Monday, December 31, 2012

Menjelang Penerapan Ganjil-Genap : Keamanan Di Mikrolet Yang Buruk




Para supir mikrolet semestinya memakai seragam. Hal ini sangat penting untuk menghindari supir yang tidak berhak agar tidak mengemudikan mikrolet.  Kejadian  penodongan di mikrolet yang menyebabkan seorang korban tewas adalah bukti lemahnya pengawasan aparat terkait terhadap supir mikrolet.

Penodongan atau kejahatan di mikrolet sangat sering terjadi, karena memang lemahnya kontrol aparat terkait. Banyak supir mikrolet bertindak  semaunya. Kalau penerapan ganjil-genap diterapkan, sehingga banyak orang yang mengkonsumsi jasa mikrolet, namun kalau standar keamanan masih sangat lemah, saya rasa itu tidak adil. Orang berkendaraan roda empat salah satunya ialah untuk melindungi keluarganya dari kejahatan di angkutan umum.

Semestinya dibuat sistem agar bisa memantau apakah seorang pengemudi mikrolet adalah benar orang yang berhak mengemudikan atau tidak. Misalnya dengan seragam, kartu tanda pengenal yang digantungkan di leher yang diperiksa di setiap terminal. Aparat jangan hanya minta uang masuk atau keluar terminal bagi kendaraan, tapi semestinya juga mencek kartu tanda pengenal tersebut.

Menjelang Penerapan Ganjil Genap : Identitas Kendaraan Yang Tidak Jelas


Tanpa plat nomor

Plat nomor ada tapi tidak jelas (kiri), plat nomor tidak ada (kanan)

Plat nomor tidak jelas, lampu sign tidak berfungsi


Kendaraan-kendaraan tersebut di atas juga dikemudikan dengan serampangan oleh para supirnya. Akan terjaminkah keamanan penumpang dengan kendaraan yang "kabur" data-datanya?

Monday, December 24, 2012

Perlu Dilakukan Untuk Mengurangi Banjir

Menyedihkan bahwa Jakarta "dikepung" banjir dua hari yang lalu. Jl. Thamrin yang merupakan jalan sangat utama Jakarta pun turut kebanjiran.

Beberapa hal di bawah ini rasanya perlu mendapat perhatian, tidak hanya dari pemerintah propinsi tapi juga dari masyarakat :

1. Kebiasaan masyarakat membuang sampah di saluran air masih terus berjalan.
Kebiasaan ini adalah kebiasaan "kuno" yang masih dilakukan sebagian masyarakat kota ini. Sisa makanan yang tidak habis, dengan entengnya dibuang ke saluran air depan rumah. Kebiasaan ini adalah kebiasaan egois yang cuma memindahkan kotoran di rumahnya ke wilayah publik.

Sunday, December 23, 2012

Foto-foto Hujan Hari Sabtu 22 Desember 2012



Suasana  saat waktu menunjukkan jam 10 pagi

Suasana saat waktu menunjukkan jam 1 siang

Thursday, December 20, 2012

Menjelang Ganjil-Genap : Bis Umum Menggunakan Ban Vulkanisir



Sebuah bis kota nampak sangat mengerikan tampilannya.

Ternyata ban belakang mobil itu ialah ban vulkanisir

Wednesday, December 19, 2012

Pengedar Narkoba Berubah Menjadi Sendal



Betapa terkejut saya setelah mengamati sendal salah seorang murid. Ternyata sendal yang dipakai salah satu murid saya berdesain daun ganja.

Kejadian ini ialah kejadian yang kedua kali. Beberapa tahun yang lalu, salah seorang murid juga membeli stiker berdesain daun ganja. Dia membeli stiker tersebut di pedagang yang berjualan di sekolahnya.

Menjelang Ganjil Genap : Metromini Tanpa Nomor


Bus metromini tanpa nomor kendaraan bisa dengan bebas berkeliaran di Jalan Raya. Seharusnya hal sangat HARAM terjadi di negara yang punya peraturan.
Berhenti jauh di depan garis stop. Siap tancap gas secepat-cepatnya saat lampu berubah menjadi hijau. Sangat tidak nyaman.


