Thursday, February 28, 2013

Tausiah # 3

Rasul diutus agar manusia beriman pada Allah yang mnciptakan langit dan bumi, yang menghidupkan dan mematikan. Iman pada Rasul adalah bagian dari iman pada Allah (QS.7:158)
Ribuan Soal English : www.latihan-english.com

Wednesday, February 27, 2013

Tausiah # 3

Sesungguhnya keberkahan itu ada dalam berjamaah (HR.Ibn Majah)
Ribuan Soal English : www.latihan-english.com

Jamaah Sholat Shubuh 100 Orang

Sholat shubuh di mesjid Al Bilal pagi ini sungguh luar biasa.

Pesertanya mencapai 100 orang!

Sholat Shubuh di masjid Al Bilal, Cempaka Baru, memiliki interval yang agak panjang antara adzan berakhir hingga sholat berjamaah dimulai. Ini adalah sesuatu yang baik. Jamaah yang pergi ke mesjid setelah adzan berakhir tidak akan tertinggal sholat berjamaah.

Beberapa karakter jamaah sholat shubuh antara lain:
- Pergi ke mesjid sebelum adzan shubuh.
- Pergi ke mesjid saat adzan berkumandang.
- Bangun tidur saat adzan berbunyi dan menyegerakan diri untuk ke mesjid.

Bagi karakter jamaah yang pertama dan kedua tidak akan terlambat berjamaah. Bagi jamaah tipe ketiga sudah dipastikan akan terlambat. Bila sering terlambat atau tertinggal maka lama kelamaan akan menjadi malas ikut berjamaah.

Mensikapi jamaah tipe ke tiga, memang bijaksana bila interval antara adzan selesai dengan sholat berjamaah diperpanjang. Sehingga yang bersangkutan tetap bisa ikut sholat shubuh berjamaah. Semoga dengan cara ini maka jamaah sholat shubuh akan semakin ramai.

Sebagai tambahan sebelum penutup. Sesungguhnya yang terpenting ialah sholat di mesjidnya, meskipun tertinggal sholat berjamaah.


Fajar
www.latihan-english.com
Ribuan Soal English : www.latihan-english.com

Tuesday, February 26, 2013

Inikah Yang Namanya Nikmat?

Saat alarm berbunyi waktu menunjukkan jam 4 pagi. Sengaja saya meletakkan alarm jauh dari jangkauan saya agar saat dia berbunyi, akan memaksa saya bangun dari tempat tidur.

"Alhamdulillahilladzi at'amana ba'da maa amatana wa ilaihin nushuur."

"Eh sudah dekat shubuh," gumam saya.

Saya bangun dan masuk ke kamar mandi. Air kran dialirkan ke bak. Air kran ternyata terasa hangat, apalagi beberapa hari ini tidak ada hujan sehingga membuat suhu air PAM menjadi hangat.

Saat air mengalir dari kepala hingga kaki saya terasa sangat menyegarkan. Seinci demi seinci kulit saya tersapu air yang hangat alamiah. Sangat menyegarkan.

Selesai mandi segera berbenah untuk pergi ke mushalla.

Saat saya keluar halaman rumah saya, udara bersih sangat terasa. Tarikan nafas sangat lega. Di langit sayup-sayup terdengar suara pengajian menjelang adzan shubuh.

Sesampainya di mushalla sudah ada beberapa orang sedang sholat sunnah dan sedang dzikir.

Suasana di mushalla tenang sekali, hanya terdengar suara takbir "Allohu Akbar."

Monday, February 25, 2013

Pasar VS Elit Korup

Kehidupan perekonomian masyarakat sudah dimulai dari dini hari buta.

Beginilah contoh bagaimana masyarakat sudah beraktifitas di pagi hari. Sebelum shubuh banyak yang sudah berada di pasar atau di tempat perkulakan. Mereka berjuang dengan keras untuk bisa menjalani kehidupan dengan baik.

Namun bila melihat "perilaku" sebagian elit di level atas yang sibuk mengeruk uang dari negara untuk kepentingan golongan maupun dirinya sendiri membuat hati ini geram.

Masyarakat kerja keras demi mendapatkan rupiah demi rupiah. Sebagian dari mereka sudah membayar pajak. Sebagian dari mereka harus meninggalkan rumah sejak jam 3 pagi. Inilah bukti bahwa masyarakat negara ini tidak pemalas.

Namun bila melihat perilaku sebagian elit atas yang korup. Sungguh rasanya sangat membuat geram. Masyarakat sibuk mengumpulkan rupiah demi rupiah untuk bisa hidup layak. Tetapi para elit korup sibuk mengeruk uang negara demi golongan dan dirinya sendirinya.

Mereka mengharapkan suara masyarakat di Pemilihan Umum. Setelah mereka berkuasa mereka tidak memperjuangkan masyarakat yang pernah memilihnya. Setelah berkuasa mereka pasang barikade ketat agar tak tersentuh masyarakat (meskipun dari pemilihnya sendiri). Setelah berkuasa mereka "berstartegi" agar uang negara bisa keluar agar bisa mengalir ke golongan ataupun dirinya sendiri.

