Sunday, June 11, 2017

Beautiful Moon

Beautiful moon on June 10, 2017 at 18.30.

Solo, 10-6-2017 / 08-06-2016
Fadjar

Thursday, June 8, 2017

Friday, June 2, 2017

Bintang Timur dalam Berbagai Hari

Menyaksikan bintang yang satu ini, posisinya selalu di lokasi yang sama. Mungkinkah ini bintang yang disebut Bintang Timur?


Pada tanggal 31 Mei 2017



Pada tanggal 1 Juni 2017


Pada tanggal 2 Juni 2017 jam 5.11 waktu Gonilan.


Pada jam 5.20 tanggal 3 Juni 2017, Gonilan

Solo, 3/6/2017 8/6/2016
Fadjar Setyanto


Saturday, May 27, 2017

Salman Al-Farisi (Pencari Kebenaran) (Bagian 1)

- Salman berasal dari Isfahan, yang tinggal di suatu desa yang bernama "Ji". Salman sangat dikasihi orang tuanya. Bapaknya seorang bupati di daerah itu. Salman selalu membaktikan dirinya pada agama Majusi, hingga diserahi tugas untuk menjaga api yang harus dijaga agar selalu menyala dan tidak boleh padam.

- Salman pernah tertarik pada peribatan kaum Nashrani. Salman memperhatikan mereka sedang sembahyang, lalu dia pun masuk ke dalam. Salman kagum dengan apa yang mereka lakukan. "ini lebih baik dari agama yang aku anut selama ini." Dia pun terus berada di dalam gereja, sehingga dijemput ayahnya untuk pulang.

- Karena Salman tertarik dengan agama Nashrani, dia pun bertanya pada mereka tentang asal muasal mereka dan mereka menjawab,"Dari Syria."

- Saat bertemu bapaknya, Salman bertanya pada bapaknya tentang agama. Hasil dari tanya jawab dengan bapaknya berakhir dengan dikurungnya dia oleh bapaknya. Kakinya dirantai dan dipenjara.

- Kepada orang Nashrani Salman berkirim pesan bahwa dia telah menganut agama Nashrani. Dia pun minta pada mereka, agar bila datang rombongan dari Syria, dia diberitahu karena dia akan ikut dengan mereka. Mereka pun mengabulkan permintaan Salman. Salman pun memutuskan rantai, lalu meloloskan diri kepada rombongan yang menuju Syria.

- Sesampainya disana aku bertanya tentang orang yang ahli agama. Dijawabnya bahwa dia adalah seorang uskup pemilik gereja. Maka datanglah Salman padanya dan menceritakan keadaannya. Akhirnya tinggallah Salman bersamanya sebagainseorang pelayan, melaksanakan agama Nashrani dan belajar. Tak berapa lama uskup tersebut meninggal.

- Lalu oleh orang-orang diangkatlah seorang uskup yang baru. Salman melihat uskup baru ini lebih baik agamanya dibanding uskup yang lama. Uskup yang lama suka menyimpan shodaqah yang katanya akan dibagikan ke orang yang membutuhkan untuk dirinya sendiri.

- Uskup baru ini sangat dicintai. Salman mencintainya dengan sangat karena kebaikan beragamanya. Belum pernah ada orang yang dicintainya sedalam itu sebelumnya.

- Pada saat ajal uskup telah dekat, bertanyalah Salman tentang siapa yang perlu dia ikuti sepeninggal beliau nanti. Dia pun menjawab bahwa Salman harus menemui seorang pemimpin yang tinggal di Amuria, suatu kota yang termasuk wilayah Romawi. Salman pun berangkat ke sana dan tinggal bersamanya. Sebagai bekal hidup, dia beternak kambing dan sapi.

- Kemudian saat ajal sang pemimpin sudah dekat, Salman pun bertanya lagi tentang siapa yang perlu diikuti olehnya sepeninggal sang pemimpin," Anakku! Tak ada seorang pun yang kukenal yang serupa dengan kita keadaannya dan dapat kupercayakan engkau kepadanya. Tetapi sekarang telah dekat masanya, kebangkitan seorang nabi yang mengikuti agama Ibrahim secara murni. Ia nanti akan hijrah ke suatu tempat yang ditumbuhi qurma dan terletak di antara dua bidang tanah berbatu hitam. Seandainya kamu dapat pergi ke sana, temuilah dia! Ia mempunyai tanda-tanda yang jelas dan gamblang. Ia tidak mau makan shadaqah, sebaliknya bersedia menerima hadiah dan di pundaknya ada cap kenabian yang bila kamu melihatnya, segeralah kau mengenalnya.

