Thursday, June 20, 2013

Hah Rp 150.000,00???

Pemerintah berencana mengeluarkan dana BLSM sebesar Rp. 150.000 per bulan untuk masyarakat miskin.

Kira-kira Rp. 150.000,00 bisa untuk apa ya?

Perokok.
Harga per bungkus Rp. 10.000,00. Sehari satu bungkus dan dana BLSM cuma bertahan selama 15 hari saja.

Listrik PLN.
Per KWH diahargai sekitar 500 perak untuk 450 kWh. Kalau di rumah pakai 4 lampu @ 23 watt, menyala sepuluh jam sehari. 40 watt kali 4 lampu kali sama dengan 160 watt kali 10 jam, maka sehari 1600 watt jam. Selama sebulan 1600 watt jam dikali 30 sama dengan 48000 watt atau sama dengan 48 kWh. Dirupiahkan sama dengan 48 kWh kali 500 perak sama dengan 24000 perak.

Sementara pemakaian air misalnya setengah kubik meter per hari maka sebulan 15 kubik meter dikali sekitar 5000 perak per kubik maka 75000 perak sebulan. 75000 perak ditambah 24000 perak sama dengan 99000 perak

Bila pemakaian hanya 4 lampu saja dan sehari 1 meter kubik air saja, maka 150.000 boleh dikatakan cukuplah, bahkan masih ada sisa. Namun apakah hanya memakai 4 lampu dan 1 kubik air saja?

Beras.
Untuk membeli beras jika hanya 1 anak saja, maka sebulan 15 kg beras cukuplah. Bila harga beras Rp. 5000 per kilo maka cukuplah Rp. 150.000 untuk membeli beras saja tanpa lauk. Belum termasuk bahan bakar.

Seratus Lima Puluh Ribu untuk 4 atau 5 bulan saja sangatlah kurang memadai. Mungkin ada baiknya bila pemerintah jadi menaikan harga Bahan Bakar Minyak bantuan tersebut bisa dialihkan menjadi bantuan yang lebih produktif bukan hanya kebutuhan konsumsi.

Bantuan yang produktif itu misalnya seperti yang terjadi di Bangladesh. Di Bangladesh pemerintah memberi bantuan berupa kredit tanpa bunga untuk usaha kecil. Persyaratannya dipermudah.
Sent from my BlackBerry.