Saturday, June 22, 2013

Jangan Katakan Negara Ini Selevel Dengan Negara Lain

Udara siang ini panas tapi mendung. Cuaca terasa lembab di kulit. Kalau kata orang sih udara panas model seperti siang ini kemungkinan malam harinya atau sore harinya akan turun hujan. Tapi udara Jakarta saat ini tidak bisa diprediksi, Bulan Juli seharusnya bukan waktunya hujan, tetapi hujan sangat sering turun.

Mengingat cuaca yang tak menentu saat ini sepertinya banyak warga Jakarta dan beberapa kota besar di Indonesia sekarang yang memperhatikan ramalan cuaca. Seperti yang terdapat di Jalan Merdeka Selatan, Jakarta, ada sebuah baliho besar yang berisi tentang ramalan cuaca hari ini. Berarti pola hidup di Jakarta sudah seperti di New York dan kota besar di Amerika. Di New York misalnya,  seseorang harus selalu memperhatikan ramalan cuaca bila tidak mau mengalami kesulitan dengan cuaca. Begitu juga di beberapa kota besar di Australia.

Nampaknya “gaya” dunia sudah menular ke Indonesia. “Gaya” cuaca di Jakarta sudah mirip dengan “gaya” cuaca global. “Gaya” perhatian terhadap ramalan cuaca juga sudah mirip “gaya” global. Banyak sekali “gaya” dunia yang diserap Indonesia. “Gaya” harga bahan bakar minyak juga hampir dimirip-miripkan dengan urusan harga minyak dunia. “Gaya” harga tariff telephon dan internet juga di disama-samakan dengan harga dunia. Gaya short pants para gadis banyak yang mengikuti trend dunia.

 Namun demikian meskipun penyerapan “gaya” dunia sangat cepat di Indonesia,  ternyata ada beberapa “gaya” yang belum mampu diserap Jakarta dan kota besar di Indonesia. Gaji karyawan, belum sama dengan gaji negara yang selevel dengan Indonesia. Pengembangan SDM belum sama kualitasnya dengan negara selevel. Ketersediaan dokter dan tenaga medis, belum sama dengan negara selevel. Kulitas penerapan disiplin di Jalan Raya belum sama dengan negara selevel. Kualitas disiplin tidak membuang sampah di saluran air masih jauh tertinggal dengan negara selevel.

Kondisi ini memang seperti telur dengan ayam, mana yang lebih dulu. Kalau para pemimpin dari tingkat terkecil hingga tertinggi di suatu negara kurang kreatif dalam memecahkan masalah yang ada dan mau mudahnya saja, maka kondisi seperti sekarang tidak akan berubah sampai kapan pun. Kecuali bila para pemimpin tersebut mau kreatif dan mau “repot” serta “berkeringat” sedikit untuk memecahkan masalah yang ada maka kita bisa berharap keadaan bisa lebih baik dan bisa mengatakan kita setaraf dengan negara selevel dalam segala hal.


@fajarsetyanto