Beberapa bulan menjelang peraturan ganjil-genap sejak wacana ini diluncurkan di bulan November/Desember 2012 maka perhatian-perhatian terhadap fasilitas angkutan umum sangat penting. Mengapa demikian? Karena bila peraturan ganjil-genap ditetapkan, maka angkutan umum akan menjadi "kawan" setiap hari bagi masyarakat. Dulu biasa berada di kabin kendaraan yang ber-ac dan tidak beramai-ramai, maka mau tidak mau harus bersiap-siap mengkonsumsi kendaraan umum. Mengingat biaya taxi yang masih cukup tinggi, maka pilihannya ialah ke angkutan massal seperti bis.

Bila kondisi bis masih seperti saat ini, maka bisa dipastikan banyak protes atas kebijakan ganjil-genap.

Blog ini akan terus memantau dari hari ke hari kondisi angkutan bis, apakah ada perbaikan menjelang penerapan peraturan tersebut atau tidak.

Pintu shelter bus tranjakarta semakin banyak yang tidak memiliki pintu pengaman lagi. Bagaimana bila ada pelaku kejahatan mencuri barang milik korban di depannya, mendorong korban hingga terluka, sementara yang bersangkutan melompat lari keluar dari shelter? Inikah yang dikatakan aman?
Antrian di shelter transjakarta. Pintu pun tidak tertutup dengan baik.


Harapan penulis tentu saja bahwa kondisi bis akan aman, nyaman, dan tepat waktu.

Sunday, December 16, 2012

Biopori Melindungi Tanah Jakarta

Biopori (belum selesai)


Musim hujan seperti saat ini memang membuat warga DKI waspada banjir. Banjir memang kerap terjadi di Cempaka Baru, dimana saya tinggal. Bila sudah hujan selama kurang lebih 30 - 45 menit dengan deras, halaman rumah saya sudah tergenang air.

Alhamdulillah dengan pembuatan biopori setahun yang lalu, masa air tergenang di halaman rumah menjadi cepat surut, dan kalaupun terpaksa air terus meninggi maka tempo waktu air mulai masuk ke dalam rumah menjadi lebih panjang yaitu bisa di atas 60 menit. Di rumah saya sudah terdapat 3 biopori, dan sisi halaman rumah yang tertutup semen sudah dibongkar agar air bisa meresap ke dalam tanah.

Biopori terakhir saya buat kemarin. Dengan meminjam alat penggali tanah yang sudah tersedia di tempat ketua RT, tanah saya gali sedalam 1 meter. Setelah itu dimasukan pipa paralon ke dalam lubang. Mulut lubang ditutup dengan penyaring lalu dilindungi dengan semen di semua sisinya. Semoga biopori ini bisa mengurangi air yang menggenang di halaman rumah saya.

Beberapa manfaat biopori :

1. mengalirkan air ke dalam tanah.
2. mencegah penurunan tanah dengan cepat (apalagi mengingat saat ini banyak rumah yang tidak memiliki halaman berbentuk tanah melainkan beton)
3. air tanah yang seimbang di dalam tanah akan menyehatkan tanah sehingga tidak mudah ambles

Gubernur Joko Widodo pernah menghimbau masyarakat untuk memperbanyak membuat biopori namun gerakan membuat biopori secara massal di tiap daerah belum terlihat. Masih banyak warga yang cuek dengan masalah biopori ini. Alangkah baiknya kegiatan membuat biopori ini digalakkan kembali, karena setiap RT sudah tersedia alat pembuat biopori. Sayang bila alat itu hanya dibiarkan menganggur di tempat ketua RT.

Yuk kita lindungi Jakarta dari penurunan permukaan tanah.

Menjelang Penerapan Ganjil-Genap : Perbaiki Perilaku Angkutan Umum


Beginilah perilaku pengelola fasilitas publik yang berkaitan dengan transportasi masal. Bila program ganjil genap akaln dilaksanakan, hendaknya hal-hal ini seperti tidak terjadi lagi karena sangat membahayakan penumpang.