- Kebetulan pada suatu hari lewatlah rombongan berkendaraan, lalu Salman bertanya darimana mereka datang. Ternyata mereka datang dari jazirah Arab, maka Salman berkata pada mereka agar membawa dirinya, dan sebagai gantinya diberikannya sapi-sapi dan kambing-kambingnya pada mereka. Mereka setuju.

-Salman pun pergi bersama mereka. Di kala sampai di daerah yang bernama Wadil Qura yang banyak pohon qurma, dikiranya dia telah sampai, namun ternyata dia salah. Di daerah itu Salman dianiaya, lalu dijual kepada seorang Yahudi.

- Sejak saat itu Salman tinggal bersama orang yang membelinya, hingga datang suatu hari Bani Quraidhah yang membeliku darinya. Salman dibawa ke Madinah. Salman baru melihat negeri itu dan dia yakin itulan negeri yang dikatakan padanya saat itu.

- Salman tinggal bersama Yahudi itu hingga datangnya Rasulullah ke Madinah dan singgah di Bani 'Amar bin 'Auf di Quba.

- Pada suatu hari saat Salman berada di atas pohon qurma sedang majikannya berada di bawah, tiba-tiba datang seorang yahudi yang merupakan sepupu majikan Salman. Yahudi itu mengatakan padanya ,"Bani Qilah, celaka! Mereka berkerumun mengelilingi seorang laki-laki di Quba yang datang dari Mekah dan mengaku sebagai Nabi......

- Demi Allah, mendengar kata-kata itu tubuh Salman bergetar dan pohon qurma bagai terguncang, hampir saja Salman menjatuhi tuannya. Salman pun turun dan bertanya tentang berita itu.

- Majikan Salman sangat marah dan meninju Salman sambil berkata agar dia tetap bekerja dan jangan pikirkan macam-macam. Salman pun bekerja kembali.

- Setelah malam hari, Salman mengumpulkan apa yang ada padanya lalu pergi menemui Rasulullah di Quba.

- Salman masuk ke dalam kumpulan dan bermaksud memberikan persediaan makanan yang telah dia niatkan untuk sedekah.

- Lalu Salman mensedekahkan makanan itu kepada kumpulan orang-orang itu sambil mengatakan bahwa anggota rombongan lebih layak menerimanya.

- Rasulullah pun bersabda ," Makanlah dengan nama Allah", namun beliau tidak menyentuh makanan itu.

- Salman kembali pulang, namun pagi-pagi sekali dia kembali menemui rombongan itu dan menemui Rasulullah. Salman berkata pada Rasulullah, ,"Kulihat tuan tidak menyentuh sedekah semalam, tapi aku punya ini yang akan aku hadiahkan kepada tuan."

- Lalu Rasulullah bersabda,"Makanlah dengan nama Allah.". Beliau pun turut serta makan bersama dengan shahabat-shahabatnya.

Salman sudah melihat dua tanda-tanda yang disebutkan pendeta terdahulu. Dia pun pulang dan tinggal beberapa lama di daerahnya. Hingga suatu hari saat Rasulullah di Baqi, sedang mengiring jenazah bersama para shahabatnya, Salman mengucapkan salam dan Salman memperhatikan Rasulullah. Rasulullah menangkap maksud Salman, lalu disingkapnya burdahnya dari leher hingga Salman bisa melihat tanda kenabian yang ada di pundak Rasulullah sebagaimana disebut pendeta terdahulu. Melihat itu Salman menangis dan memeluk Rasulullah.

- Salman pun dipanggil Rasululllah, dan menceritakan kisahnya sebelum itu. Diceritakan kisahnya dari awal. Kemudian Salman masuk Islam.

- Salman pun diminta bicara pada tuannya agar memerdekakannya dengan tebusan, dan ini diiyakan oleh tuannya. Rasulullah pun meminta para shahabat untuk membantu Salman dalam urusan keuangan. Merdekalah Salman.

Bersambung....

Friday, May 26, 2017

Mush'ab bin Umair (Duta Islam yang pertama). (Bagian 3)


- Demikianlah prestasi duta Rasulullah SAW yang pertama, telah mencapai hasil yang gemilang. Akhirnya pada waktunya, Rasulullah bersama para shahabat hijrah ke Madinah.

