Tuesday, August 6, 2013

Pulang Kampung

BUKU FAJAR - Kreek kreek kreek kree kree suara kumbang penggerek terdengar berulang-ulang. Sementara di kejauhan suara bis dan kendaraan berlalu lalang. Setelah kumbang penggerek berhenti, muncullah suara jangkrik dengan suara khasnya,"krik krik krik krik."

Di atas langit nampak mendung di selatan, sementara di timur nampak warna oranye yang malu-malu ditimpa oleh warna abu-abu. Nampak hari akan mendung. Ramalan cuaca hari ini memang meramalkan hujan skala ringan akan turun.

Sementara itu, angin bertiup lembut mengusap-usap kulit tangan yang tidak tertutupi kain. Ia juga mengusap-usap wajah dengan usapannya yang lembut.

Dari pepohonan terdengar suara burung-burung bernyanyi dengan merdunya. Beberapa dari mereka bercanda ria dan berlompatan di ranting-ranting pohon yang kecil. Suara merdu burung melengkapi nikmatnya pagi.

Fahri memandang langit dengan tidak bosan-bosannya. Dia mencoba mencari bentuk-bentuk sesuatu di awan. Dia sangat bersyukur bisa menikmati keindahan alam di Gonilan.

"Inilah nikmatnya memiliki sesuatu yang disebut desa," Fahri berkata pada dirinya.

"Paling tidak saya bisa melepaskan sedikit kepenatan dan hingar-bingar Jakarta."

----

Apa yang dirasakan Fahri, juga dirasakan oleh ribuan orang lain yang pulang kampung menjelang Idul Fitri. Apapun kondisinya, pulang kampung menjelang Idul Fitri adalah hal yang sangat dirindukan oleh sebagian masyarakat kota. Menikmati keindahan alam dan nyamannya lingkungan adalah bonus dari tersambungnya tali silaturahim.

Memang Idul Fitri sangat spesial. Selamat Idul Fitri, mohon maaf lahir dan bathin, taqaballaahu minna wa minkum, minal aidzin wal faidzin.

@fajarsetyanto
http://fs-buku.blogspot.com/
Sent from my BlackBerry.