Sunday, August 4, 2013

Hansip Oh Hansip

"Ada uang rokoknya, kan?" Itulah kata-kata yang keluar dari mulut hansip yang saya temui pagi itu 2 Agustus 2013.

Saya sungguh terkejut dengan ucapan sang hansip. "Kok mirip seperti yang ada di sinetron Tukang Bubur Naik Haji?"

Ya saya jadi teringat dengan hansip Mali dan Tarmizi yang selalu berpedoman ,"Ada fulus, semua mulus."

Padahal waktu itu, yang saya katakan kepada hansip di lingkungan saya hanyalah sekedar omongan untuk menyapa dia dan menghargai dia sebagai petugas keamanan di kampung.

Saat itu saya akan pergi pulang kampung, saat saya sedang membuka pagar, tiba-tiba melintaslah sang hansip. Saya sapa dia, sambil berkata,"Titip rumah ya."

Komentar pertama yang keluar dari mulut sang hansip ,"Ada uang rokoknya, kan?", bukannya ,"Mau kemana Pak, berapa lama Pak dan sejenisnya."

Ingatan saya langsung mengarah kepada kelakuan Mali dan Tarmizi seperti yang ada di sinetron.

"Apa memang begini kurikulum pendidikan hansip ya?"

Dugaan saya tentang kurikulum hansip pasti salah. Semua itu memang kembali lagi kepada orang tersebut. Melihat perilaku Mali dan Tarmizi di sinetron ternyata sangat mendekati kenyataan.

Memang perilaku manusia bermacam-macam. Banyak orang yang belum melakukan sesuatu tapi sudah minta jatah. Banyak pula orang yang tidak sadar lingkungan dan tidak sensitif dengan kondisi lingkungan. Singkat kata, banyak orang yang kewajibannya saja belum dipenuhi tapi sudah minta hak.

Sesungguhnya, bila seseorang melakukan sesuatu kewajiban dengan benar dan baik, Insya Alloh, mungkin dari orang A tidak mendapat penghargaan, tetapi dari orang B atau C atau yang lainnya akan mendapat penghargaan yang layak atau bahkan berlebih.

Sebagai contoh ialah seorang kawan, seorang tukang ojek. Kawan ini bersedia melakukan sesuatu pekerjaan tanpa mematok "jatahnya" terlebih dahulu. Selama yang diterimanya menurut dia wajar, maka dia akan melakukan permintaan orang yang minta bantuannya lagi dan lagi. Al hasil beberapa kali kawan ini, mendapat tambahan berlebih dari yang sering meminta bantuannya. Bila orang yang meminta bantuan ada rezeki tambahan, maka yang pertama kali diingat ialah kawannya, sang tukang ojek.

Semoga Mali dan Tarmizi tidak melahirkan Mali dan Tarmizi lain. Cukup mereka ada di sinetron saja.

Wallahu'alam.
@fajarsetyanto
http://fs-buku.blogspot.com/
Sent from my BlackBerry.