- Kaum Quraisy semakin geram dengan kemajuan umat Islam. Dalam perang Badar, kaum Quraisy kalah. Hal ini membuat mereka semakin tidak berfikir sehat. Mereka pun melancarkan perang kembali beberapa waktu kemudian, yang dikenal dengan perang Uhud.

- Kaum muslimin pun bersiap menghadapi perang tersebut. Rasulullah ikut berperang. Beliau berada di bagian tengah pasukan. Beliau pun menatap kaum muslimin sambil menyelidik siapa gerangan yang tepat memegang bendera. Mush'ab pun terpanggil, majulah Mush'ab  dan tampil membawa bendera.

- Pada saat posisi kaum muslimin sudah menang atas kaum Quraisy, sebagian pasukan panah lupa pada peraturan dan posisinya, mereka meninggalkan posisinya saat melihat kaum Quraisy sudah kalah tunggang langgang. Namun apa daya, kesempatan ini dimanfaatkan pasukan berkuda kaum Quraisy untuk membalas maju. Posisi kaum muslimin jadi berbalik menghadapi kekalahan parah.

- Menyadari situasi yang berbahaya ini, Mush'ab bergerak maju. Mengacungkan benderanya tinggi-tinggi, menebas lawan, dan berputar-putar bagai Singa. Tujuannya hanya satu, yaitu menarik perhatian musuh agar tidak menyerang Muhammad SAW. Satu orang Mush'ab ibarat sepasukan tentara, meyerang musuh.

- Meski seorang diri, Mush'ab ibarat pasukan besar. Sebelah tangannya memegang bendera bagai tameng kesaktian, sedang tangannya yang satu lagi menebaskan pedangnya yang tajam ke arah lawan. Musuh bertambah banyak dan berusaha menghabisinya demi bisa mengarahkan serangan ke arah Rasulullah SAW.

- Berikut kesaksian orang yang melihat kejadian saat itu :
Berkata Ibnu Sa'ad:" Diceritakan kepada kami oleh Ibrahim bin Muhammad bin Syurahbil al-'Ahdari dari bapaknya, ia berkata :

Mush'ab bin Umair adalah pembawa bendera di Perang Itu. Tatkala barisan Muslimin pecah. Mush'ab bertahan pada kedudukannya. Datanglah seorang musuh berkuda, Ibnu Qumaiah namanya, lalu menebas tangannya hingga putus, sementara Mush'ab mengucapkan ,"Muhammad itu tiada lain hanyalah seorang Rasul yang sebelumnya telah didahului oleh beberapa Rasul". Maka dipegangnya bendera dengan tangan kirinya sambil membungkuk melindunginya. Musuh pun menebas tangan kirinya itu pula hingga putus pula. Mush'ab membungkuk ke arah bendera, lalu dengan kedua pangkal lengannya meraihnya ke dada sambil mengucapkan ,"Muhammad tiada lain hanyalah seorang Rasul, dan sebelumnya telah didahului oleh beberapa Rasul," Lalu orang berkuda itu menyerangnya untuk yang ketiga kali dengan tombak, dan menusukkan hingga tombak itu pun patah. Mush'ab pun gugur, bendera pun jatuh.

Mush'ab gugur sebagai syuhada. Pada saat tangannya putus dan terbang, karena kecintaan yang sangat pada Rasulullah, dan dia berfikir bila dia tewas maka terbuka jalan untuk menyerang Rasulullah, maka dia menghibur diri dengan mengatakan ,"Muhammad itu tiada lain hanyalah seorang Rasul yang sebelumnya telah didahului oleh Rasul terdahulu."

- Rasulullah sangat pilu melihat jasad para syuhada. Paman Rasulullah Hamzah, terkoyak tubuhnya dirusak oleh musuh. Shahabat-shahabat yang dekat dengan beliau. Mereka semua simbol ketulusan dan kesucian. Nabi SAW pun tak bisa membendung air matanya. Dibacakannya ayat :

"Di antara orang-orang Mu'min terdapat pahlawan-pahlawan yang telah menepati janjinya dengan Allah" ( QS al-Ahzab : 23).

Mush'ab bin Umair (Duta Islam yang pertama). (Bagian 2)



- Suatu hari Mush'ab dipilih Rasulullah untuk melakukan suatu tugas maha penting. Ia menjadi utusan Rasulullah ke Madinah untuk mengajarkan seluk beluk Islam kepada orang Anshar yang sudah masuk Islam dan telah berbaiat pada Rasulullah SAW. Selain itu untuk mengajak penduduk Madinah lainnya menganut agama Allah dan mempersiapkan kota Madinah untuk menyambut HIJRATUL RASUL sebagai peristiwa besar.