Shelter bis transjakarta ini seharusnya tertutup, namun ternyata oleh pengelola dibiarkan terbuka. Berkali-kali penulis melewati shelter ini namun kondisinya tetap saja terbuka.


Metro mini, berhenti jauh di depan garis batas stop. Bis itu akan siap-siap meluncur masuk di kala terdapat kesempatan tidak peduli lampu lalu lintas merah atau hijau.



Saturday, December 15, 2012

Kebijakan Ganjil Genap : Jangan "Gebyah Uyah"

Sedikit pun metro mini ini tidak minggir untuk memberi kesempatan kepada penumpangnya naik dengan aman. Motor-motor sudah siap memberikan klakson bila wanita itu agak lambat.




Rute-rute yang sedang direncanakan oleh pemprov DKI nampaknya memang enak direncanakan karena mengambil jalur dimana busway berada. Namun di balik itu ada beberapa daerah yang benar-benar tertutup tidak bisa dilalui. Contoh yang paling mudah ialah Kemayoran dan Cempaka Putih. Berikut ialah analisanya :


Kemayoran.

Wilayah Kemayoran “dikepung” oleh Jl. Letjen Suprapto, Jalan dari Cawang ke Priok, Ancol, dan Gunung Sahari. Bagi seseorang yang akan menuju ke Rawamangun dari Kemayoran yang bukan merupakan daerah bisnis utama tidak akan bisa. Semua akses menuju Rawamangun tertutup jalan-jalan tersebut di atas. Begitu juga bila seseorang akan menuju rumah Sakit seperti RSCM, Carolus, Husada, bahkan YARSI yang hanya menyebrang pun tidak bisa diakses. Beberapa tempat terapi di wilayah Kramat, juga setali tiga uang, tidak bisa diakses.

Seorang teman di kemayoran yang memiliki anak autis yang bersekolah di Rawa Mangun menghitung-hitung biaya yang harus dikeluarkannya.

“Anak saya tidak mungkin naik Bajaj atau Bis karena kondisinya”, teman itu mengatakan,”Dia harus naik mobil pribadi atau taxi.”

“Masalahnya ialah, bila saya menggunakan taxi, biaya sekali jalan saja 60 ribu, kalau pulang-pergi maka saya harus keluar 120 ribu.”

“Bila saya menggunakan mobil pribadi, maka biaya bensin 50 ribu untuk dua hari.”

“Saya ini memiliki mobil bukan untuk senang-senang atau gengsi, tapi untuk mengantar sekolah anak saya yang autis!”, dengan nada jengkel dia bercerita.


Cempaka Putih.

Wilayah Cempaka Putih “dikepung” oleh jalan A. Yani, Suprapto, Pramuka, dan Kramat. Bila ada keperluan rutin yang mengharuskan menggunakan mobil, maka dengan adanya kebijakan ganjil-genap akan menjadi jauh lebih mahal.

Beny sebut saja demikian. Dia tinggal di Cempaka Putih. Setiap hari dia harus mengantar ke dua anak perempuannya ke sekolah, setelah itu baru dia ke kantor. Dia selalu mengantar anak pertamanya ke Rawamangun, lalu mengantar anak keduanya ke Matraman. Setelah itu dia menuju kantornya di kawasan Bintaro. Selama ini dia bisa menjemput anaknya karena kebetulan dia memiliki beberapa client di dekat sekolah anak-anaknya sehingga sempat menjemput mereka pulang.

“Saya tidak tahu berapa biaya yang harus saya keluarkan bila kebijakan itu diterapkan.”

“Dengan menggunakan mobil pribadi saya keluar 100 ribu per hari untuk semuanya, apalagi tuntutan pekerjaan saya menuntut saya harus membawa mobil karena membawa beberapa gadget yang harganya tidak murah.”

