusia tak bisa melawan.

Itulah kalau alam sudah mengirimkan pesan.

Tak akan sanggup manusia melawan.

Pesan alam untuk Amerika : salju memang waktunya turun. Terima sajalah.

Pesan alam untuk Jakarta dan beberapa daerah di Indonesia :
- Mengapa kamu rampas tempat tinggal kami? Sekarang kami mendatangimu.
- Mengapa tanah tempat kami lewat untuk menuju ibu tanah kamu hambat dengan beton rumah kamu? Bahkan tidak kamu sediakan tanah terbuka sedikitpun.
- Mengapa kamu hambat jalan kami menuju laut dengan sampahmu di selokan air?

Beda negara beda pesan.


Belajar Internet Marketing Bersama ANNE AHIRA
http://www.asianbrain.com/letter.html/483329

Banjir Di Pagi Hari

BUKU FAJAR - Hujan yang turun dari kemarin jam 23 akhirnya pagi ini jam 6 pagi menghasilkan banjir.




Belajar Internet Marketing Bersama ANNE AHIRA
http://www.asianbrain.com/letter.html/483329

Tuesday, February 4, 2014

Kliping : Saringan Udara.

BUKU FAJAR - Kliping informasi dari KOMPAS, 11 DES 2013.


Belajar Internet Marketing Bersama ANNE AHIRA
http://www.asianbrain.com/letter.html/483329