Saturday, June 22, 2013

Tehnik Menghadapi Harga BBM

Waktu menunjukkan jam 7 pagi hari Sabtu ini. Di angkasa helicopter sudah beberapa kali bolak-balik memantau keadaan. Apa yang dilakukan helicopter tersebut wajar, karena mereka memantau keadaan setelah semalam diumumkan bahwa Premium menjadi Rp. 6.500 dan Solar menjadi Rp. 5.500.
Kondisi ini memang sangat tidak menguntungkan. Sudah bisa dipastikan bahwa harga-harga akan naik. Sementara di saat yang sama gaji tidak naik sesignifikan kenaikan harga.


Menghadapi kondisi ini mungkin sudah waktunya bagi kita untuk melakukan beberapa hal berikut :


1.       Bagi pekerja baru carilah kerja yang dekat  tempat tinggal atau kerja sendiri membangun usaha sendiri.
2.       Meningkatkan ketrampilan sehingga ketrampilan kita bisa dihargai lebih mahal.
3.       Kuasai ketrampilan dengan baik sehingga bila memang diperlukan meninggalkan kota yang berbiaya “mahal” seperti Jakarta, maka ketrampilan tersebut bisa digunakan.
4.       Jangan ajari anak kita bahwa sekolah adalah untuk bekerja dengan orang lain, tapi ajari anak bahwa sekolah bermanfaat  supaya  bisa membuat bisnisnya sendiri sehingga kelak dia tidak akan stress karena sulitnya mencari kerja di masa yang akan datang.


Harga-harga sepanjang sejarah memang tidak ada yang turun. Semakin berkembang suatu negara, maka semakin banyak uang yang beredar. Semakin banyak uang yang beredar maka  nilai uang akan turun. Nilai uang turun inilah yang membuat harga-harga semakin mahal.


Daripada kita “ngoprek” Pemerintah, lebih baik kita ngoprek diri sendiri. Gali ketrampilan kita agar bisa tetap survive di masa yang akan datang.


Tentu saja kita juga harus bisa mencari pemimpin yang benar-benar peduli rakyatnya sehingga mulai dari sekarang sudah memikirkan bagaimana mendapatkan energi pengganti bahan bakar fosil. Bukan pemerintah yang hanya menggantungkan bahan bakar fosil dan mencari jalan mudahnya saja menutup defisit dengan menaikkan harga.


@fajarsetyanto