“Sifat pekerjaan saya adalah freelance, jadi semua biaya saya yang tanggung, namun bila saya mendapat order maka saya mendapat komisi yang lumayan, sifat pekerjaan saya menuntut saya menggunakan mobil bukan bis. Dengan demikian sulit bagi saya bila naik turun bis sementara kalau saya naik turun taxi???”

“Bila saya menggunakan taxi, maka untuk ke Rawamangun saja harus keluar 25 ribu, lalu ke Matraman 25 ribu lagi, dan ke Bintaro paling sedikit 125 ribu.”

“Sekali jalan saja paling tidak harus keluar uang 175 ribu!”

“Gila, kan?”

“Belum bila harus menjemput pulang, maka saya harus merogoh kocek sekitar 400 ribu sampai 500 ribu sehari dimana program ganjil-genap diterapkan.”

“Sangat tidak bijaksana.”


--0—

Melihat kondisi ke dua orang tersebut di atas, alangkah baiknya jangan jalur busway yang dipakai untuk menerapkan area ganjil-genap. Terapkanlah dimana di lokasi tersebut hanya untuk urusan orang sehat jasmani dan rohani. Tidak semua orang bisa naik bis atau busway. Tolong fikirkan juga daerah-daerah seperti Rumah sakit, sekolah-sekolah, dan tempat terapi kesehatan. Orang-orang di tempat terapi kesehatan menggunakan mobil bukan karena sudah kaya raya, tapi banyak karena tidak ada angkutan umum selain taxi yang bisa membawa anggota keluarga yang perlu diterapi. Sementara kalau harus naik taxi setiap saat, pasti jebol kantongnya.

Semoga tulisan ini dibaca oleh Gubernur Joko Widodo, sehingga tidak “gebyah uyah” dalam menerapkan kebijakan ganjil-genap.

Friday, December 14, 2012

Peraturan Genap-Ganjil? Perbaiki Perilaku Angkutan Umum !

Perilaku pengemudi mikrolet yang tidak mengindahkan orang lain. Penting untuk secepat-secepatnya memperbaiki perilaku kendaraan umum, sebelum memberlakukan peraturan "genap-ganjil" di Jakarta.

Tidak peduli, semaunya, dan tidak menghargai orang lain.

Sunday, December 9, 2012

Pemilihan Ketua RT

Pada tanggal 8 Desember 2012 hari Sabtu, warga RT 12 RW 09 Kelurahan Cempaka Baru menyelenggarakan peremajaan pengurus RT. Acara dipimpin oleh panitia 5 (Fadjar Setyanto, S.E., Ely Yuliarsi, M.Pd, Mustadjab, Rusli Ahmad, dan Tugiman.

Acara diikuti oleh sebagian besar warga sehingga nampak sekali partisipasi warga atas pemilihan ini sangat tinggi.

Hadir dalam acara tersebut Lurah Cempaka Baru, Staf RW 09, dan ketua RW 09.


Sunday, December 2, 2012

Hemat Waktu, Otak Sehat

Salah satu trik menghemat waktu dan meringankan kerja otak kita ialah dengan hafal keberadaan lokasi sesuatu (tempat misalnya) di saat-saat yang kritis.

Pengalama Fulan. Suatu hari ia memerlukan obat untuk penyakitnya. Obatnya adalah obat baru. Suatu hari dia membeli obat tersebut bukan di apotik langganannya. Fulan tidak mencoba mengingat nama apotik dan lokasi apotik tersebut. Dia yakin bahwa dia bisa memenuhi kebutuhannya di apotik langganannya.

Untung Ada Jakarta Sehat

Keberadaan program Jakarta Sehat ternyata sangat menolong bagi warga DKI.

Adalah Fulani, seorang pemudi. Dia seorang pekerja kantoran. Dia sudah lama bekerja di suatu kantor. Dia terbiasa naik bis bila pergi ke kantor dan pulang dari kantor. Selama ini kondisi kesehatannya relatif bagus dan tidak ada hal-hal yang ,embuat tubuhnya merasa tidak nyaman.

Suatu hari, Fulani merasakan kedua betisnya membesar. Dia menganggap ini adalah penyakit yang pernah