Wednesday, July 17, 2013

MOS (Membuat Orang Susah?)

"Gue habis cari balon gas buat MOS anak gue," demikian jawab seorang kawan SMP dulu saat bertemu di sebuah mini market pagi ini jam 5 pagi.

"Anak gue kelas 7 di SMP, sekarang lagi MOS."

----

MOS atau dikenal dengan Masa Orientasi Sekolah para siswa-siswi disuruh membawa balon gas dua buah warna ditentukan? Saya terus terang tidak habis fikir kira-kira apa tujuan dari perintah itu. Bahkan teman lama saya tersebut harus bersusah payah mencari penjual balon gas di subuh dini hari hanya untuk mendapatkan balon gas.

Bila itu tujuannya untuk membuat anak menjalankan sesuatu sesuai perintah, OK-lah. Namun pada kenyataannya yang harus bersusah payah bukan sang anak tapi orangtualah yang menjadi susah. Apakah ini yang diinginkan sekolah si anak? Apakah yang bersekolah sang anak atau orangtuanya. Heran, zaman komputer dan serba tehnologi masih ada printah MOS yang "primitif" seperti itu.

Seharusnya sesuai namanya Masa Orientasi Sekolah, diisi dengan penyadaran siswa-siswi baru bahwa sekarang di kelas 7 hingga 9 sangat berbeda dengan saat mereka ada di kelas 1 sampai 6. Penyadaran itu bisa berupa :

Pertama. Penyampaian perubahan cara belajar. Dimana mereka harus belajar lebih mandiri, bukan merepotkan orang tua.

Kedua. Penyampaian bahwa di sekolah ada fasilitas-fasilitas berupa perpustakaan. Sehingga mereka harus lebih sering menggunakan fasilitas perpustakaan. Mereka pun diberitahu bagaimana membaca dengan cepat, membuat ringkasan dan sebagainya.

Ketiga. Penyampaian kegiatan-kegiatan organisasi yang ada di sekolah. Sehingga mereka mengerti manfaat dari bergabung dengan organisasi intra sekolah.

Keempat. Latihan-latihan membuat jurnal atau latihan membuat catatan tentang apa yang dilakukan sepanjang pagi hingga sore yang harus dikumpulkan sebelum mereka pulang. Sehingga siswa terbiasa mencatat dan menulis.

Kelima. Membaca buku favorit, lalu menuliskan ulang serta menceritakan kembali tanpa melihat teks di depan group atau kelas. Sehingga membiasakan siswa-siswi membaca dan berbicara di depan umum.

Beberapa ide itulah yang semestinya dilakukan di acara. MOS. Buatlah para siswa-siswi baru tersebut jadi manusia yang kreatif dan kritis terhadap suatu hal. Jangan jadikan MOS ajang membuat para siswa-siswi baru bagai kerbau dicocok hidungnya --harus mengikuti perintah tapi tidak tahu tujuan dari perintah itu.

Memang pelaksanaan tersebut juga menuntut guru-guru yang kreatif dan berwawasan sehingga bisa menghasilkan MOS yang berkualitas.


@fajarsetyanto
Sent from my BlackBerry.