- Sebenarnya di kalangan shahabat banyak yang lebih tua dari Mush'ab, namun Rasulullah menjatuhkan pilihannya pada Mush'ab. Dia pun menyadari bahkan tugas yang amat berat dipikulkan kepadanya. Menyangkut nasib agama Islam di kota Madinah, suatu kota yang tak lama kemudian menjadi kota pusat para da'i dan dakwah.

- Mush'ab memikul amanat itu dengan bekal karunia Allah SWT kepadanya, berupa fikiran yang cerdas dan budi yang luhur. Dengan sifah zuhud, kejujuran, kesungguhan hati, ia berhasil melunakkan dan menawan penduduk Madinah hingga mereka berduyun-duyun masuk Islam.

- Sesampainya di Madinah, didapatinya kaum Muslimin di sana tidak lebih dari dua belas orang namun beberapa bulan kemudian meningkatlah orang yang memenuhi panggilan Allah dan RasulNya.

- Dengan tindakan yang tepat dan bijaksana, Mush'ab bin Umair telah membuktikan bahwa pilihan Rasulullah SAw atas dirinya itu tepat. Ia memamahami tugasnya hingga tak terlanjur melampaui batas yang telah ditetapkan. Ia sadar bahwa tugasnya ialah menyeru kepada Allah SWT, menyampaikan berita gembira lahirnya suatu agama yang mengajak manusia mencapai hidayah Allah SWT, membimbing mereka ke jalan yang lurus. Akhlaqnya mengikuti pola hidup Rasulullah yang diimaninya, yang mengemban kewajiban hanya menyampaikan belaka.....

- Di Madinah  Mush'ab tinggal sebagai tamu di rumah As'ad bin Zararah. Dengan ditemani As'ad ia pergi mengunjungi kabilah-kabilah, rumah-rumah, dan tempat-tempat pertemuan, untuk membacakan ayat-ayat Kitab Suci dari Allah, menyampaikan kalimatullah "bahwa Allah Tuhan Yang Maha Esa" secara hati-hati.

- Pernah ia menghadapi beberapa peristiwa yang mengancam keselamatan diri serta shahabatnya, yang nyaris celaka kalau tidak karena kecerdasan akal dan kebesaran jiwanya. Saat itu dia sedang memberi petuah kepada orang-orang tiba-tiba disergap Usaid bin Hudlair kepala suku kabilah Abdul Asyhal di Madinah. Usaid menodong Mush'ab  dengan menodongkan lembingnya. Bukan main murka dan marah Usaid, menyaksikan Mush'ab dianggap mengacau dan mempengaruhi anak buahnya dari agama mereka, serta mengemukakan bahwa Allah Tuhan Yang Maha Esa yang selama ini belum pernah mereka dengar.

- Demi mendengar kedatangan Usaid bin Hudlair yang murka bagaikan api sedang berkobar kepada orang-orang Islam yang duduk bersama Mush'ab. Membuat kecut yang hadir. Dengan tatapan dan pembawaan yang tenang dan ketulusan hati, Mush'ab berkata pada Usaid,"Kenapa anda tidak duduk dulu, dan mendengarkan. Seandainya anda menyukainya, anda dapat menerimanya. Sebaliknya jika tidak, kami akan menghentikan apa yang tidak anda sukai itu."

- Karena Usaid orang yang pandai, berakal, dan berfikiran sehat, dan saat ini hanya diminta Mush'ab mendengarkan saja dan bukan lainnya. Jika ia setuju ia akan membiarkan Mush'ab namun jika tidak maka Mush'ab berjanji akan meninggalkan kampung dan masyarakat mereka untuk mencari tempat yang lain, dengan tidak merugikan atau dirugikan orang lain.

- Setelah mendengarkan pembicaraan Mush'ab, Usaid pun tersadarkan. "Sekarang saya insyaf", seraya menjatuhkan lembing.

-Usaid bisa menerima Islam dan masuklah ia ke dalam Islam. Usaid pun membersihkan diri dengan air sesuai yang disarankan, lalu membuat pengakuan bahwa tiada Tuhan yang haq diibadahi melainkan Allah SWT dan bahwa Muhammad itu utusan Allah.

