Monday, April 15, 2013

Sir, You Are Paid to Get Things Done

Saat saya kerja di Perusahaan Jepang yang sangat terkenal di dunia textile, saya memiliki seorang client warga negara Korea.

Client ini sangat strick dalam urusan schedule produksi. Karena dia juga mewakili client yang juga strick dalam hal pengiriman barang dan produksi barang.

Client saya ini sangat sering mengatakan ,"You have to get things done." Artinya dia mengatakan bahwa saya harus membuat segala terlaksana. Setiap detil dari tahapan produksi dia katakan pada saya bahwa saya harus tahu. Dengan mengetahui setiap detil tahapan produksi, maka saya bisa tahu bahwa barang akan terlambat atau tidak. Bila terlihat gejala akan terlambat maka cepat bernegosiasi dengan client minta perpanjangan waktu sambil mengecek produksi agar keterlambatan tidak terlalu lama.

"Remember Fajar, you have to get things done!", itulah kata-katanya yang selalu terngiang di telingan saya meski sudah 13 tahun tidak bertemu dengannya.

Get Things Done, ialah membuat setiap pekerjaan beres, tepat waktu, dan berjalan dengan baik. Kalaupun ada gejala akan ada hambatan, jauh-jauh hari sudah terdeteksi sehingga bisa dicarikan solusi demi kelancaran pekerjaan.

Dalam kasus UN yang terlambat, keterlambatan baru ramai dibicarakan 3 atau 4 hari dari hari H. Padahal kalau pemenang tender bekerja dengan baik dan benar, pasti mereka sudah mengetahui akan ada keterlambatan 2 atau 3 minggu sebelumnya karena mesin ialah sesuatu yang pasti. Contoh sederhana ialah printer komputer. Bila untuk mencetak 1 lembar diperlukan setengah menit, artinya per jam akan ada 120 halaman. Kalau mau mencetak 600 halaman berarti perlu waktu standar 5 jam. Kalau lebih cepat, bagus.

Pemenang tender artinya ialah pihak yang berpengalaman dengan cetak-mencetak dan distribusi barang cetakannya ke seluruh Indonesia. Mengapa masih seperti pemain baru sih?

Sungguh aneh memang, tender dengan lebih dari 20 milyar, bisa terlambat. Padahal bahan bakunya hanya kertas, mesin, dan tinta. Tehnologi komputer sudah semakin canggih. Mengapa tidak menggunakan metode cetak jarak jauh dengan pengawasan ketat???

Tehnologi internet, sudah ada untuk pengiriman data. Pemenang tender hanya perlu meletakkan beberapa mesin di kota besar propinsi. Cetak secara lokal. Distribusi lokal. Oalah......Mengapa masih mengandalkan pencetakan dan disribusi dari pusat?

Minister Nuh, remember you are paid to get things done!!!
Sent from my Blackberry for www.latihan-english