Pasar sebagaimana di foto sudah beberapa puluh tahun bentuknya sama seperti di foto. Sejak penulis SD di tahun 1980an hingga sekarang 2013 bentuknya tidak banyak berbeda. Apakah dinas terkait merawatnya dengan sungguh-sungguh atau tidak, hanya dinas yang bersangkutan yang tahu. Apakah gubernur kepala daerah terdahulu memperhatikan atau tidak, hanya yang bersangkutan yang tahu.

Andai para elit korup pernah melihat kehidupan masyarakat yang sesungguhnya, dan memikirkan bagaimana mereka bisa sampai pada tampuk kekuasaan saat ini, tegakah mereka korupsi?

Semoga suara rakyat di 2014 bukan sekedar dimanfaatkan elit korup.

Tausiah # 2

Tanah yang baik,jika dihujani tumbuh subur dengan izin Allah.Demikian perumpamaan orang mukmin yang menerima ayat Allah,yang akan membuahkan hasil bagi hidupnya (QS.7:58)

Sunday, February 24, 2013

Pedagang Mainan

Pedagang mainan ini sungguh pandai menarik perhatian anak-anak untuk membeli mainannya.

Mereka menjual barang dengan harga yang relatif murah dan terjangkau harganya. Tidak heran para orang tua tidak keberatan mengeluarkan uangnya untuk membeli mainan ini.

Ada suatu cerita bahwa anak saya mencari kincir angin. Saat kincir angin yang diinginkan tidak ada, pedagang tersebut bertanya, kincir seperti apa yang diinginkan putri saya. Putri saya menjawab bahwa kincir anginnya agak besar dan ada dua kincir. Sang pedagang berkata :"Boleh nanti dibuatkan, besok bisa ambil disini."

Keesokan harinya sang pedagang benar membuat apa yang diinginkan putri saya. Hebatnya lagi, ternyata pedagang itu membuat lebih dari satu.

Saya pun memperhatikan apa yang akan dilakukan pedagang itu terhadap kelebihan kincir pesanan yang tidak dibeli putri saya. Ternyata tidak berapa lama ada beberapa anak yang membeli kincir seperti yang diminta putri saya. Dalam waktu singkat kincir tersebut laku terjual.

Pedagang mainan itu pandai menyerap dan mengolah informasi pasar yang didapat dari keinginan anak-anak.


Fadjar
@fajarsetyanto

Tausiah # 1

Akan datang suatu hari dimana segala kebaikan & kejahatan dihadapkan pd org yg melakukannya (QS.3:30)

Menyesal Saya

"Perasaan saya memberikan suara di Pemungutan Suara dulu tidak untuk memilih dia deh?", keluh seorang kawan saat melihat apa yang dilakukan oleh seorang anggota dewan yang kebetulan akrab dengan seorang artis yang sedang terkena kasus di BNN.

"Kalau begini jadinya, sepertinya suara saya cuma dimanfaatkan oleh orang-orang yang punya duit yang berjudul legislatif."

"Coba bayangkan," katanya lagi,"Orang yang menjadi legislatif itu berpelukan dengan yang bukan muhrimnya, bermesraan dengan yang bukan muhrimnya, kok bisa?"

"Memang berpelukan dengan bukan muhrimnya tidak dilarang di negeri ini, dan juga bukan hal yang memalukan, tapi dulu waktu saya memberikan suara saya di pemilu untuk partai itu bukan untuk memilih legislatif yang berkelakuan seperti itu."

Kawan tersebut masih bersungut-sungut dan nampak tidak ikhlas memberikan suaranya di pemilu yang telah lalu untuk partai itu.

"Saya menyesal telah memberikan suara saya untuk partai itu, tapi kalau saya baca di koran kelakuan anggota legislatif atau pengurus partai lain juga setali tiga uang," katanya sambil menerawang jauh,"Sekarang yang melakukan korupsi besar adalah orang partai atau anggota dewan."

"Dulu waktu mereka belum ada kesempatan korupsi, teriak anti korupsi, namun setelah ada kesempatan, mereka melakukan korupsi dan gedenya minta ampun."

"Menyesal saya, menyesal telah memberilan suarasaya di pemilihan partai dulu."

"Saya tidak mau dibohongin dan tidak mau dimanfaatin oleh mereka yang ada di partai lagi," katanya lagi.

"Biarlah suara saya akan saya simpan untuk diri saya sendiri."

"Saya tidak akan berikan kepada partai manapun."

"Saya hanya benar-benar ikhlas memberikan suara saya di pemilihan kepala daerah kemarin saat Pemilukada DKI yang lalu."

"Untuk Pemilu 2014, nggaklah, saya simpan aja sendiri, apalagi kalau calon-calonnya masih seperti sekarang."

Kawan ini baru berhenti mengomel setelah HP-nya berbunyi. "Saya harus pergi dulu ya.....istri saya sudah menunggu." Dia pergi begitu saja tanpa berlama-lama lagi.