- Berita masuknya Usaid ke dalam Islam menjadi ramai perbincangan, lalu disusul oleh Sa'ad bin 'Ubadah. Warga kota Madinah saling berdatangan dan berkomentar, " Kalau Usaid bin Hudlair, Sa'ad bin 'Ubadah, dan Sa'ad bin Muadz telah masuk Islam, apalagi yang kita tunggu.....Ayolah pergi ke Mush'ab dan beriman bersamanya!" demikian kata orang-orang penduduk Madinah. 

-Permasalahan berbagai suku di Madinah menjelang hijrah Rasulullah telah teratasi.

(Bersambung) 

Thursday, May 25, 2017

Mush'ab Bin Umair (Duta Islam Yang Pertama) (Bagian 1)

- Mush'ab bin Umair adalah salah satu di antara shahabat Nabi SAW.

- Mendapat julukan : Seorang warga Mekah yang memiliki nama paling harum.

- Dibesarkan di lingkungan keluarga yang berada dan memiliki penampilan yang rupawan.

- Pada masa penyebaran Islam di tahun pertama. Ajakan Rasulullah SAW menjadi berita paling hangat di Mekah. Pada masa itu Rasulullah biasa mengadakan pertemuan di tempat tersembunyi yang jauh dari gangguan Quraisy, yaitu di rumah Arqam bin Abil Arqam.

- Suatu senja, Mush'ab hadir di pertemuan itu, karena rasa ingin tahunya. Pada saat itu mengalir ayat-ayat qur'an yang begitu indah menakjubkan. Masuklah ia ke dalam Islam. Setelah itu, dia rajin mempelajari Islam. Jadilah ia pribadi yang luas ilmu di antara pemuda seusianya.

- Ibunda Mush'ab adalah tokoh yang sangat disegani di kalangan Quraisy. Sangat keras dan ditakuti.

- Karena menjaga agar sang ibu tidak murka, Mush'ab menyembunyikan keislamannya. Hingga batas waktu yang telah ditentukan Allah SWT. Sementara itu ia bolak balik ke rumah Arqam dengan sembunyi-sembunyi.

- Tapi di Mekah saat itu, tidak ada yang dapat disembunyikan. Kebetulan seorang yang bernama Usman bin Thalhah melihat Mush'ab masuk ke rumah Arqam dengan mengendap-endap. Di lain hari ia melihat Mush'ab sholat seperti Muhammad SAW. Segeralah ia menemui ibu Mush'ab.

- Ketika berhadapan dengan putranya, tangan sang ibu akan menampar wajah Mush'ab dengan keras. Tapi tiba-tiba sang ibu melihat cahaya keindahan luar biasa dari wajah Mush'ab. Tangannya tidak jadi menampar Mush'ab. Karena kasih sayang seorang ibu, namun juga karena tuntutan bela berhala, maka dibawalah Mush'ab ke tempat terpencil dan dikurung di sana.

- Beberapa waktu lamanya ia dikurung di tempat itu hingga ia mendengar terjadi hijrah ke Habsy. Mush'ab memperdaya ibunya dan para penjaga. Dia pun bergabung dengan muslimin ke Habsy.

- Sekian lama di Habsy lalu kembali lagi ke Mekah, hingga akhirnya hijrah ke Madinah. Jadi Mush'ab ikut dua kali hijrah karena taat pada Rasulullah SAW.

- Kehidupan saat hijrah ke Habsy ataupun Madinah tidaklah mudah.

- Suatu hari Mush'ab tampil di hadapan para muslimin saat sedang berkumpul bersama Rasulullah. Orang-orang yang melihatnya sangat hancur hatinya, karena penampilan Mush'ab yang biasa bergelimang pakaian bagus dan mahal, sekarang tampil dengan pakaian kotor dan penuh tambal sulam. Melihat hal ini Rasullah pun bersabda :"Dulu saya melihat Mush'ab ini tak ada yang mengimbanginya dalam hal memperoleh kesenangan dari orangtuanya, kemudian semua itu dia tinggalkan demi kecintaan pada Allah dan RasulNya".

- Ibunya sangat marah kepada Mush'ab, dia pun menghentikan semua pemberiannya bahkan melarang makanannya dimakan Mush'ab. Jadilah Mush'ab seorang miskin.

(Bersambung : http://www.buku-fadjar.com/2017/05/mush-bin-umair-duta-islam-yang-pertama_26.html?spref=fb)